Palang Merah Remaja Wira20082008Pertolongan Pertama
Palang Merah Remaja Tingkat Wira
Edisi Pertama : Juni 2008
Hak Cipta © Palang Merah Indonesia Pusat
Pengarah :
Dr . Hj. Ulla Nuchrawaty Usman, MM
Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya PMR dan Relawan
Penyusun :
Juliati Susilo (Markas Pusat PMI)
Asep Mulyadi (Markas Pusat PMI)
Rina Utami (Markas Pusat PMI)
Kontributor :
Allan Darwis, dr (TSR MP PMI)
Akbar Wilendra (PMI Pusat)
David Sidabutar , dr (TSR MP PMI)
Dedy Setiawan (PMI Daerah Kalimantan Timur)
Efi Riana (PMI Daerah Jawa Tengah)
Fajar Bakri (PMI Daerah Sulawesi Selatan)
N.A Budiratsongko (PMI Daerah Bali)
Rano Sumarno (PMI DKI Jakarta)
Seto Eko Purwanto (TSR MP PMI)
Surya Chandra Nasution (PMI Daerah NAD)
Desain & Layout :
Fajar Bakri (PMI Daerah Sulawesi Selatan)
Editor :
Allan Darwis, dr (TSR MP PMI)
Rina Utami (Markas Pusat PMI)
Disusun atas dukungan :
Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC)
Palang Merah Denmark
Palang Merah Jepang
Palang Merah Jerman
i
KATA PENGANTAR
Dalam rangka meningkatkan kemampuan Anggota
Remaja PMI (Palang Merah Indonesia) untuk mewujudkan
cita-cita dan semangat pengabdian kepada sesama manusia,
PMI telah menerbitkan berbagai buku pedoman sebagai
pegangan bagi anggota PMR Mula, Madya dan Wira. Pada
tahun 2008 telah diterbitkan buku pedoman untuk PMR
antara lain: Mengenal Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit
Merah Internasional, Pertolongan Pertama, Ayo Siaga
Bencana, PMR Relawan Masa Depan, Remaja Sehat Peduli Sesama, Kesehatan
dan Kesejahteraan Remaja untuk pendidik sebaya serta media KIE Donor Darah.
Ciri-ciri PMR yang senantiasa ceria, cerdas, kreatif, jujur , berbagi,
bersahabat dan bertanggung jawab merupakan kekuatan yang positif dalam
membentuk generasi muda bangsa Indonesia yang peduli untuk menolong
sesama serta peka pada situasi dan kondisi di lingkungannya.
Pada Akhirnya dengan mengetahui, memahami dan melaksanakan
pengetahuan dan keterampilan kepalangmerahan yang diwujudkan dalam
kegiatan Tri Bakti PMR para anggota PMR akan menjadi teladan di
lingkungannya (peer leader) serta kader dan relawan PMI di masa mendatang...
Jakarta, Juni 2008
Pengurus Pusat
PALANG MERAH INDONESIA
Dr . Hj. Ulla Nuchrawaty Usman, MM
Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya
PMR dan Relawan
ISBN :978- 979-3575-41-4
International Federation
Red Cross and Red Crescent SocietiesPertolongan Pertama
Palang Merah Remaja Tingkat Wira
Edisi Pertama : Juni 2008
Hak Cipta © Palang Merah Indonesia Pusat
Pengarah :
Dr . Hj. Ulla Nuchrawaty Usman, MM
Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya PMR dan Relawan
Penyusun :
Juliati Susilo (Markas Pusat PMI)
Asep Mulyadi (Markas Pusat PMI)
Rina Utami (Markas Pusat PMI)
Kontributor :
Allan Darwis, dr (TSR MP PMI)
Akbar Wilendra (PMI Pusat)
David Sidabutar , dr (TSR MP PMI)
Dedy Setiawan (PMI Daerah Kalimantan Timur)
Efi Riana (PMI Daerah Jawa Tengah)
Fajar Bakri (PMI Daerah Sulawesi Selatan)
N.A Budiratsongko (PMI Daerah Bali)
Rano Sumarno (PMI DKI Jakarta)
Seto Eko Purwanto (TSR MP PMI)
Surya Chandra Nasution (PMI Daerah NAD)
Desain & Layout :
Fajar Bakri (PMI Daerah Sulawesi Selatan)
Editor :
Allan Darwis, dr (TSR MP PMI)
Rina Utami (Markas Pusat PMI)
Disusun atas dukungan :
Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC)
Palang Merah Denmark
Palang Merah Jepang
Palang Merah Jerman
i
KATA PENGANTAR
Dalam rangka meningkatkan kemampuan Anggota
Remaja PMI (Palang Merah Indonesia) untuk mewujudkan
cita-cita dan semangat pengabdian kepada sesama manusia,
PMI telah menerbitkan berbagai buku pedoman sebagai
pegangan bagi anggota PMR Mula, Madya dan Wira. Pada
tahun 2008 telah diterbitkan buku pedoman untuk PMR
antara lain: Mengenal Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit
Merah Internasional, Pertolongan Pertama, Ayo Siaga
Bencana, PMR Relawan Masa Depan, Remaja Sehat Peduli Sesama, Kesehatan
dan Kesejahteraan Remaja untuk pendidik sebaya serta media KIE Donor Darah.
Ciri-ciri PMR yang senantiasa ceria, cerdas, kreatif, jujur , berbagi,
bersahabat dan bertanggung jawab merupakan kekuatan yang positif dalam
membentuk generasi muda bangsa Indonesia yang peduli untuk menolong
sesama serta peka pada situasi dan kondisi di lingkungannya.
Pada Akhirnya dengan mengetahui, memahami dan melaksanakan
pengetahuan dan keterampilan kepalangmerahan yang diwujudkan dalam
kegiatan Tri Bakti PMR para anggota PMR akan menjadi teladan di
lingkungannya (peer leader) serta kader dan relawan PMI di masa mendatang...
Jakarta, Juni 2008
Pengurus Pusat
PALANG MERAH INDONESIA
Dr . Hj. Ulla Nuchrawaty Usman, MM
Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya
PMR dan Relawan
ISBN :978- 979-3575-41-4
International Federation
Red Cross and Red Crescent Societies“Mau berbagi dan menolong
adalah cara kita menunjukkan
bahwa kita peduli”
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
Pentingnya Pertolongan Pertama
Alat Perlindungan Diri yang Perlu Disiapkan
Mengenali Anatomi dan Faal Dasar
Penilaian Korban
Cedera Sistem Lunak
Cedera Sistem Otot Rangka
Luka Bakar
Pemindahan Korban
Kedaruratan Medis
Keracunan
.............................................................................................. i
......................................................................................................... ii
.............................................................. 1
............................................. 5
.............................................................. 7
............................................................................................ 13
..................................................................................... 23
.......................................................................... 27
....................................................................................................... 33
..................................................................................... 37
........................................................................................ 43
.................................................................................................... 49“Mau berbagi dan menolong
adalah cara kita menunjukkan
bahwa kita peduli”
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
Pentingnya Pertolongan Pertama
Alat Perlindungan Diri yang Perlu Disiapkan
Mengenali Anatomi dan Faal Dasar
Penilaian Korban
Cedera Sistem Lunak
Cedera Sistem Otot Rangka
Luka Bakar
Pemindahan Korban
Kedaruratan Medis
Keracunan
.............................................................................................. i
......................................................................................................... ii
.............................................................. 1
............................................. 5
.............................................................. 7
............................................................................................ 13
..................................................................................... 23
.......................................................................... 27
....................................................................................................... 33
..................................................................................... 37
........................................................................................ 43
.................................................................................................... 49“Maukah menjadi
Penolong Pertama”
Pentingnya
Pertolongan Pertama
1“Maukah menjadi
Penolong Pertama”
Pentingnya
Pertolongan Pertama
1Pentingnya
Pertolongan Pertama
amu pasti udah tau kan kalo kecelakaan dan musibah bisa datang kapan
saja, dimana saja dan menimpa siapa aja. Dalam setiap kejadian itu
Kpastilah ada penderita cedera baik yang mengalami luka berat maupun
luka ringan dan membutuhkan Pertolongan Pertama yang cepat dan tepat.
Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki
oleh awam atau awam yang terlatih secara khusus. Batasannya adalah sesuai
dengan sertifikat yang dimiliki oleh Pelaku Pertolongan Pertama
Penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian, yang memiliki
kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar .
1. Menyelamatkan jiwa penderita
2. Mencegah cacat
3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan
Seorang petugas Pertolongan Pertama ternyata ada aturan undang-
undangannya lho…
a. Memberikan Pertolongan :
Pasal 531 K U H P
Barang Siapa Menyaksikan Sendiri ada orang dalam keadaan bahaya maut,
lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sipenderita
sedang pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak
Pertolongan Pertama yaitu pemberian pertolongan segera kepada
penderita sakit atau cedera/kecelakaan yang memerlukan penanganan
medis dasar .
Tentang Medis Dasar ...
Ini dia yang disebut PENOLONG PERTAMA
Tujuan Pertolongan Pertama:
Dasar Hukum
2
akan menguatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya
dihukum kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-
banyaknya Rp 4.500,-
Jika orang yang perlu ditolong itu mati diancam dengan sangsi KUHP 45,
165, 187, 304 s, 478, 525, 566.
b. Kerahasiaan :
Pasal 322 K U H P
1. Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia yang wajib
menyimpannya oleh karena jabatan aau pekerjaannya baik yang
sekarang maupun yang dahulu dipidana dengan pidana penjara selama-
lamanya 9 bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 9.000,-
2. Jika kejahatan itu dilakukan yang tertentu, maka perbuatan itu hanya
dapat dituntut atas pengaduan orang lain.
Ada dua bentuk persetujuan atau ijin bagi penolong untuk melakukan
tindakan:
a. Persetujuan yang dianggap diberikan atau tersirat
Adalah persetujuan yang umum diberikan dalam keadaan penderita
sadar atau normal.
b. Persetujuan yang dinyatakan
Adalah persetujuan yang dinyatakan secara lisan atau secara tertulis
oleh penderita itu sendiri.
PENTING!
Penolong juga perlu minta izin sebelum menolong
Persetujuan Tindakan Pertolongan
3Pentingnya
Pertolongan Pertama
amu pasti udah tau kan kalo kecelakaan dan musibah bisa datang kapan
saja, dimana saja dan menimpa siapa aja. Dalam setiap kejadian itu
Kpastilah ada penderita cedera baik yang mengalami luka berat maupun
luka ringan dan membutuhkan Pertolongan Pertama yang cepat dan tepat.
Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki
oleh awam atau awam yang terlatih secara khusus. Batasannya adalah sesuai
dengan sertifikat yang dimiliki oleh Pelaku Pertolongan Pertama
Penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian, yang memiliki
kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar .
1. Menyelamatkan jiwa penderita
2. Mencegah cacat
3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan
Seorang petugas Pertolongan Pertama ternyata ada aturan undang-
undangannya lho…
a. Memberikan Pertolongan :
Pasal 531 K U H P
Barang Siapa Menyaksikan Sendiri ada orang dalam keadaan bahaya maut,
lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sipenderita
sedang pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak
Pertolongan Pertama yaitu pemberian pertolongan segera kepada
penderita sakit atau cedera/kecelakaan yang memerlukan penanganan
medis dasar .
Tentang Medis Dasar ...
Ini dia yang disebut PENOLONG PERTAMA
Tujuan Pertolongan Pertama:
Dasar Hukum
2
akan menguatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya
dihukum kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-
banyaknya Rp 4.500,-
Jika orang yang perlu ditolong itu mati diancam dengan sangsi KUHP 45,
165, 187, 304 s, 478, 525, 566.
b. Kerahasiaan :
Pasal 322 K U H P
1. Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia yang wajib
menyimpannya oleh karena jabatan aau pekerjaannya baik yang
sekarang maupun yang dahulu dipidana dengan pidana penjara selama-
lamanya 9 bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 9.000,-
2. Jika kejahatan itu dilakukan yang tertentu, maka perbuatan itu hanya
dapat dituntut atas pengaduan orang lain.
Ada dua bentuk persetujuan atau ijin bagi penolong untuk melakukan
tindakan:
a. Persetujuan yang dianggap diberikan atau tersirat
Adalah persetujuan yang umum diberikan dalam keadaan penderita
sadar atau normal.
b. Persetujuan yang dinyatakan
Adalah persetujuan yang dinyatakan secara lisan atau secara tertulis
oleh penderita itu sendiri.
PENTING!
Penolong juga perlu minta izin sebelum menolong
Persetujuan Tindakan Pertolongan
3Seorang Penolong Pertama mempunyai KEWAJIBAN sebagai
berikut:
Kualifikasi Penolong Pertama :
è Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang di
sekitarnya
è Menjangkau penderita
è Mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa
è Meminta bantuan / rujukan
è Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat sesuai keadaan
penderita
è Membantu penolong yang lain
è Menjaga kerahasiaan medis penderita
è Melakukan komunikasi dengan petugas lain yang terlibat
è Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi / dirujuk ke fasilitas
kesehatan
è Jujur dan bertanggungjawab
è Profesional
è Mempunyai kematangan emosi
è Mampu bersosialisasi
è Kemampuan nyata terukur sesuai sertifikasi
è Mempunyai kondisi fisik baik
è Mempunyai rasa bangga
4
Alat Perlindungan Diri (APD)
Yang perlu disiapkan
5Seorang Penolong Pertama mempunyai KEWAJIBAN sebagai
berikut:
Kualifikasi Penolong Pertama :
è Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang di
sekitarnya
è Menjangkau penderita
è Mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa
è Meminta bantuan / rujukan
è Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat sesuai keadaan
penderita
è Membantu penolong yang lain
è Menjaga kerahasiaan medis penderita
è Melakukan komunikasi dengan petugas lain yang terlibat
è Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi / dirujuk ke fasilitas
kesehatan
è Jujur dan bertanggungjawab
è Profesional
è Mempunyai kematangan emosi
è Mampu bersosialisasi
è Kemampuan nyata terukur sesuai sertifikasi
è Mempunyai kondisi fisik baik
è Mempunyai rasa bangga
4
Alat Perlindungan Diri (APD)
Yang perlu disiapkan
5Alat Perlindungan Diri (APD)
Yang Perlu Disiapkan
ebagai pelaku PP , kita juga harus mengutamakan keselamatan diri
Ssendiri. Jadi, kita memerlukan Alat Perlindungan Diri (APD).
APD itu adalah alat yang digunakan agar kita tidak tertular penyakit. Alat
perlindungan diri tidak perlu mahal.
Contohnya :
- Sarung tangan lateks
- Masker penolong
- Kacamata pelindung
Selain APD, dalam melakukan PP kita juga memerlukan beberapa peralatan.
Misalnya :
- Kasa Steril
- Pembalut gulung / perban
- Pembalut perekat / plester
- Gunting pembalut
- Bidai - Alkohol 70%
- Pinset - Kapas
- Senter
- Selimut
Kamu Harus Tau!
Darah dan semua cairan tubuh bisa menularkan penyakit...!
6 7Alat Perlindungan Diri (APD)
Yang Perlu Disiapkan
ebagai pelaku PP , kita juga harus mengutamakan keselamatan diri
Ssendiri. Jadi, kita memerlukan Alat Perlindungan Diri (APD).
APD itu adalah alat yang digunakan agar kita tidak tertular penyakit. Alat
perlindungan diri tidak perlu mahal.
Contohnya :
- Sarung tangan lateks
- Masker penolong
- Kacamata pelindung
Selain APD, dalam melakukan PP kita juga memerlukan beberapa peralatan.
Misalnya :
- Kasa Steril
- Pembalut gulung / perban
- Pembalut perekat / plester
- Gunting pembalut
- Bidai - Alkohol 70%
- Pinset - Kapas
- Senter
- Selimut
Kamu Harus Tau!
Darah dan semua cairan tubuh bisa menularkan penyakit...!
6 7alam melakukan Pertolongan Pertama (PP), Kita juga harus tahu apa itu
DAnatomi dan Faal Dasar .
Adalah posisi dimana tubuh kita
berdiri tegak, kedua lengan di
samping tubuh, telapak tangan
menghadap ke depan.
Berdasarkan posisi anatomis ini
dikenal ada tiga bidang khayal yang
membagi tubuh menjadi dua
bagian, yaitu:
1. Bidang Medial
Bidang khayal yang membagi
tubuh menjadi dua, yaitu kiri
dan kanan
2. Bidang Frontal
Bidang khayal yang membagi
t u b u h me n j a d i d e p a n
(anterior) dan belakang
(posterior)
3. Bidang Transversal
Bidang khayal yang membagi
tubuh menjadi dua, yaitu atas
( s u p e r i o r ) d a n b awa h
(inferior).
Anatomi adalah ilmu urai tubuh. Yaitu ilmu yang mempelajari susunan
dan bentuk tubuh. Sedangkan ilmu faal yaitu ilmu yang mempelajari
fungsi bagian dari alat atau jaringan tubuh disebut Fisiologi.
POSISI ANATOMIS
8
1. Kepala
2. Leher
3. Batang Tubuh
4. Anggota Gerak Atas
5. Anggota Gerak Bawah
Terdiri dari :
Tengkorak, wajah dan rahang bawah
Terdiri dari :
Dada, perut, punggung dan panggul
Terdiri dari :
? Sendi bahu
? Lengan atas
? Siku
? Lengan bawah
? Pergelangan tangan
? Tangan
Terdiri dari :
? Sendi panggul
? Tungkai atas (paha)
? Lutut
? Tungkai bawah
? Pergelangan kaki
? Kaki
BAGIAN-BAGIAN TUBUH MANUSIA
Tubuh manusia dilindungi oleh kulit dan diperkuat oleh rangka.
Umumnya tubuh manusia dibagi menjadi 5 bagian, yaitu :
9alam melakukan Pertolongan Pertama (PP), Kita juga harus tahu apa itu
DAnatomi dan Faal Dasar .
Adalah posisi dimana tubuh kita
berdiri tegak, kedua lengan di
samping tubuh, telapak tangan
menghadap ke depan.
Berdasarkan posisi anatomis ini
dikenal ada tiga bidang khayal yang
membagi tubuh menjadi dua
bagian, yaitu:
1. Bidang Medial
Bidang khayal yang membagi
tubuh menjadi dua, yaitu kiri
dan kanan
2. Bidang Frontal
Bidang khayal yang membagi
t u b u h me n j a d i d e p a n
(anterior) dan belakang
(posterior)
3. Bidang Transversal
Bidang khayal yang membagi
tubuh menjadi dua, yaitu atas
( s u p e r i o r ) d a n b awa h
(inferior).
Anatomi adalah ilmu urai tubuh. Yaitu ilmu yang mempelajari susunan
dan bentuk tubuh. Sedangkan ilmu faal yaitu ilmu yang mempelajari
fungsi bagian dari alat atau jaringan tubuh disebut Fisiologi.
POSISI ANATOMIS
8
1. Kepala
2. Leher
3. Batang Tubuh
4. Anggota Gerak Atas
5. Anggota Gerak Bawah
Terdiri dari :
Tengkorak, wajah dan rahang bawah
Terdiri dari :
Dada, perut, punggung dan panggul
Terdiri dari :
? Sendi bahu
? Lengan atas
? Siku
? Lengan bawah
? Pergelangan tangan
? Tangan
Terdiri dari :
? Sendi panggul
? Tungkai atas (paha)
? Lutut
? Tungkai bawah
? Pergelangan kaki
? Kaki
BAGIAN-BAGIAN TUBUH MANUSIA
Tubuh manusia dilindungi oleh kulit dan diperkuat oleh rangka.
Umumnya tubuh manusia dibagi menjadi 5 bagian, yaitu :
9TENTANG RONGGA
1. Rongga Tengkorak
2. Rongga Tulang Belakang
3. Rongga Dada
4. Rongga Perut
5. Rongga Panggul
Selain pembagian tubuh, ternyata tubuh kita terdapat 5 (lima) buah rongga,
yaitu :
Rongga ini berisi otak dan melindunginya.
Berisi bumbung syaraf atau “spinal cord”
terbentuk dari rongga-rongga tulang
belakang menyatu membentuk suatu
kolom.
Sering juga disebut rongga toraks.
Dilindungi oleh tulang-tulang rusuk,
berisi jantung, paru-paru, pembuluh
darah besar , kerongkongan dan saluran
pernapasan.
Rongga ini terletak diantara rongga dada
dan rongga panggul. Dalam dunia medis
dikenal dengan istilah abdomen. Di dalam
rongga ini terdapat berbagai organ
pencernaan dan kelenjar seperti
lambung, usus, limpa, hati, empedu,
pancreas dan lainnya.
Rongga ini dibentuk oleh tulang – tulang
panggul, berisi kandung kemih, sebagian
usus besar dan organ reproduksi dalam.
10
SISTEM TUBUH
Sistem tubuh adalah susunan dari organ-organ yang mempunyai fungsi
tertentu. Ada beberapa sistem pada tubuh manusia :
1. Sistem Rangka (Kerangka/Skeleton)
Fungsi rangka:
? Menopang bagian tubuh
? Melindungi organ tubuh
? Tempat melekat otot dan pergerakan tubuh
? Memberi bentuk tubuh
2. Sistem Otot (Muskularis)
Merupakan suatu organ atau alat yang berfungsi menggerakkan tubuh
3. Sistem Pernapasan (Respirasi)
Ada dua sistem pernapasan:
a. Pernapasan Dalam
Adalah pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida yang terjadi dalam
Jaringan.
b. Pernapasan Luar
Adalah pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida didalam paru-paru.
4. Sistem Peredaran Darah
Peredaran darah terdiri :
- Peredaran darah kecil :
Jantung Paru-paru (terjadi pengambilan oksigen dan pembuangan gas
karbon dioksida) Jantung.
- Peredaran darah besar :
Jantung pembuluh nadi semua bagian tubuh (terjadi pemberian oksigen
serta pengambilan zat sampah di kapiler) Pembuluh balik Jantung.
5. Sistem Saraf (Nervus)
Organ yang berfungsi untuk melakukan koordinasi dan kerjasama dengan
bagian tubuh.
6. Sistem Pencernaan (Digestif)
Saluran yang menerima makanan dari luar untuk diserap oleh tubuh dengan
jalan dicerna ( proses telan, kunyah dan mencampur ) dengan bantuan
enzim dan zat cair mulai mulut sampai anus.
11TENTANG RONGGA
1. Rongga Tengkorak
2. Rongga Tulang Belakang
3. Rongga Dada
4. Rongga Perut
5. Rongga Panggul
Selain pembagian tubuh, ternyata tubuh kita terdapat 5 (lima) buah rongga,
yaitu :
Rongga ini berisi otak dan melindunginya.
Berisi bumbung syaraf atau “spinal cord”
terbentuk dari rongga-rongga tulang
belakang menyatu membentuk suatu
kolom.
Sering juga disebut rongga toraks.
Dilindungi oleh tulang-tulang rusuk,
berisi jantung, paru-paru, pembuluh
darah besar , kerongkongan dan saluran
pernapasan.
Rongga ini terletak diantara rongga dada
dan rongga panggul. Dalam dunia medis
dikenal dengan istilah abdomen. Di dalam
rongga ini terdapat berbagai organ
pencernaan dan kelenjar seperti
lambung, usus, limpa, hati, empedu,
pancreas dan lainnya.
Rongga ini dibentuk oleh tulang – tulang
panggul, berisi kandung kemih, sebagian
usus besar dan organ reproduksi dalam.
10
SISTEM TUBUH
Sistem tubuh adalah susunan dari organ-organ yang mempunyai fungsi
tertentu. Ada beberapa sistem pada tubuh manusia :
1. Sistem Rangka (Kerangka/Skeleton)
Fungsi rangka:
? Menopang bagian tubuh
? Melindungi organ tubuh
? Tempat melekat otot dan pergerakan tubuh
? Memberi bentuk tubuh
2. Sistem Otot (Muskularis)
Merupakan suatu organ atau alat yang berfungsi menggerakkan tubuh
3. Sistem Pernapasan (Respirasi)
Ada dua sistem pernapasan:
a. Pernapasan Dalam
Adalah pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida yang terjadi dalam
Jaringan.
b. Pernapasan Luar
Adalah pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida didalam paru-paru.
4. Sistem Peredaran Darah
Peredaran darah terdiri :
- Peredaran darah kecil :
Jantung Paru-paru (terjadi pengambilan oksigen dan pembuangan gas
karbon dioksida) Jantung.
- Peredaran darah besar :
Jantung pembuluh nadi semua bagian tubuh (terjadi pemberian oksigen
serta pengambilan zat sampah di kapiler) Pembuluh balik Jantung.
5. Sistem Saraf (Nervus)
Organ yang berfungsi untuk melakukan koordinasi dan kerjasama dengan
bagian tubuh.
6. Sistem Pencernaan (Digestif)
Saluran yang menerima makanan dari luar untuk diserap oleh tubuh dengan
jalan dicerna ( proses telan, kunyah dan mencampur ) dengan bantuan
enzim dan zat cair mulai mulut sampai anus.
117. Sistem Kelenjar Buntu (Endokrin)
Kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya ( produknya ) kedalam darah
dalam jaringan kelenjar tampa melalui saluran dan hasil sekresi ini
disebut hormon.
8. Sistem Kemih (Urinaria)
Proses penyaringan darah untuk menyerap zat yang digunakan tubuh yang
membebaskan dari zat yang tidak digunakan.
9. Kulit
Adalah lapisan jaringan pada bagian luar yang menutupi dan melindungi
permukaan tubuh dan yang berhubungan dengan selaput lendir yang
melapisi rongga-rongga, lubang masuk.
10. Panca Indera
Pancaindera adalah organ untuk menerima jenis rangsangan atau
stimulus tertentu. Terdiri dari :
? Indera Penglihatan (Mata)
? Indera Pendengaran (Telinga)
? Indera Penciuman (Hidung)
? Indera Pengecap (Lidah)
? Indera Perasa/Peraba (Kulit)
11. Sistem Reproduksi
Terdiri dari Sistem reproduksi Pria dan Sistem reproduksi Wanita.
12
Penilaian Korban
137. Sistem Kelenjar Buntu (Endokrin)
Kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya ( produknya ) kedalam darah
dalam jaringan kelenjar tampa melalui saluran dan hasil sekresi ini
disebut hormon.
8. Sistem Kemih (Urinaria)
Proses penyaringan darah untuk menyerap zat yang digunakan tubuh yang
membebaskan dari zat yang tidak digunakan.
9. Kulit
Adalah lapisan jaringan pada bagian luar yang menutupi dan melindungi
permukaan tubuh dan yang berhubungan dengan selaput lendir yang
melapisi rongga-rongga, lubang masuk.
10. Panca Indera
Pancaindera adalah organ untuk menerima jenis rangsangan atau
stimulus tertentu. Terdiri dari :
? Indera Penglihatan (Mata)
? Indera Pendengaran (Telinga)
? Indera Penciuman (Hidung)
? Indera Pengecap (Lidah)
? Indera Perasa/Peraba (Kulit)
11. Sistem Reproduksi
Terdiri dari Sistem reproduksi Pria dan Sistem reproduksi Wanita.
12
Penilaian Korban
13Penilaian Korban
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN KETIKA MENEMUKAN KORBAN?
Perhatikan :
Tindakan penilaian korban terdiri dari :
1. Penilaian keadaan
Pada saat sampai di lokasi kejadian hal yang pertama kali harus dilakukan
adalah menilai keadaan sekitar . Apakah aman atau tidak bagi dirinya. Jika
ragu lebih baik minta bantuan kepada orang dewasa.
? Bagaimana kondisi pada saat itu ?
? Kemungkinan apa saja yang akan terjadi ?
? Bagaimana mengatasinya ?
14
Di lokasi
Secara umum tugas seorang penolong saat tiba di lokasi adalah:
- Memastikan keselamatan penolong, penderita, dan orang orang disekitar
lokasi kejadian
- Penolong harus memperkenalkan diri, bila memungkinkan
- Menentukan keadaan umum kejadian ( mekanisme cedera )
- Mengenali dan mengatasi gangguan cedera yang mengancam nyawa
- Stabilkan penderita dan meneruskan pemantauan
- Minta bantuan bila diperlukan
Dalam melakukan tugas sebagai penolong, juga diperlukan berbagai informasi
untuk menunjang penilaian. Tahukah kamu, informasi dapat kita peroleh dari:
- Kejadian itu sendiri
- Penderita (bila sadar)
- Keluarga (Saksi)
- Mekanisme kejadian
- Perubahan bentuk yang nyata ( cedera yang jelas )
- Gejala atau tanda khas suatu cedera atau penyakit.
INGAT !
Amankan diri sendiri terlebih dahulu,
keselamatan penolong nomor 1
15
2. Penilaian dini
Pada saat menghadapi penderita, kita perlu menentukan kondisi penderita
secara umum. Hal-hal yang ditentukan yaitu :
a. Kesan umum
Langkah ini digunakan untuk menentukan apakah penderita merupakan
kasus trauma atau kasus medis. Perbedaannya adalah sebagai berikut.
-Kasus Trauma :Kasus yang disebabkan oleh suatu ruda-paksa
Mempunyai tanda-tanda yang jelas dan terlihat da
atau teraba. Misalnya luka terbuka, memar , patah
tulang da lain sebagainya
-Kasus Medis :Kasus yang diderita seseorang tanpa ada riwayat ruda-
paksa. Contohnya sesak napas, pingsan.
b. Memeriksa kesadaran
Ada empat tingkatan kesadaran penderita, yaitu :
1. Awas = Alert
2. Suara = Voice
3. Nyeri = Pain
4. Tidak Respon = Un Respon
c. Memastikan jalan napas terbuka dengan baik
Jika penderita tidak
respon gunakan teknik
angkat dagu dan tekan
dahi.
d. Untuk menilai pernapasan
Setelah jalan napas berjalan dengan baik maka penolong harus
menilai pernapasan penderita dengan cara :
? Lihat
? Dengar
? Rasakan
selalu ingat ASNT = AVPUPenilaian Korban
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN KETIKA MENEMUKAN KORBAN?
Perhatikan :
Tindakan penilaian korban terdiri dari :
1. Penilaian keadaan
Pada saat sampai di lokasi kejadian hal yang pertama kali harus dilakukan
adalah menilai keadaan sekitar . Apakah aman atau tidak bagi dirinya. Jika
ragu lebih baik minta bantuan kepada orang dewasa.
? Bagaimana kondisi pada saat itu ?
? Kemungkinan apa saja yang akan terjadi ?
? Bagaimana mengatasinya ?
14
Di lokasi
Secara umum tugas seorang penolong saat tiba di lokasi adalah:
- Memastikan keselamatan penolong, penderita, dan orang orang disekitar
lokasi kejadian
- Penolong harus memperkenalkan diri, bila memungkinkan
- Menentukan keadaan umum kejadian ( mekanisme cedera )
- Mengenali dan mengatasi gangguan cedera yang mengancam nyawa
- Stabilkan penderita dan meneruskan pemantauan
- Minta bantuan bila diperlukan
Dalam melakukan tugas sebagai penolong, juga diperlukan berbagai informasi
untuk menunjang penilaian. Tahukah kamu, informasi dapat kita peroleh dari:
- Kejadian itu sendiri
- Penderita (bila sadar)
- Keluarga (Saksi)
- Mekanisme kejadian
- Perubahan bentuk yang nyata ( cedera yang jelas )
- Gejala atau tanda khas suatu cedera atau penyakit.
INGAT !
Amankan diri sendiri terlebih dahulu,
keselamatan penolong nomor 1
15
2. Penilaian dini
Pada saat menghadapi penderita, kita perlu menentukan kondisi penderita
secara umum. Hal-hal yang ditentukan yaitu :
a. Kesan umum
Langkah ini digunakan untuk menentukan apakah penderita merupakan
kasus trauma atau kasus medis. Perbedaannya adalah sebagai berikut.
-Kasus Trauma :Kasus yang disebabkan oleh suatu ruda-paksa
Mempunyai tanda-tanda yang jelas dan terlihat da
atau teraba. Misalnya luka terbuka, memar , patah
tulang da lain sebagainya
-Kasus Medis :Kasus yang diderita seseorang tanpa ada riwayat ruda-
paksa. Contohnya sesak napas, pingsan.
b. Memeriksa kesadaran
Ada empat tingkatan kesadaran penderita, yaitu :
1. Awas = Alert
2. Suara = Voice
3. Nyeri = Pain
4. Tidak Respon = Un Respon
c. Memastikan jalan napas terbuka dengan baik
Jika penderita tidak
respon gunakan teknik
angkat dagu dan tekan
dahi.
d. Untuk menilai pernapasan
Setelah jalan napas berjalan dengan baik maka penolong harus
menilai pernapasan penderita dengan cara :
? Lihat
? Dengar
? Rasakan
selalu ingat ASNT = AVPUe. Menilai denyut nadi
Sebelum melakukannya, kita lihat dulu kondisi korban apakah sadar atau
tidak. Jika sadar , cara yang digunakan adalah dengan meraba nadi
pergelangan tangan (radial). Sedangkan bagi korban yang tidak sadar ,
nadi yang diperiksa adalah di bagian leher (Carotis)
f. Hubungi Bantuan
Usahakan untuk segera minta bantuan rujukan. Kita bisa meminta
bantuan kepada orang lain atau melakukannya sendiri. Misalnya dengan
telepon.
Korban Sadar Korban Tidak Sadar
JANGAN LUPA!!!
Catat Nomor Telepon Penting Darurat di tempatmu...
16
3. Pemeriksaan Fisik
Tindakan ini melibatkan penglihatan, perabaan dan pendengaran.
Tanda apa saja yang perlu kita temukan saat melakukan pemeriksaan
fisik???
1. Apakah ada bentuk pada bagian tubuh si korban?
2. Apakah ada terbuka (terlihat jelas) pada tubuh korban?
3. Apakah korban merasakan saat bagian tubuhnya kita raba
atau tekan?
4. Apakah ada pada tubuh korban?
Agar lebih mudah mengingatnya, kita menyebut tanda-tanda
tersebut dengan isilah .
Untuk pemeriksaan lebih lanjut kondisi korban,
perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap
dari ujung kepala sampai ujung kaki.
1. Kepala
Ê Telinga
Ê Hidung
Ê Mata
Ê Mulut
2. Leher
3. Dada
4. Perut
5. Punggung
6. Panggul
7. Anggota gerak atas
dan bawah.
Perubahan
Luka
Nyeri
Bengkak
PLNB
17
PENTING!
Pada pemeriksaan anggota
gerak selain PLNB juga
lakukan pemeriksaan gerakan
sensasi dan sirkulasi.e. Menilai denyut nadi
Sebelum melakukannya, kita lihat dulu kondisi korban apakah sadar atau
tidak. Jika sadar , cara yang digunakan adalah dengan meraba nadi
pergelangan tangan (radial). Sedangkan bagi korban yang tidak sadar ,
nadi yang diperiksa adalah di bagian leher (Carotis)
f. Hubungi Bantuan
Usahakan untuk segera minta bantuan rujukan. Kita bisa meminta
bantuan kepada orang lain atau melakukannya sendiri. Misalnya dengan
telepon.
Korban Sadar Korban Tidak Sadar
JANGAN LUPA!!!
Catat Nomor Telepon Penting Darurat di tempatmu...
16
3. Pemeriksaan Fisik
Tindakan ini melibatkan penglihatan, perabaan dan pendengaran.
Tanda apa saja yang perlu kita temukan saat melakukan pemeriksaan
fisik???
1. Apakah ada bentuk pada bagian tubuh si korban?
2. Apakah ada terbuka (terlihat jelas) pada tubuh korban?
3. Apakah korban merasakan saat bagian tubuhnya kita raba
atau tekan?
4. Apakah ada pada tubuh korban?
Agar lebih mudah mengingatnya, kita menyebut tanda-tanda
tersebut dengan isilah .
Untuk pemeriksaan lebih lanjut kondisi korban,
perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap
dari ujung kepala sampai ujung kaki.
1. Kepala
Ê Telinga
Ê Hidung
Ê Mata
Ê Mulut
2. Leher
3. Dada
4. Perut
5. Punggung
6. Panggul
7. Anggota gerak atas
dan bawah.
Perubahan
Luka
Nyeri
Bengkak
PLNB
17
PENTING!
Pada pemeriksaan anggota
gerak selain PLNB juga
lakukan pemeriksaan gerakan
sensasi dan sirkulasi.4. PEMERIKSAAN DENYUT NADI
Setiap kali jantung berdenyut maka pembuluh nadi akan melebar dan
berkonstraksi saat darah melaluinya . Nadi adalah gelombang tekanan
yang dihasilkan oleh denyut jantung
Denyut nadi dapat diperiksa di bagian :
- Leher (Pembuluh nadi leher/ Arteri karotis )
- Lengan atas (Pembuluh nadi lengan atas/Arteri brakialis)
- Pergelangan tangan (Pembuluh nadi pergelangan tangan/A. radialis)
- Lipat paha (Pembuluh nadi lipat paha/ A.femoralis)
Cara memeriksa nadi:
- Pasien berbaring atau duduk dengan tenang
- Raba nadi yang akan diperiksa dengan telunjuk dan jari tengah
- Tekan sedikit sampai nadi teraba , lalu mulai menghitung sambil
melihat penunjuk detik pada jam .
- Bila denyut nadi teratur , nadi
diperiksa selama 15 detik dan
h a s i l n y a d i k a l i k a n 4 u n t u k
mendapatkan denyut nadi permenit.
Bila denyut nadi tidak teratur , harus
diukur selama 60 detik
- Laporkan juga teratur atau tidak,
kuat atau lemah denyut nadi
penderita
Denyut Nadi
Bayi : 120 – 150 X/menit
Anak : 80 – 150 X/menit
Dewasa : 60 – 90 X/menit
18
5. PEMERIKSAAN PERNAPASAN
Pada penderita sadar jangan sampai penderita mengetahui bahwa
frekwensi pernapasannya sedang dihitung. Genggam tangan penderita lalu
letakkan diatas diatas dada atau perut penderita, lalu amati gerakkan naik
turunnya.
Satu pernapasan adalah satu kali menghirup napas dan satu kali
mengeluarkan napas (satu kali gerakan naik dan turun). Pernapasan
dihitung selama 30 detik, lalu dikalikan 2 untuk mendapatakan frekuesi
pernapasan permenit.
Frekwensi Pernapasan
Bayi : 25 – 50 X/menit
Anak : 15 – 30 X/menit
Dewasa : 12 – 20 X/menit
6. PEMERIKSAAN SUHU
Pada pemeriksaan suhu tubuh cukup diperoleh data suhu relatif. Apakah
ada peningkatan atau penurunan suhu yang dilakukan dengan perabaan
dengan menggunakan punggung tangan pada dahi atau leher .
Kelembaban kulit juga harus dinilai (berkeringat/kering)
Pucat
Dapat terjadi akibat gangguan peredaran darah
Kemerahan
Tekanan darah tinggi, keracunan alcohol, luka bakar ,
demam, penyakit infeksi
Kebiruan (sianossi)
Kurangnya oksigen dalam
darah.
Kekuningan
Sering merupakan tanda
gangguan hati
Biru kehitaman
Tanda perdarahan bawah kulit
Warna kulit juga perlu dinilai.
19
Suhu tubuh normal 37° C4. PEMERIKSAAN DENYUT NADI
Setiap kali jantung berdenyut maka pembuluh nadi akan melebar dan
berkonstraksi saat darah melaluinya . Nadi adalah gelombang tekanan
yang dihasilkan oleh denyut jantung
Denyut nadi dapat diperiksa di bagian :
- Leher (Pembuluh nadi leher/ Arteri karotis )
- Lengan atas (Pembuluh nadi lengan atas/Arteri brakialis)
- Pergelangan tangan (Pembuluh nadi pergelangan tangan/A. radialis)
- Lipat paha (Pembuluh nadi lipat paha/ A.femoralis)
Cara memeriksa nadi:
- Pasien berbaring atau duduk dengan tenang
- Raba nadi yang akan diperiksa dengan telunjuk dan jari tengah
- Tekan sedikit sampai nadi teraba , lalu mulai menghitung sambil
melihat penunjuk detik pada jam .
- Bila denyut nadi teratur , nadi
diperiksa selama 15 detik dan
h a s i l n y a d i k a l i k a n 4 u n t u k
mendapatkan denyut nadi permenit.
Bila denyut nadi tidak teratur , harus
diukur selama 60 detik
- Laporkan juga teratur atau tidak,
kuat atau lemah denyut nadi
penderita
Denyut Nadi
Bayi : 120 – 150 X/menit
Anak : 80 – 150 X/menit
Dewasa : 60 – 90 X/menit
18
5. PEMERIKSAAN PERNAPASAN
Pada penderita sadar jangan sampai penderita mengetahui bahwa
frekwensi pernapasannya sedang dihitung. Genggam tangan penderita lalu
letakkan diatas diatas dada atau perut penderita, lalu amati gerakkan naik
turunnya.
Satu pernapasan adalah satu kali menghirup napas dan satu kali
mengeluarkan napas (satu kali gerakan naik dan turun). Pernapasan
dihitung selama 30 detik, lalu dikalikan 2 untuk mendapatakan frekuesi
pernapasan permenit.
Frekwensi Pernapasan
Bayi : 25 – 50 X/menit
Anak : 15 – 30 X/menit
Dewasa : 12 – 20 X/menit
6. PEMERIKSAAN SUHU
Pada pemeriksaan suhu tubuh cukup diperoleh data suhu relatif. Apakah
ada peningkatan atau penurunan suhu yang dilakukan dengan perabaan
dengan menggunakan punggung tangan pada dahi atau leher .
Kelembaban kulit juga harus dinilai (berkeringat/kering)
Pucat
Dapat terjadi akibat gangguan peredaran darah
Kemerahan
Tekanan darah tinggi, keracunan alcohol, luka bakar ,
demam, penyakit infeksi
Kebiruan (sianossi)
Kurangnya oksigen dalam
darah.
Kekuningan
Sering merupakan tanda
gangguan hati
Biru kehitaman
Tanda perdarahan bawah kulit
Warna kulit juga perlu dinilai.
19
Suhu tubuh normal 37° CRIWAYAT PENDERITA
Untuk mengetahui penyebab atau pencetus suatu kejadian, mekanisme
kejadian atau perjalanan suatu penyakit maka diperlukan wawancara yang
dapat dilakukan dengan penderita, keluarganya atau saksi mata. Riwat
penderita ini sangat penting pada kasus medis.Untuk memudahkan, dikenal
akronim KOMPAK .
K = Keluhan utama
Sesuatu yang sangat dikeluhkan penderita . Gejala adalah hal-hal yang
hanya dapat dirasakan oleh penderita misalnya nyeri, pusing. Tanda
adalah hal-hal yang dapat diamati oleh orang lain . Saat melakukan Tanya
jawab hindari jawaban YA atau TIDAK. Usahakan memberikan pertanyaan
terbuka .
O = Obat – obatan yang diminum
Tanyakan apakah penderita sedang dalam proses pengobatan. Gangguan
yang dialami mungkin akibat lupa minum atau menelan obat tertentu
contohnya seorang penderita kencing manis mengalami masalah kadar
gula derah yang tinggi karena lupa minum obat sebelum makan.
M = Makanan / Minuman terakhir
Hal ini dapat dijadikan dasar terjadinya kehilangan kesadaran pada
penderita. Selain itu data ini juga penting untuk diketahui bila ternyata
penderita harus menjalai pembedahan di RS.
P = Penyakit yang diderita
Riwayat penyakit yang sedang diderita atau pernah diderita yang
mungkin berhubungan dengan keadaan yang dialami penderita saat ini.
Contoh : asma dan jantung.
A = Alergi yang Dialami
Perlu dicari apakah penyebab pada penderita ini mungkin merupakan
suatu bentuk alergi terhadap bahan-bahan tertentu . umumnya penderita
atau keluarga sudah mengetahuinya dan sudah memahami mengatasi
keadaan itu.
K = Kejadian
Kejadian yang dialami penderita sebelum kecelakaan atau sebelum
timbulnya Waspadai Gejala dan Tandanya! penyakit yang diderita saat ini.
INGAT!!!
Penolong tidak membuat diagnosa, tetapi dapat membuat
kesimpulan berdasarkan hasil temuannya.
20
PEMERIKSAAN BERKALA
PELAPORAN
Usahakan pemeriksaan terus dilanjutkan secara berkelanjutan sebelum
mendapat pertolongan medis. Secara umum pada pemeriksaan berkala harus
dinilai kembali :
- Tingkat kesadaran
- Nilai kembali jalan napas dan perbaii bila perlu
- Nilai kembali pernapasan, frekuensi dan kualitasnya
- Periksa kembali nadi penderita
- Nilai kembali keadaan kulit : Suhu, kelembaban dan kondisinya
- Periksa kembali secara seksama mungkin ada bagian yang belum
diperiksa atau sengaja di lewati
- Nilai kembali penatalaksanaan penderita (secara keseluruhan)
- Pertahankan komunikasi dengan penderita untuk menjaga rasa aman dan
nyaman.
Setelah selesai menangani penderita dan penolong melakukannya dalam tugas
maka semua pemeriksaan dan tindakan pertolongan harus dilaporkan secara
singkat dan jelas kepada penolong selanjutnya.
Dalam laporan sebaiknya dicantumkan :
- Umur dan jenis kelamin penderita
- Keluhan utama
- Tingkat kesadaran
- Keadaan jalan napas
- Pernapasan
- Denyut nadi
- Pemeriksaan yang penting
- KOMPAK yang penting
- Penatalaksanaan
- Perkembangan lainnya yang dianggap penting
21RIWAYAT PENDERITA
Untuk mengetahui penyebab atau pencetus suatu kejadian, mekanisme
kejadian atau perjalanan suatu penyakit maka diperlukan wawancara yang
dapat dilakukan dengan penderita, keluarganya atau saksi mata. Riwat
penderita ini sangat penting pada kasus medis.Untuk memudahkan, dikenal
akronim KOMPAK .
K = Keluhan utama
Sesuatu yang sangat dikeluhkan penderita . Gejala adalah hal-hal yang
hanya dapat dirasakan oleh penderita misalnya nyeri, pusing. Tanda
adalah hal-hal yang dapat diamati oleh orang lain . Saat melakukan Tanya
jawab hindari jawaban YA atau TIDAK. Usahakan memberikan pertanyaan
terbuka .
O = Obat – obatan yang diminum
Tanyakan apakah penderita sedang dalam proses pengobatan. Gangguan
yang dialami mungkin akibat lupa minum atau menelan obat tertentu
contohnya seorang penderita kencing manis mengalami masalah kadar
gula derah yang tinggi karena lupa minum obat sebelum makan.
M = Makanan / Minuman terakhir
Hal ini dapat dijadikan dasar terjadinya kehilangan kesadaran pada
penderita. Selain itu data ini juga penting untuk diketahui bila ternyata
penderita harus menjalai pembedahan di RS.
P = Penyakit yang diderita
Riwayat penyakit yang sedang diderita atau pernah diderita yang
mungkin berhubungan dengan keadaan yang dialami penderita saat ini.
Contoh : asma dan jantung.
A = Alergi yang Dialami
Perlu dicari apakah penyebab pada penderita ini mungkin merupakan
suatu bentuk alergi terhadap bahan-bahan tertentu . umumnya penderita
atau keluarga sudah mengetahuinya dan sudah memahami mengatasi
keadaan itu.
K = Kejadian
Kejadian yang dialami penderita sebelum kecelakaan atau sebelum
timbulnya Waspadai Gejala dan Tandanya! penyakit yang diderita saat ini.
INGAT!!!
Penolong tidak membuat diagnosa, tetapi dapat membuat
kesimpulan berdasarkan hasil temuannya.
20
PEMERIKSAAN BERKALA
PELAPORAN
Usahakan pemeriksaan terus dilanjutkan secara berkelanjutan sebelum
mendapat pertolongan medis. Secara umum pada pemeriksaan berkala harus
dinilai kembali :
- Tingkat kesadaran
- Nilai kembali jalan napas dan perbaii bila perlu
- Nilai kembali pernapasan, frekuensi dan kualitasnya
- Periksa kembali nadi penderita
- Nilai kembali keadaan kulit : Suhu, kelembaban dan kondisinya
- Periksa kembali secara seksama mungkin ada bagian yang belum
diperiksa atau sengaja di lewati
- Nilai kembali penatalaksanaan penderita (secara keseluruhan)
- Pertahankan komunikasi dengan penderita untuk menjaga rasa aman dan
nyaman.
Setelah selesai menangani penderita dan penolong melakukannya dalam tugas
maka semua pemeriksaan dan tindakan pertolongan harus dilaporkan secara
singkat dan jelas kepada penolong selanjutnya.
Dalam laporan sebaiknya dicantumkan :
- Umur dan jenis kelamin penderita
- Keluhan utama
- Tingkat kesadaran
- Keadaan jalan napas
- Pernapasan
- Denyut nadi
- Pemeriksaan yang penting
- KOMPAK yang penting
- Penatalaksanaan
- Perkembangan lainnya yang dianggap penting
2122
CEDERA
JARINGAN LUNAK
2322
CEDERA
JARINGAN LUNAK
23CEDERA JARINGAN LUNAK
24
enturan atau terkena benda tajam terkadang menimbulkan dampak
memar hingga keluarnya darah dari tubuh. Disini kta akan membahas
Btentang Perdarahan dan Syok.
Kenapa bisa terjadi perdarahan?
Perdarahan terjadi akibat rusaknya dinding pembuluh darah yang dapat
disebabkan oleh benturan (trauma/penyakit). Perdarahan yang besar
merupakan penyebab syok yaitu suatu kondisi dimana beberapa sel dan alat
tubuh tidak cukup mendapat aliran darah yang mengandung oksigen (darah
yang adekuat).
Perdarahan dibagi menjadi 2 :
1. Perdarahan luar (terbuka)
2. Perdarahan dalam (tertutup)
Jenis perdarahan ini terjadi akibat kerusakan dinding pembuluh darah
disertai dengan kerusakan kulit, yang memungkinkan darah keluar dari
tubuh. Berdasarkan pembuluh darah yang mengalami gangguan perdarahan
luar dibedakan menjadi :
1. Perdarahan Arteri
Darah yang keluar dari pembuluh nadi keluar
menyembur sesuai dengan denyut nadi dan
berwarna merah terang karena masih kaya
dengan oksigen.
2. Perdarahan Vena
Darah yang keluar dari pembuluh vena
mengalir , berwarna merah gelap karena
mengandung karbon dioksida .
3. Perdarahan Kapiler
Berasal dari pembuluh kapiler , darah yang
keluar merembes perdarahan ini sangat kecil
sehingga hamper tidak memiliki tekanan
warnanya bervariasi antara merah terang
dan merah gelap .
PERDARAHAN LUAR (TERBUKA)
Pengendalian dan Penanganan Perdarahan Luar
1. Tekan luka dengan jari atau telapak tangan (gunakan sarung tangan).
2. Tinggikan anggota tubuh yang cedera lebih tinggi dari jantung untuk
mengurangi kehilangan darah.
3. Tekan pada titik tekan , yaitu arteri di atas daerah yang mengalami
perdarahan. Ada beberapa titik tekan yaitu :
- Arteri Brakialis (arteri di lengan atas)
- Arteri Radialis (arteri di pergelangan tangan)
- Arteri Femoralis (arteri di lipatan paha)
Penanganan Perdarahan Luar
1. Pakai APD agar tidak terkena darah atau cairan tubuh penderita
2. Jangan menyentuh mulut,hidung,mata dan makanan sewaktu memberi
perawatan
3. Cucilah tangan setelah selesai membeikan perawatan
4. Buang bahan yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh penderita
dengan baik .
enturan dengan benda tumpul merupakan penyebab utama cedera
dalam dan perdarahan dalam. Kehilangan darah pada perdarahan dalam
Btidak terlihat karena kulitnya masih utuh dan mengingat perdarahan
dalam tidak terlihat, kecurigaan adanya perdarahan dalam harus dinilai dari
pemeriksaan fisik lengkap termasuk wawancara dan menganalisa mekanisme
kejadian .
Beberapa perdarahan dalam yang dapat dikenali antara lain :
- Cedera pada bagian luar tubuh yang mungkin merupakan petunjuk bagian
dalam juga mengalami cedera
- Adanya memar disertai adanya nyeri pada tubuh, pembengkakan terutama
diatas alat tubuh penting
- Nyeri,bengkak dan perubahan bentuk pada alat gerak
- Nyeri tekan atau kekakuan pada diding perut
- Muntah darah
- Buang air besar berdarah, baik darah segar maupun darah hitam
- Luka tusuk, khususnya pada batang tubuh
- Darah atau cairan mengalir dari hidung dan telinga
- Buang air kecil campur darah
PERDARAHAN DALAM (TERTUTUP)
25CEDERA JARINGAN LUNAK
24
enturan atau terkena benda tajam terkadang menimbulkan dampak
memar hingga keluarnya darah dari tubuh. Disini kta akan membahas
Btentang Perdarahan dan Syok.
Kenapa bisa terjadi perdarahan?
Perdarahan terjadi akibat rusaknya dinding pembuluh darah yang dapat
disebabkan oleh benturan (trauma/penyakit). Perdarahan yang besar
merupakan penyebab syok yaitu suatu kondisi dimana beberapa sel dan alat
tubuh tidak cukup mendapat aliran darah yang mengandung oksigen (darah
yang adekuat).
Perdarahan dibagi menjadi 2 :
1. Perdarahan luar (terbuka)
2. Perdarahan dalam (tertutup)
Jenis perdarahan ini terjadi akibat kerusakan dinding pembuluh darah
disertai dengan kerusakan kulit, yang memungkinkan darah keluar dari
tubuh. Berdasarkan pembuluh darah yang mengalami gangguan perdarahan
luar dibedakan menjadi :
1. Perdarahan Arteri
Darah yang keluar dari pembuluh nadi keluar
menyembur sesuai dengan denyut nadi dan
berwarna merah terang karena masih kaya
dengan oksigen.
2. Perdarahan Vena
Darah yang keluar dari pembuluh vena
mengalir , berwarna merah gelap karena
mengandung karbon dioksida .
3. Perdarahan Kapiler
Berasal dari pembuluh kapiler , darah yang
keluar merembes perdarahan ini sangat kecil
sehingga hamper tidak memiliki tekanan
warnanya bervariasi antara merah terang
dan merah gelap .
PERDARAHAN LUAR (TERBUKA)
Pengendalian dan Penanganan Perdarahan Luar
1. Tekan luka dengan jari atau telapak tangan (gunakan sarung tangan).
2. Tinggikan anggota tubuh yang cedera lebih tinggi dari jantung untuk
mengurangi kehilangan darah.
3. Tekan pada titik tekan , yaitu arteri di atas daerah yang mengalami
perdarahan. Ada beberapa titik tekan yaitu :
- Arteri Brakialis (arteri di lengan atas)
- Arteri Radialis (arteri di pergelangan tangan)
- Arteri Femoralis (arteri di lipatan paha)
Penanganan Perdarahan Luar
1. Pakai APD agar tidak terkena darah atau cairan tubuh penderita
2. Jangan menyentuh mulut,hidung,mata dan makanan sewaktu memberi
perawatan
3. Cucilah tangan setelah selesai membeikan perawatan
4. Buang bahan yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh penderita
dengan baik .
enturan dengan benda tumpul merupakan penyebab utama cedera
dalam dan perdarahan dalam. Kehilangan darah pada perdarahan dalam
Btidak terlihat karena kulitnya masih utuh dan mengingat perdarahan
dalam tidak terlihat, kecurigaan adanya perdarahan dalam harus dinilai dari
pemeriksaan fisik lengkap termasuk wawancara dan menganalisa mekanisme
kejadian .
Beberapa perdarahan dalam yang dapat dikenali antara lain :
- Cedera pada bagian luar tubuh yang mungkin merupakan petunjuk bagian
dalam juga mengalami cedera
- Adanya memar disertai adanya nyeri pada tubuh, pembengkakan terutama
diatas alat tubuh penting
- Nyeri,bengkak dan perubahan bentuk pada alat gerak
- Nyeri tekan atau kekakuan pada diding perut
- Muntah darah
- Buang air besar berdarah, baik darah segar maupun darah hitam
- Luka tusuk, khususnya pada batang tubuh
- Darah atau cairan mengalir dari hidung dan telinga
- Buang air kecil campur darah
PERDARAHAN DALAM (TERTUTUP)
25Penanganan Perdarahan dalam
1.Baringkan penderita
2.Periksa dan pertahankan Air Breath Circulation (ABC)
3.Periksa pernapasan dan nadi secara berkala
4.Rawat sebagai syok (lihat syok)
5.Jangan berikan makan atau minum
6.Segera bawa kefasilitas kesehatan terdekat
yok adalah suatu kondisi dimana beberapa sel dan organ tubuh vital (terutama
otak, jantung dan paru-paru) tidak cukup mendapat aliran darah yang
Smengandung oksigen dan bahan nutrisi.
Kenapa syok terjadi?
1. kegagalan jantung memompa darah
2. Kehilangan darah dalam jumlah besar
3. Pelebaran pembuluh darah yang luas (dilatsi)
SYOK
26
Waspadai Syok! berikut adalah
Tanda dan gejalanya
Tanda:
1. Nadi cepat dan lemah
2. Nafas cepat dan dangkal
3. Kulit pucat dingin dan lembab
4. Wajah pucat dan kebiruan (sianosis)
pada bibir ,lidah dan cuping telinga
5. Pandangan hampa dan pupil mata
melebar
6. Pe r u b a h a n k e a d a a n me n t a l
(gelisah,cemas)
Gejala:
1. Mual, mungkin disertai muntah
2. Haus
3. Lemah
4. Pusing (Vertigo)
5. Tidak nyaman dan takut
Bagaimana menanganinya?
1. Bawa penderita ketempat teduh dan
aman
2. Tidurkan telentang
3. Tinggikan tungkai
4. Longgarkan pakaian penderita
5. Selimuti agar tidak kehilangan panas
tubuh
6. Jaga agar jalan nafas tetap baik
7. Kontrol Perdarahan dan rawat cedera
lainnya bila ada
8. Jangan beri makan dan minum
9. Periksa tanda vital secara berkala
10. Rujuk ke fasilitas kesehatan .
CEDERA SISTEM
OTOT RANGKA
27Penanganan Perdarahan dalam
1.Baringkan penderita
2.Periksa dan pertahankan Air Breath Circulation (ABC)
3.Periksa pernapasan dan nadi secara berkala
4.Rawat sebagai syok (lihat syok)
5.Jangan berikan makan atau minum
6.Segera bawa kefasilitas kesehatan terdekat
yok adalah suatu kondisi dimana beberapa sel dan organ tubuh vital (terutama
otak, jantung dan paru-paru) tidak cukup mendapat aliran darah yang
Smengandung oksigen dan bahan nutrisi.
Kenapa syok terjadi?
1. kegagalan jantung memompa darah
2. Kehilangan darah dalam jumlah besar
3. Pelebaran pembuluh darah yang luas (dilatsi)
SYOK
26
Waspadai Syok! berikut adalah
Tanda dan gejalanya
Tanda:
1. Nadi cepat dan lemah
2. Nafas cepat dan dangkal
3. Kulit pucat dingin dan lembab
4. Wajah pucat dan kebiruan (sianosis)
pada bibir ,lidah dan cuping telinga
5. Pandangan hampa dan pupil mata
melebar
6. Pe r u b a h a n k e a d a a n me n t a l
(gelisah,cemas)
Gejala:
1. Mual, mungkin disertai muntah
2. Haus
3. Lemah
4. Pusing (Vertigo)
5. Tidak nyaman dan takut
Bagaimana menanganinya?
1. Bawa penderita ketempat teduh dan
aman
2. Tidurkan telentang
3. Tinggikan tungkai
4. Longgarkan pakaian penderita
5. Selimuti agar tidak kehilangan panas
tubuh
6. Jaga agar jalan nafas tetap baik
7. Kontrol Perdarahan dan rawat cedera
lainnya bila ada
8. Jangan beri makan dan minum
9. Periksa tanda vital secara berkala
10. Rujuk ke fasilitas kesehatan .
CEDERA SISTEM
OTOT RANGKA
27CEDERA SISTEM OTOT RANGKA
alam setiap kegiatan kita sehari-hari terkadang ada saja yang bisa
menyebabkan kita mengalami cedera sistem otot dan rangka hingga kita
Dmerasa sangat sakit dan sulit untuk memfungsikan alat gerak.
Cedera otot rangka merupakan salah satu bentuk cedera yang paling
banyak dijumpai di lapangan, mulai dari yang ringan sampai yang mengancam
nyawa. Tanpa memandang berat atau ringannya kasus yang dihadapi,
penangan yang baik dapat membantu mencegah terjadinya cacat tetap.
Supaya kita tidak salah dalam memberikan pertolongan, yang berikut ini wajib
dibaca.
Secara umum cedera otot rangka dapat berupa :
1. Patah tulang ( Fraktur )
2. Cerai sendi ( Dislokasi )
3. Terkilir otot ( Strain )
4. Terkilir sendi ( Sprain )
Lebih tau tentang Bentuk cedera otot rangka
Patah Tulang adalah terputusnya jaringan tulang
Waspadai Gejala dan Tandanya! patah tulang :
- Perubahan bentuk
- Nyeri dan kaku
- Terdengar suara berderik pada daerah yang patah
- Terjadinya pembengkakan
- Adanya memar
- Ujung tulang terlihat
- Adanya gangguan peredaran perdarahan
Jenis Patah Tulang
- Patah tulang terbuka
• Bagian tulang yang patah berhubungan dengan udara luar
- Patah tulang tertutup
• Bagian tulang yang patah tidak berhubungan dengan udara luar
1. Patah Tulang
Patah Tulang Tertutup
Patah Tulang Terbuka
28 29
Nah... untuk cedera otot rangka, kita bisa menolongnya dengan pembidaian
Apa itu pembidaian?
Pembidaian adalah pemakaian suatu alat Bantu untuk menghindari
pergerakan, melindungi dan menstabilkan bagian tubuh yang cedera.
Pentingnya Pembidaian
Pembidaian bertujuan untuk :
- Mencegah pergerakan atau pergeseran dari ujung tulang yang patah
- Mengurangi cidera yang baru disekitar bagian tulang yang patah
- Mengistirahatkan anggota badan yang patah
- Mengurangi rasa nyeri
- Mengurangi perdarahan
- Mempercepat penyembuhan
Selain itu kita juga perlu mengenal Macam – macam Bidai. Alat yang bisa
difungsikan sebagai bidai?
- Bidai Keras
Dibuat dari bahan yang keras dan kaku untuk mencegah pergerakan bagian
yang cedera. Bahan yang sering dipakai adalah kayu, alumunium, karton,
plastic atau bahan lain yang kuat dan ringan. Contoh : BIdai kayu, bidai
tiup, bidai vakum
- Bidai yang dapat dibentuk
Jenis bidai ini dapat diubah menjadi berbagai bentuk dan kombinasi untuk
disesuaikan dengan bentuk cedera . Contoh : Bidai vakum, bantal,
selimut, karton, bidai kawat.
- Bidai Traksi
Bidai bentuk jadi dan bervariasi tergantung dari pembuatannya.Hanya
digunakan oleh tenaga yang terlatih khusus, umumnya dipakai pada patah
tulang paha
- Gendongan atau Blat dan Bebat
Pembidaian dengan menggunakan pembalut, umunya dipakai
mitela.Prinsipnya adalah memanfaatkan tubuh penderita sebagai sarana
untuk menghentikan pergerakan daerah cedera. Contoh : Gendongan
lengan.
- Bidai Improvisasi
Bila tidak tersedia bidai jadi, maka penolong dituntut mampu
berimprovisasi membuat bidau yang cukup kuat dan ringan untuk
menopang bagian tubuh yang cedera.Contoh : majalah, Koran, karton dll.CEDERA SISTEM OTOT RANGKA
alam setiap kegiatan kita sehari-hari terkadang ada saja yang bisa
menyebabkan kita mengalami cedera sistem otot dan rangka hingga kita
Dmerasa sangat sakit dan sulit untuk memfungsikan alat gerak.
Cedera otot rangka merupakan salah satu bentuk cedera yang paling
banyak dijumpai di lapangan, mulai dari yang ringan sampai yang mengancam
nyawa. Tanpa memandang berat atau ringannya kasus yang dihadapi,
penangan yang baik dapat membantu mencegah terjadinya cacat tetap.
Supaya kita tidak salah dalam memberikan pertolongan, yang berikut ini wajib
dibaca.
Secara umum cedera otot rangka dapat berupa :
1. Patah tulang ( Fraktur )
2. Cerai sendi ( Dislokasi )
3. Terkilir otot ( Strain )
4. Terkilir sendi ( Sprain )
Lebih tau tentang Bentuk cedera otot rangka
Patah Tulang adalah terputusnya jaringan tulang
Waspadai Gejala dan Tandanya! patah tulang :
- Perubahan bentuk
- Nyeri dan kaku
- Terdengar suara berderik pada daerah yang patah
- Terjadinya pembengkakan
- Adanya memar
- Ujung tulang terlihat
- Adanya gangguan peredaran perdarahan
Jenis Patah Tulang
- Patah tulang terbuka
• Bagian tulang yang patah berhubungan dengan udara luar
- Patah tulang tertutup
• Bagian tulang yang patah tidak berhubungan dengan udara luar
1. Patah Tulang
Patah Tulang Tertutup
Patah Tulang Terbuka
28 29
Nah... untuk cedera otot rangka, kita bisa menolongnya dengan pembidaian
Apa itu pembidaian?
Pembidaian adalah pemakaian suatu alat Bantu untuk menghindari
pergerakan, melindungi dan menstabilkan bagian tubuh yang cedera.
Pentingnya Pembidaian
Pembidaian bertujuan untuk :
- Mencegah pergerakan atau pergeseran dari ujung tulang yang patah
- Mengurangi cidera yang baru disekitar bagian tulang yang patah
- Mengistirahatkan anggota badan yang patah
- Mengurangi rasa nyeri
- Mengurangi perdarahan
- Mempercepat penyembuhan
Selain itu kita juga perlu mengenal Macam – macam Bidai. Alat yang bisa
difungsikan sebagai bidai?
- Bidai Keras
Dibuat dari bahan yang keras dan kaku untuk mencegah pergerakan bagian
yang cedera. Bahan yang sering dipakai adalah kayu, alumunium, karton,
plastic atau bahan lain yang kuat dan ringan. Contoh : BIdai kayu, bidai
tiup, bidai vakum
- Bidai yang dapat dibentuk
Jenis bidai ini dapat diubah menjadi berbagai bentuk dan kombinasi untuk
disesuaikan dengan bentuk cedera . Contoh : Bidai vakum, bantal,
selimut, karton, bidai kawat.
- Bidai Traksi
Bidai bentuk jadi dan bervariasi tergantung dari pembuatannya.Hanya
digunakan oleh tenaga yang terlatih khusus, umumnya dipakai pada patah
tulang paha
- Gendongan atau Blat dan Bebat
Pembidaian dengan menggunakan pembalut, umunya dipakai
mitela.Prinsipnya adalah memanfaatkan tubuh penderita sebagai sarana
untuk menghentikan pergerakan daerah cedera. Contoh : Gendongan
lengan.
- Bidai Improvisasi
Bila tidak tersedia bidai jadi, maka penolong dituntut mampu
berimprovisasi membuat bidau yang cukup kuat dan ringan untuk
menopang bagian tubuh yang cedera.Contoh : majalah, Koran, karton dll.30
Pedoman umum pembidaian
- Sampaikan rencana tindakan kepada penderita
- Pastikan bagian yuang cedera dapat dilihat dan rawat perdarahan bila
ada
- Nilai gerakan sensasi-sirkulasi pada bagian daerah luka sebelum
menggerakan pembidaian
- Siapkan alat seperlunya (bidai dan, mitella)
- Upayakan tidak mengubah posisi yang cidera
- Jangan memasukan bagian tulang yang patah
- Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah
- Ikatan jangan terlalu keras dan jangan longgar
- Ikatan harus cukup jumlahnya dimulai dari sendi yang banyak bergerak
- Selesai dilakukan pembidaian dilakukan pemeriksaan GSS kembali,
bandingkan dengan pemerikasaan GSS yang pertama
Cerai sendi adalah keluarnya kepala sendi dari mangkok sendi.
Penyebab :
- Sendi teregang melebihi batas normal sehingga kedua ujung tulang
terpisah dan tidak pada tempatnya. Jaringan ikat sendi bisa tertarik
melebihi batas normal dan mungkin sampai robek
Waspadai Gejala dan Tandanya! :
- Secara umum berupa patah tulang yang terbatas pada daerah sendi.
Terkilir otot adalah robeknya jaringan otot pada ekor otot (Tendon), karena
teregang melebihi batas normal.
Penyebab :
- Umumnya terjadi karena pembebanan secara tiba-tiba pada otot
tertentu.Hal ini sering terjadi pada cedera olahraga karena : karena :
- Latihan peregangan tidah cukup
- Latihan peregangan tidak benar
- Teregang melampaui kemampuan
- Gerakan yang tidak benar
Waspadai Gejala dan Tandanya! :
- Nyeri yang mendadak pada daerah otot yang tertentu
- Nyeri menyebar keluar disertai kejang dan kaku otot
- Bengkak pada daerah cedera
2.Cerai Sendi (Dislokasi)
3.Terkilir Otot (Strain)
4.Terkilir Sendi (Sprain)
Terkilir Sendi adalah robek atau putusnya jaringan ikat sekitar sendi karena
sendi teregang melebihi batas normal .
Penyebab :
Terpeleset, gerakan yang salah .
Waspadai Gejala dan Tandanya!
- Bengkak
- Nyeri Gerak
- Nyeri Tekan
- Warna kulit merah kebiruan
Pertolongan cedera pada sistem otot rangka:
- Lakukan penilaian dini.
- Lakukan pemeriksaan Fisik
- Stabilkan bagian yang patah secara manual
- Upayakan yang diduga patah dapat dilihat
- Atasi perdarahan dan rawat luka bila ada
- Siapkan alat-alat seperlunya ( bidai dan mitella )
- LAKUKAN PEMBIDAIAN……!!!
- Kurangi rasa sakit
- Baringkan penderita pada posisi yang nyaman.
Penanganan Terkilir :
- Letakkan penderita dalam
pos i s i yang nyaman,
istirahatkan bagian yang
cedera
- Tinggikan bagian yang
cedera
- Ber i k ompres ding in
maksimum 3 menit, ulangi
setiap jam bila perlu
- Balut tekan dan tetap
tinggikan
- Rawat sebagai patah tulang
- Rujuk ke fasilitas kesehatan
3130
Pedoman umum pembidaian
- Sampaikan rencana tindakan kepada penderita
- Pastikan bagian yuang cedera dapat dilihat dan rawat perdarahan bila
ada
- Nilai gerakan sensasi-sirkulasi pada bagian daerah luka sebelum
menggerakan pembidaian
- Siapkan alat seperlunya (bidai dan, mitella)
- Upayakan tidak mengubah posisi yang cidera
- Jangan memasukan bagian tulang yang patah
- Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah
- Ikatan jangan terlalu keras dan jangan longgar
- Ikatan harus cukup jumlahnya dimulai dari sendi yang banyak bergerak
- Selesai dilakukan pembidaian dilakukan pemeriksaan GSS kembali,
bandingkan dengan pemerikasaan GSS yang pertama
Cerai sendi adalah keluarnya kepala sendi dari mangkok sendi.
Penyebab :
- Sendi teregang melebihi batas normal sehingga kedua ujung tulang
terpisah dan tidak pada tempatnya. Jaringan ikat sendi bisa tertarik
melebihi batas normal dan mungkin sampai robek
Waspadai Gejala dan Tandanya! :
- Secara umum berupa patah tulang yang terbatas pada daerah sendi.
Terkilir otot adalah robeknya jaringan otot pada ekor otot (Tendon), karena
teregang melebihi batas normal.
Penyebab :
- Umumnya terjadi karena pembebanan secara tiba-tiba pada otot
tertentu.Hal ini sering terjadi pada cedera olahraga karena : karena :
- Latihan peregangan tidah cukup
- Latihan peregangan tidak benar
- Teregang melampaui kemampuan
- Gerakan yang tidak benar
Waspadai Gejala dan Tandanya! :
- Nyeri yang mendadak pada daerah otot yang tertentu
- Nyeri menyebar keluar disertai kejang dan kaku otot
- Bengkak pada daerah cedera
2.Cerai Sendi (Dislokasi)
3.Terkilir Otot (Strain)
4.Terkilir Sendi (Sprain)
Terkilir Sendi adalah robek atau putusnya jaringan ikat sekitar sendi karena
sendi teregang melebihi batas normal .
Penyebab :
Terpeleset, gerakan yang salah .
Waspadai Gejala dan Tandanya!
- Bengkak
- Nyeri Gerak
- Nyeri Tekan
- Warna kulit merah kebiruan
Pertolongan cedera pada sistem otot rangka:
- Lakukan penilaian dini.
- Lakukan pemeriksaan Fisik
- Stabilkan bagian yang patah secara manual
- Upayakan yang diduga patah dapat dilihat
- Atasi perdarahan dan rawat luka bila ada
- Siapkan alat-alat seperlunya ( bidai dan mitella )
- LAKUKAN PEMBIDAIAN……!!!
- Kurangi rasa sakit
- Baringkan penderita pada posisi yang nyaman.
Penanganan Terkilir :
- Letakkan penderita dalam
pos i s i yang nyaman,
istirahatkan bagian yang
cedera
- Tinggikan bagian yang
cedera
- Ber i k ompres ding in
maksimum 3 menit, ulangi
setiap jam bila perlu
- Balut tekan dan tetap
tinggikan
- Rawat sebagai patah tulang
- Rujuk ke fasilitas kesehatan
31Pertolongan pada beberapa cedera alat gerak :
1. Cedera bahu
Dislokasi bahu adalah cedera yang paling sering terjadi di daerah bahu. Bila terjadi patah tulang
selangka, mungkin terlihat rongga pada daerah lengan atas di bawah tulang selangka. Pada cedera ini
tindakan yang paling baik adalah memasang gendongan.
2. Cedera Patah tulang lengan atas
Tulang lengan atas merupakan tulang yang cukup tebal dan kuat, bila tulang ini cedera waspadailah
cedera jaringan disekitarnya. Pertolongan :
- Letakkan lengan bawah di dada dengan telapak tangan menghadap kedalam
- Pasang bidai sampai siku
- Ikat di daerah diatas dan diaerah yang patah
- Lengan bawah digendong
- Jika siku juga patah dan tangan tidak dapat dilipat, pasang bidai sampai ke lengan bawah, dan
biarkan tangan tergantung, tidak usah digendong.
- Rujuk ke fasilitas kesehatan
3. Cedera patah tulang lengan bawah
Cedera di daerah lengan bawah dan pergelangan tangan merupakan cedera yang sering ditemukan.
Pertolongan :
- letakkan tangan di dada
- Pasang bidai dari siku sampai tangan
- Ikat pada daerah diatas dan dibawah tulang yang patah
- Lengan digendong
- Rujuk ke fasilitas kesehatan
4. Cedera tangan dan jari
Tangan yang cedera harus dibidai pada posisi fungsional. Cara paling mudah adalah dengan
meletakkan benda dalam telapak tangan, lalu membalut tangan tersebut dan meletakkannya diatas
bidai. Bila yang cedera adalah jari, maka ikatlah jari tersebut dengan jari disebelahnya. Bila yang
cedera lebih dari satu jari maka bidailah seluruh tangan
5. Patah tulang paha
Perubahan bentuk pada patah tulang paha biasanya terlihat dengan jelas, disamping nyeri dan
pembengkakkan. Pertolongan :
- Pasang dua bidai dari :
? Ketiak sampai sedikit melewati telapak kaki
? Lipatan paha sampai sedikit melewati telapak kaki
- Beri bantalan kapas atau kain antara bidai dengan tungkai yang patah
- Bila perlu ikat kedua kaki diatas lutut dan pergelangan kaki – telapak kaki dengan pembalut
untuk mengurangi pergerakan.
- Rujuk ke fasilitas Kesehatan
Catatan :
- Patah tulang paha dapat menimbulkan perdarahan dalam, sehingga penderita dapat
mengalami syok
- Bila ada patah tulang terbuka, atasi perdarahan dan rawat lukanya
6. Cedera Lutut
Bila lutut berada dalam posisi tertekuk maka bidailah dalam posisi tersebut dan bila lurus maka bidailah
dalam posisi lurus. Cara membidainya sama seperti patah tulang paha .
7. Patah tulang tungkai bawah
Umumnya kedua tulang tungkai bawah mengalami cedera bersamaan. Letaknya yang sangat dekat
denganpermukaan kulit menyebabkan cedera ini sering berupa patah tulang terbuka . Pertolongan :
? Pasang 2 bidai disebelah luar dan dalam tungkai yang patah dari lipatan paha sampai sedikit
melewati telapak kaki.
? Beri bantalan kapas atau kain antara bidai atau kain.
32
LUKA BAKAR
33Pertolongan pada beberapa cedera alat gerak :
1. Cedera bahu
Dislokasi bahu adalah cedera yang paling sering terjadi di daerah bahu. Bila terjadi patah tulang
selangka, mungkin terlihat rongga pada daerah lengan atas di bawah tulang selangka. Pada cedera ini
tindakan yang paling baik adalah memasang gendongan.
2. Cedera Patah tulang lengan atas
Tulang lengan atas merupakan tulang yang cukup tebal dan kuat, bila tulang ini cedera waspadailah
cedera jaringan disekitarnya. Pertolongan :
- Letakkan lengan bawah di dada dengan telapak tangan menghadap kedalam
- Pasang bidai sampai siku
- Ikat di daerah diatas dan diaerah yang patah
- Lengan bawah digendong
- Jika siku juga patah dan tangan tidak dapat dilipat, pasang bidai sampai ke lengan bawah, dan
biarkan tangan tergantung, tidak usah digendong.
- Rujuk ke fasilitas kesehatan
3. Cedera patah tulang lengan bawah
Cedera di daerah lengan bawah dan pergelangan tangan merupakan cedera yang sering ditemukan.
Pertolongan :
- letakkan tangan di dada
- Pasang bidai dari siku sampai tangan
- Ikat pada daerah diatas dan dibawah tulang yang patah
- Lengan digendong
- Rujuk ke fasilitas kesehatan
4. Cedera tangan dan jari
Tangan yang cedera harus dibidai pada posisi fungsional. Cara paling mudah adalah dengan
meletakkan benda dalam telapak tangan, lalu membalut tangan tersebut dan meletakkannya diatas
bidai. Bila yang cedera adalah jari, maka ikatlah jari tersebut dengan jari disebelahnya. Bila yang
cedera lebih dari satu jari maka bidailah seluruh tangan
5. Patah tulang paha
Perubahan bentuk pada patah tulang paha biasanya terlihat dengan jelas, disamping nyeri dan
pembengkakkan. Pertolongan :
- Pasang dua bidai dari :
? Ketiak sampai sedikit melewati telapak kaki
? Lipatan paha sampai sedikit melewati telapak kaki
- Beri bantalan kapas atau kain antara bidai dengan tungkai yang patah
- Bila perlu ikat kedua kaki diatas lutut dan pergelangan kaki – telapak kaki dengan pembalut
untuk mengurangi pergerakan.
- Rujuk ke fasilitas Kesehatan
Catatan :
- Patah tulang paha dapat menimbulkan perdarahan dalam, sehingga penderita dapat
mengalami syok
- Bila ada patah tulang terbuka, atasi perdarahan dan rawat lukanya
6. Cedera Lutut
Bila lutut berada dalam posisi tertekuk maka bidailah dalam posisi tersebut dan bila lurus maka bidailah
dalam posisi lurus. Cara membidainya sama seperti patah tulang paha .
7. Patah tulang tungkai bawah
Umumnya kedua tulang tungkai bawah mengalami cedera bersamaan. Letaknya yang sangat dekat
denganpermukaan kulit menyebabkan cedera ini sering berupa patah tulang terbuka . Pertolongan :
? Pasang 2 bidai disebelah luar dan dalam tungkai yang patah dari lipatan paha sampai sedikit
melewati telapak kaki.
? Beri bantalan kapas atau kain antara bidai atau kain.
32
LUKA BAKAR
33LUKA BAKAR
34
ada dasarnya manusia memerlukan panas untuk kehidupan sehari-hari.
Misalnya untuk memasak dan menyetrika. Terkadang ketidak sengajaan,
Psumber panas itu secar langsung maupun tidak langsung mengenai tubuh
kita maka akan menimbulkan cedera. Cedera inilah yang dinamakan luka
bakar .
Jadi pengertian luka bakar yaitu semua cedera yang terjadi
akibat paparan suhu yang tinggi.
Penyebab Luka Bakar
1. Panas (Suhu Diatas 60º), contoh : Api, Uap panas, Benda panas
2. Listrik, Contoh : Listrik Rumah tangga, Petir
3. Kimia, Contoh : Soda Api, Air aki (Zuur)
4. Radiasi, Contoh : Sinar Matahari (Ultra Violet), Bahan Radioaktif
Penggolongan Luka Bakar
Berdasarkan luas lapisan kulit yang mengalami cedera, luka bakar
dikelompokkan menjadi :
1. Luka Bakar Derajat Satu (Permukaan) meliputi permukaan kulit yang
paling atas (kulit Ari/Epidermis)
2. Luka Bakar Derajat Dua. Sedikit lebih dalam
3. Luka Bakar Derajat Tiga. Lapisan yang terkena tidak terbatas bahkan
sampai kedalam tulang dan rongga dalam.
uh dengan prosentase sembilan per daerah tubuh (lihat gambar hukum 9)
ada dasarnya manusia memerlukan panas untuk kehidupan sehari-hari.
Misalnya untuk memasak dan menyetrika. Terkadang ketidak sengajaan,
Psumber panas itu secar langsung maupun tidak langsung mengenai tubuh
kita maka akan menimbulkan cedera. Cedera inilah yang dinamakan luka
bakar .
Jadi pengertian luka bakar yaitu semua cedera yang terjadi
akibat paparan suhu yang tinggi.
Penyebab Luka Bakar
1. Panas (Suhu Diatas 60º), contoh : Api, Uap panas, Benda panas
2. Listrik, Contoh : Listrik Rumah tangga, Petir
3. Kimia, Contoh : Soda Api, Air aki (Zuur)
4. Radiasi, Contoh : Sinar Matahari (Ultra Violet), Bahan Radioaktif
Penggolongan Luka Bakar
Berdasarkan luas lapisan kulit yang mengalami cedera, luka bakar
dikelompokkan menjadi :
1. Luka Bakar Derajat Satu (Permukaan) meliputi permukaan kulit yang
paling atas (kulit Ari/Epidermis)
2. Luka Bakar Derajat Dua. Sedikit lebih dalam
3. Luka Bakar Derajat Tiga. Lapisan yang terkena tidak terbatas bahkan
sampai kedalam tulang dan rongga dalam.
uh dengan prosentase sembilan per daerah tubuh (lihat gambar hukum 9)
Luka Bakar Derajat Satu Luka Bakar Derajat Dua Luka Bakar Derajat Tiga
4,5%
4,5% 4,5%
4,5%
4,5%
18%
9% 9% 9% 9%
18%
4,5%
1%
Hukum 9 pada orang dewasa
4,5%
4,5%
4,5% 4,5%
9% 9%
18% 18%
7% 7%
7% 7%
Hukum 9 pada orang anak-anak
35
Luas permukaan luka bakar
Dalam penangan luka bakar dan penentuan derajat berat luka bakar , luas
permukaan tubuh yang mengalami luka bakar sangat berperan. Pedoman
untuk memperkirakan luas daerah yang terbakar dilakukan dengan Hukum 9
(rule of nine) yaitu dengan membagi daerah tubLUKA BAKAR
34
ada dasarnya manusia memerlukan panas untuk kehidupan sehari-hari.
Misalnya untuk memasak dan menyetrika. Terkadang ketidak sengajaan,
Psumber panas itu secar langsung maupun tidak langsung mengenai tubuh
kita maka akan menimbulkan cedera. Cedera inilah yang dinamakan luka
bakar .
Jadi pengertian luka bakar yaitu semua cedera yang terjadi
akibat paparan suhu yang tinggi.
Penyebab Luka Bakar
1. Panas (Suhu Diatas 60º), contoh : Api, Uap panas, Benda panas
2. Listrik, Contoh : Listrik Rumah tangga, Petir
3. Kimia, Contoh : Soda Api, Air aki (Zuur)
4. Radiasi, Contoh : Sinar Matahari (Ultra Violet), Bahan Radioaktif
Penggolongan Luka Bakar
Berdasarkan luas lapisan kulit yang mengalami cedera, luka bakar
dikelompokkan menjadi :
1. Luka Bakar Derajat Satu (Permukaan) meliputi permukaan kulit yang
paling atas (kulit Ari/Epidermis)
2. Luka Bakar Derajat Dua. Sedikit lebih dalam
3. Luka Bakar Derajat Tiga. Lapisan yang terkena tidak terbatas bahkan
sampai kedalam tulang dan rongga dalam.
uh dengan prosentase sembilan per daerah tubuh (lihat gambar hukum 9)
ada dasarnya manusia memerlukan panas untuk kehidupan sehari-hari.
Misalnya untuk memasak dan menyetrika. Terkadang ketidak sengajaan,
Psumber panas itu secar langsung maupun tidak langsung mengenai tubuh
kita maka akan menimbulkan cedera. Cedera inilah yang dinamakan luka
bakar .
Jadi pengertian luka bakar yaitu semua cedera yang terjadi
akibat paparan suhu yang tinggi.
Penyebab Luka Bakar
1. Panas (Suhu Diatas 60º), contoh : Api, Uap panas, Benda panas
2. Listrik, Contoh : Listrik Rumah tangga, Petir
3. Kimia, Contoh : Soda Api, Air aki (Zuur)
4. Radiasi, Contoh : Sinar Matahari (Ultra Violet), Bahan Radioaktif
Penggolongan Luka Bakar
Berdasarkan luas lapisan kulit yang mengalami cedera, luka bakar
dikelompokkan menjadi :
1. Luka Bakar Derajat Satu (Permukaan) meliputi permukaan kulit yang
paling atas (kulit Ari/Epidermis)
2. Luka Bakar Derajat Dua. Sedikit lebih dalam
3. Luka Bakar Derajat Tiga. Lapisan yang terkena tidak terbatas bahkan
sampai kedalam tulang dan rongga dalam.
uh dengan prosentase sembilan per daerah tubuh (lihat gambar hukum 9)
Luka Bakar Derajat Satu Luka Bakar Derajat Dua Luka Bakar Derajat Tiga
4,5%
4,5% 4,5%
4,5%
4,5%
18%
9% 9% 9% 9%
18%
4,5%
1%
Hukum 9 pada orang dewasa
4,5%
4,5%
4,5% 4,5%
9% 9%
18% 18%
7% 7%
7% 7%
Hukum 9 pada orang anak-anak
35
Luas permukaan luka bakar
Dalam penangan luka bakar dan penentuan derajat berat luka bakar , luas
permukaan tubuh yang mengalami luka bakar sangat berperan. Pedoman
untuk memperkirakan luas daerah yang terbakar dilakukan dengan Hukum 9
(rule of nine) yaitu dengan membagi daerah tubPenangangan Luka Bakar :
1. Alirkan air biasa ke daerah yang luka, bila ada bahan kimia alirkan air
terus menerus selama 20 menit atau lebih
2. Lepaskan pakaian dan perhiasan, jika pakaian melekat pada luka bakar
gunting sekitarnya jangan memaksa untuk melepasnya
3. Tutup luka bakar , gunakan penutup luka steril (kassa Steril), jangan
memecahkan gelembung.
4. Jangan gunakan mentega, odol, oli, kecap, kopi, air es.
5. Rujuk ke fasilitas kesehatan
36
ES
PEMINDAHAN
KORBAN
37Penangangan Luka Bakar :
1. Alirkan air biasa ke daerah yang luka, bila ada bahan kimia alirkan air
terus menerus selama 20 menit atau lebih
2. Lepaskan pakaian dan perhiasan, jika pakaian melekat pada luka bakar
gunting sekitarnya jangan memaksa untuk melepasnya
3. Tutup luka bakar , gunakan penutup luka steril (kassa Steril), jangan
memecahkan gelembung.
4. Jangan gunakan mentega, odol, oli, kecap, kopi, air es.
5. Rujuk ke fasilitas kesehatan
36
ES
PEMINDAHAN
KORBAN
37PEMINDAHAN KORBAN
etelah melakukan penilaian keadaan dan penilaian dini, selanjutnya kita
menentukan prioritas pemindahan penderita. Beberapa pertanyaan yang
Smungkin terjadi adalah:
a. Kapan saatnya penderita dipindahkan
b. Apakan penilaian dan pemeriksaan penderita harus selesai sebelum
pemindahan
c. Berapa lamakah tulang belakang harus dijaga ( stabilisasi manual )
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemindahan
penderita:
1. Nilai kesulitan yang mungkin terjadi pada saat pemindahan
2. Rencanakan gerakan sebelum mengangkat dan memindahkan
penderita
3. Jangan memindahkan dan mengangkat penderita jika tidak mampu
4. Gunakan otot tungkai, panggul serta otot perut. Hindari mengangkat
dengan otot punggung dan membungkuk.
5. Jaga keseimbangan
6. Rapatkan tubuh penderita dengan tubuh penolong saat memindahkan
dan mengangkat penderita.
7. Perbaiki posisi dan angkatlah secara bertahap
Prinsip dasar pemindahan penderita :
1. Jangan dilakukan jika tidak perlu
2. Melakukan sesuai dengan cara yang benar
3. Kondisi Fisik Penolong harus baik dan terlatih
Tidak ada definisi yang pasti kapan seorang penderita harus dipindahkan.
Sebagai pedoman dapat dikatakan bahwa bila tidak ada bahaya berikan
pertolongan dulu baru pindahkan penderita. Bila situasi dan kondisi
dilapangan relative tidak aman mungkin harus dilakukan pemindahan
penderita terlebih dahulu.
38 39
Berdasarkan keselamatan penolong dan penderita, pemindahan penderita
digolongkan menjadi 2 bagian :
1. Pemindahan Darurat
Pemindahan darurat dilakukan bila ada bahaya yang mengancam bagi
penderita dan penolong. Contoh :
- Ancaman Kebakaran
- Ancaman Ledakan
- Ancaman Bangunan runtuh
- Ancaman mobil terguling bensin tumpah
- Adanya bahan-bahan berbahaya
- Orang sekitar yang berprilaku aneh
- Kondisi cuaca yang buruk
Contoh Cara pemindahan Darurat :
- Tarikan lengan
- Tarikan Bahu
- Tarikan Baju
- Tarikan selimut
British Red Cross British Red CrossPEMINDAHAN KORBAN
etelah melakukan penilaian keadaan dan penilaian dini, selanjutnya kita
menentukan prioritas pemindahan penderita. Beberapa pertanyaan yang
Smungkin terjadi adalah:
a. Kapan saatnya penderita dipindahkan
b. Apakan penilaian dan pemeriksaan penderita harus selesai sebelum
pemindahan
c. Berapa lamakah tulang belakang harus dijaga ( stabilisasi manual )
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemindahan
penderita:
1. Nilai kesulitan yang mungkin terjadi pada saat pemindahan
2. Rencanakan gerakan sebelum mengangkat dan memindahkan
penderita
3. Jangan memindahkan dan mengangkat penderita jika tidak mampu
4. Gunakan otot tungkai, panggul serta otot perut. Hindari mengangkat
dengan otot punggung dan membungkuk.
5. Jaga keseimbangan
6. Rapatkan tubuh penderita dengan tubuh penolong saat memindahkan
dan mengangkat penderita.
7. Perbaiki posisi dan angkatlah secara bertahap
Prinsip dasar pemindahan penderita :
1. Jangan dilakukan jika tidak perlu
2. Melakukan sesuai dengan cara yang benar
3. Kondisi Fisik Penolong harus baik dan terlatih
Tidak ada definisi yang pasti kapan seorang penderita harus dipindahkan.
Sebagai pedoman dapat dikatakan bahwa bila tidak ada bahaya berikan
pertolongan dulu baru pindahkan penderita. Bila situasi dan kondisi
dilapangan relative tidak aman mungkin harus dilakukan pemindahan
penderita terlebih dahulu.
38 39
Berdasarkan keselamatan penolong dan penderita, pemindahan penderita
digolongkan menjadi 2 bagian :
1. Pemindahan Darurat
Pemindahan darurat dilakukan bila ada bahaya yang mengancam bagi
penderita dan penolong. Contoh :
- Ancaman Kebakaran
- Ancaman Ledakan
- Ancaman Bangunan runtuh
- Ancaman mobil terguling bensin tumpah
- Adanya bahan-bahan berbahaya
- Orang sekitar yang berprilaku aneh
- Kondisi cuaca yang buruk
Contoh Cara pemindahan Darurat :
- Tarikan lengan
- Tarikan Bahu
- Tarikan Baju
- Tarikan selimut
British Red Cross British Red Cross2. Pemindahan Biasa
Pemindahan biasa dilakukan jika keadaan tidak membahayakan penderita
maupun penolong.
Teknik angkat langsung dengan tiga penolong:
- ke tiga penolong berlutut pada salah satu sisi penderita , jika
memungkinkan beradalah pada sisi yang paling sedikit cedera.
- penolong pertama menyisipkan satu lengan dibawah leher dan
bahu, lengan yang satu disisipkan dibawah punggung penderita.
- penolong kedua menyisipkan tangan dibawah punggung dan bokong
penderita.
- penolong ketiga menyisipkan lengan dibawah bokong dan dibawah
lutut penderita.
- penderita siap diangkat dengan satu perintah.
- angkat penderita keatas lutut ketiga penolong secara bersamaan.
- sisipkan tandu yang akan digunakan dan atur letaknya oleh
penolong yang lain.
- letakkan kembali penderta diatas tandu dengan satu perintah yang
tepat.
- jika akan berjalan tampa memakai tandu, dari langkah no 6
teruskan dengan memiringkan penderita ke dada penolong.
- berdiri secara bersamaan dengan satu perintah.
40
Teknik mengangkat tandu:
Penolong dalam keadaan berjongkok dan akan mengangkat tandu
- Tempatkan kaki pada jarak yang tepat.
- Punggung harus tetap lurus.
- Kencangkan otot punggung dan otot perut. Kepala tetap menghadap
kedepan dalam posisi netral.
- Genggamlah pegangan tandu dengan baik.
- Pada saat mengangkat punggung harus tetap terkunci sebagai poros dan
kekuatan konstraksi otot seluruhnya pada otot tungkai.
- Saat menurunkan tandu lakukan langkah diatas pada urutan
selanjutnya.
412. Pemindahan Biasa
Pemindahan biasa dilakukan jika keadaan tidak membahayakan penderita
maupun penolong.
Teknik angkat langsung dengan tiga penolong:
- ke tiga penolong berlutut pada salah satu sisi penderita , jika
memungkinkan beradalah pada sisi yang paling sedikit cedera.
- penolong pertama menyisipkan satu lengan dibawah leher dan
bahu, lengan yang satu disisipkan dibawah punggung penderita.
- penolong kedua menyisipkan tangan dibawah punggung dan bokong
penderita.
- penolong ketiga menyisipkan lengan dibawah bokong dan dibawah
lutut penderita.
- penderita siap diangkat dengan satu perintah.
- angkat penderita keatas lutut ketiga penolong secara bersamaan.
- sisipkan tandu yang akan digunakan dan atur letaknya oleh
penolong yang lain.
- letakkan kembali penderta diatas tandu dengan satu perintah yang
tepat.
- jika akan berjalan tampa memakai tandu, dari langkah no 6
teruskan dengan memiringkan penderita ke dada penolong.
- berdiri secara bersamaan dengan satu perintah.
40
Teknik mengangkat tandu:
Penolong dalam keadaan berjongkok dan akan mengangkat tandu
- Tempatkan kaki pada jarak yang tepat.
- Punggung harus tetap lurus.
- Kencangkan otot punggung dan otot perut. Kepala tetap menghadap
kedepan dalam posisi netral.
- Genggamlah pegangan tandu dengan baik.
- Pada saat mengangkat punggung harus tetap terkunci sebagai poros dan
kekuatan konstraksi otot seluruhnya pada otot tungkai.
- Saat menurunkan tandu lakukan langkah diatas pada urutan
selanjutnya.
41Teknik angkat anggota gerak
Biasanya diperlukan dua penolong untuk melakukan teknik ini :
- Penolong pertama berada diposisi kepala penderita.
- Lakukan pengangkatan pada lengan penderita.
- Penolong yang lain berdiri diantara dua tungkai penderita, menyelipkan
tangan dan mengangkat ke dua lutut penderita.
- Dengan satu aba- aba kedua penolong dapat memindahkan penderita di
lokasi yang diinginkan.
Posisi penderita
Secara umum posisi penderita tergantung dari cedera yang dialami dan
keadaan pada saat itu. Beberapa pedoman untuk memposisikan penderita :
- Penderita dengan syok. Jika tidak ditemukan tanda-tanda cedera pada
tungkai atas dan tulang belakang tingikka tungkai sekitar 20 – 30 cm.
- Penderita dengan gangguan pernapasan. Posisikan duduk atau setengah
duduk.
- Penderita dengan nyeri perut. Posisikan tidur . Posisikan tidur miring
dengan tungkai ditekuk.
- Penderita Muntah-muntah. Posisikan nyaman dan awasi jalan napas.
- Penderita Trauma, terutama dicurigai cedera tulang belakang (spinal)
harus segera distabilkan dan imobilisasi dengan papan spinal panjang.
- Penderita tidak sadar dan tidak dicurigai ada cedera spinal atau cedera
berat lainnya, posisikan miring stabil.
Posisi terbaik melakukan pemindahan tergantung pada kondisi saat itu.
42
KEDARURATAN
MEDIS
43Teknik angkat anggota gerak
Biasanya diperlukan dua penolong untuk melakukan teknik ini :
- Penolong pertama berada diposisi kepala penderita.
- Lakukan pengangkatan pada lengan penderita.
- Penolong yang lain berdiri diantara dua tungkai penderita, menyelipkan
tangan dan mengangkat ke dua lutut penderita.
- Dengan satu aba- aba kedua penolong dapat memindahkan penderita di
lokasi yang diinginkan.
Posisi penderita
Secara umum posisi penderita tergantung dari cedera yang dialami dan
keadaan pada saat itu. Beberapa pedoman untuk memposisikan penderita :
- Penderita dengan syok. Jika tidak ditemukan tanda-tanda cedera pada
tungkai atas dan tulang belakang tingikka tungkai sekitar 20 – 30 cm.
- Penderita dengan gangguan pernapasan. Posisikan duduk atau setengah
duduk.
- Penderita dengan nyeri perut. Posisikan tidur . Posisikan tidur miring
dengan tungkai ditekuk.
- Penderita Muntah-muntah. Posisikan nyaman dan awasi jalan napas.
- Penderita Trauma, terutama dicurigai cedera tulang belakang (spinal)
harus segera distabilkan dan imobilisasi dengan papan spinal panjang.
- Penderita tidak sadar dan tidak dicurigai ada cedera spinal atau cedera
berat lainnya, posisikan miring stabil.
Posisi terbaik melakukan pemindahan tergantung pada kondisi saat itu.
42
KEDARURATAN
MEDIS
43KEDARURATAN MEDIS
eseorang yang mengalami kasus medis atau dikenal dengan kedaruratan
medis mungkin juga dapat mengalami cedera sebagai akibat dari gejala
Sgangguan fungsi tubuh, misalnya kehilangan kesadaran lalu terjatuh
sehingga terjadi suatu luka. Penyebabnya antara lain infeksi, racun, atau
kegagalan satu atau lebih system tubuh.
Penanganan penderita yang paling penting adalah menjaga jalan napas dan
memantau tanda vital penderita saat teratur lalu segera merujuk penderita
kefasilitas kesehatan.
Ingat, gejala dan tandanya karena pada kedaruratan medis sangat beragam
Gejala:
- Demam
- Nyeri
- Mual, muntah
- Buang air kecil berlebihan atau tidak sama sekali
- Pusing, perasaan mau pingsan, merasa akan kiamat
- Sesak atau merasa sukar bernapas
- Rasa haus atau rasa lapar berlebihan, rasa aneh pada mulut
Tanda:
- Perubahan status mental ( tidak sadar dan bingung )
- Nada cepat atau sangat lambat, tidak teratur , lemah atau sangat kuat
- Pernapasan tidak teratur
- Perubahan keadaan kulit : suhu , kelembaban , keringat berlebihan,
sangat kering termasuk perubahan warna pada selaput lendir (
pucat,kebiruan dan terlalu merah)
- Perubahan tekanan darah
- Pupil mata sangat lebar atau sangat kecil
- Bau khas dari mulut atau hidung
- Terjadinya kejang atau kelumpuhan
- Mual, muntah, diare
44 45
Beberapa kasus umum yang mungkin ditemukan oleh seorang penolong:
Apakah kamu pernah pingsan? Bagimana rasanya? Atau mungkin kamu
pernah melihat orang pingsan. Terus, apakah kamu tau kenapa seseorang
bisa pingsan? Berikut ini adalah penjelasannya.
Apa penyebab pingsan yang sebenarnya?
Pingsan dapat terjadi karena peredaran darah dan oksigen ke organ otak
berkurang.
Misalnya karena :
- Reaksi terhadap rasa nyeri
- Kelelahan
- Kekurangan makanan
- Emosi yang hebat
- Berada dalam ruangan yang penuh orang tanpa udara segar yang
cukup.
Waspadai Pingsan! Waspadai Gejala dan Tandanya!
- Perasaan limbung.
- Pandangan berkunang-kunang dan telinga berdenging.
- Lemas, keluar keringat dingin.
Menguap.
- Dapat menjadi tidak ada respon, yang biasanya berlangsung hanya
beberapa menit.
- Denyut nadi lambat
Cara menangani
- Baringkan penderita dengan tungkai ditinggikan.
- Longgarkan pakaian.
- Usahakan penderita menghirup udara segar .
- Periksa cedera lainnya.
- Beri selimut, agar badannya hangat.
- Bila pulih, usahakan istirahatkan beberapa menit.
- Bila tidak cepat pulih, maka:
– Periksa napas dan nadi.
– Posisikan stabil.
1. PingsanKEDARURATAN MEDIS
eseorang yang mengalami kasus medis atau dikenal dengan kedaruratan
medis mungkin juga dapat mengalami cedera sebagai akibat dari gejala
Sgangguan fungsi tubuh, misalnya kehilangan kesadaran lalu terjatuh
sehingga terjadi suatu luka. Penyebabnya antara lain infeksi, racun, atau
kegagalan satu atau lebih system tubuh.
Penanganan penderita yang paling penting adalah menjaga jalan napas dan
memantau tanda vital penderita saat teratur lalu segera merujuk penderita
kefasilitas kesehatan.
Ingat, gejala dan tandanya karena pada kedaruratan medis sangat beragam
Gejala:
- Demam
- Nyeri
- Mual, muntah
- Buang air kecil berlebihan atau tidak sama sekali
- Pusing, perasaan mau pingsan, merasa akan kiamat
- Sesak atau merasa sukar bernapas
- Rasa haus atau rasa lapar berlebihan, rasa aneh pada mulut
Tanda:
- Perubahan status mental ( tidak sadar dan bingung )
- Nada cepat atau sangat lambat, tidak teratur , lemah atau sangat kuat
- Pernapasan tidak teratur
- Perubahan keadaan kulit : suhu , kelembaban , keringat berlebihan,
sangat kering termasuk perubahan warna pada selaput lendir (
pucat,kebiruan dan terlalu merah)
- Perubahan tekanan darah
- Pupil mata sangat lebar atau sangat kecil
- Bau khas dari mulut atau hidung
- Terjadinya kejang atau kelumpuhan
- Mual, muntah, diare
44 45
Beberapa kasus umum yang mungkin ditemukan oleh seorang penolong:
Apakah kamu pernah pingsan? Bagimana rasanya? Atau mungkin kamu
pernah melihat orang pingsan. Terus, apakah kamu tau kenapa seseorang
bisa pingsan? Berikut ini adalah penjelasannya.
Apa penyebab pingsan yang sebenarnya?
Pingsan dapat terjadi karena peredaran darah dan oksigen ke organ otak
berkurang.
Misalnya karena :
- Reaksi terhadap rasa nyeri
- Kelelahan
- Kekurangan makanan
- Emosi yang hebat
- Berada dalam ruangan yang penuh orang tanpa udara segar yang
cukup.
Waspadai Pingsan! Waspadai Gejala dan Tandanya!
- Perasaan limbung.
- Pandangan berkunang-kunang dan telinga berdenging.
- Lemas, keluar keringat dingin.
Menguap.
- Dapat menjadi tidak ada respon, yang biasanya berlangsung hanya
beberapa menit.
- Denyut nadi lambat
Cara menangani
- Baringkan penderita dengan tungkai ditinggikan.
- Longgarkan pakaian.
- Usahakan penderita menghirup udara segar .
- Periksa cedera lainnya.
- Beri selimut, agar badannya hangat.
- Bila pulih, usahakan istirahatkan beberapa menit.
- Bila tidak cepat pulih, maka:
– Periksa napas dan nadi.
– Posisikan stabil.
1. Pingsan2. Paparan Panas
Kedaruratan medis karena paparan panas dapat berupa kejang panas (kram),
kelelahan panas dan sengatan panas.
a. Kejang panas
Gangguan ini berupa kejang disertai nyeri pada otot yang terjadi pada saat
melakukan kegiatan fisik, misalnya bermain bola, berlari. Umumnya terjadi pada
otot tungkai dan perut. Hal ini terjadi pada akibat kehilangan cairan dan
elektrolit dalam tubuh yang cukup besar melalui keringat. Penderita umumnya
sadar dan berkeringat, suhu tubuh normal.
Waspadai Gejala dan Tandanya!
- Kejang pada otot yang disertai nyeri, biasanya pada otot tungkai dan perut.
- Kelelahan
- Mual
- Mungkin pingsan
Cara menanganinya :
- Pindahkan penderita ke tempat teduh /sejuk.
- Baringkan sampai kejangnya menghilang.
- Beri minum kepada penderita (Oralit atau sejenisnya)
- Rujuk ke fasilitas kesehatan terutama bila kejang tidak berhenti.
b. Kelelahan Panas
Kondisi yang tidak fit pada saat melakukan aktivitas di lingkungan yang suhu
udaranya relatif tinggi, yang mengakibatkan terganggunya aliran darah gangguan
ini juga akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat yang berlebihan
sampai sistem sirkulasi terganggu. Bila tidak diatasi kelelahan panas dapat
menjadi sengatan panas.
Waspadai Gejala dan Tandanya!
- Pernapasan cepat dan dangkal.
- Nadi lemah.
- Kulit teraba dingin, keriput, lembab dan selaput lendir pucat
- Pucat, keringat berlebihan.
- Lemah.
- Pusing, kadang penurunan respons
- Lidah kering dan haus
Cara menanganinya :
- Baringkan penderita ditempat yang teduh
- Kendorkan pakaian yang mengikat
- Tinggikan tungkai penderita 20 – 30 cm
- Beri minum bila penderita sadar
- Rujuk ke fasilitas kesehatan
46
c. Sengatan Panas
Terjadi akibat kegagalan sistem pengaturan suhu tubuh penderita
sudah tidak lagi mampu untuk mengeluarkan kelebihan panas,
sehingga suhu tubuh menjadi terlalu tinggi dan berbahaya bagi
keselamatan penderita. Masalah ini menjadi lebih kompleks bila
penderita tidak lagi berkeringat. Keadaan ini biasanya terjadi akibat
aktivitas fisik berlebihan di tempat bersuhu tinggi atau di tempat
yang kelembaban dan ventilasinya kurang baik. Sengatan panas
dapat mengancam jiwa.
Waspadai Gejala dan Tandanya!
- Pernapasan cepat dan dalam.
- Nadi cepat dan kuat diikuti nadi cepat tetapi lemah.
- Kulit teraba kering, panas kadang kemerahan
- Pupil mata melebar
- Kehilangan kesadaran
- Kejang umum atau gemetar pada otot
Cara menanganinya
- Turunkan suhu tubuh penderita secepat mungkin.
- Letakkan kantung es pada ketiak, lipat paha, dibelakang lutut
dan sekitar mata kaki serta di samping leher .
- Bila memungkinkan, masukkan penderita ke dalam bak berisi
air dingin dan tambahkan es ke dalamnya.
- Rujuk ke fasilitas kesehatan
472. Paparan Panas
Kedaruratan medis karena paparan panas dapat berupa kejang panas (kram),
kelelahan panas dan sengatan panas.
a. Kejang panas
Gangguan ini berupa kejang disertai nyeri pada otot yang terjadi pada saat
melakukan kegiatan fisik, misalnya bermain bola, berlari. Umumnya terjadi pada
otot tungkai dan perut. Hal ini terjadi pada akibat kehilangan cairan dan
elektrolit dalam tubuh yang cukup besar melalui keringat. Penderita umumnya
sadar dan berkeringat, suhu tubuh normal.
Waspadai Gejala dan Tandanya!
- Kejang pada otot yang disertai nyeri, biasanya pada otot tungkai dan perut.
- Kelelahan
- Mual
- Mungkin pingsan
Cara menanganinya :
- Pindahkan penderita ke tempat teduh /sejuk.
- Baringkan sampai kejangnya menghilang.
- Beri minum kepada penderita (Oralit atau sejenisnya)
- Rujuk ke fasilitas kesehatan terutama bila kejang tidak berhenti.
b. Kelelahan Panas
Kondisi yang tidak fit pada saat melakukan aktivitas di lingkungan yang suhu
udaranya relatif tinggi, yang mengakibatkan terganggunya aliran darah gangguan
ini juga akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat yang berlebihan
sampai sistem sirkulasi terganggu. Bila tidak diatasi kelelahan panas dapat
menjadi sengatan panas.
Waspadai Gejala dan Tandanya!
- Pernapasan cepat dan dangkal.
- Nadi lemah.
- Kulit teraba dingin, keriput, lembab dan selaput lendir pucat
- Pucat, keringat berlebihan.
- Lemah.
- Pusing, kadang penurunan respons
- Lidah kering dan haus
Cara menanganinya :
- Baringkan penderita ditempat yang teduh
- Kendorkan pakaian yang mengikat
- Tinggikan tungkai penderita 20 – 30 cm
- Beri minum bila penderita sadar
- Rujuk ke fasilitas kesehatan
46
c. Sengatan Panas
Terjadi akibat kegagalan sistem pengaturan suhu tubuh penderita
sudah tidak lagi mampu untuk mengeluarkan kelebihan panas,
sehingga suhu tubuh menjadi terlalu tinggi dan berbahaya bagi
keselamatan penderita. Masalah ini menjadi lebih kompleks bila
penderita tidak lagi berkeringat. Keadaan ini biasanya terjadi akibat
aktivitas fisik berlebihan di tempat bersuhu tinggi atau di tempat
yang kelembaban dan ventilasinya kurang baik. Sengatan panas
dapat mengancam jiwa.
Waspadai Gejala dan Tandanya!
- Pernapasan cepat dan dalam.
- Nadi cepat dan kuat diikuti nadi cepat tetapi lemah.
- Kulit teraba kering, panas kadang kemerahan
- Pupil mata melebar
- Kehilangan kesadaran
- Kejang umum atau gemetar pada otot
Cara menanganinya
- Turunkan suhu tubuh penderita secepat mungkin.
- Letakkan kantung es pada ketiak, lipat paha, dibelakang lutut
dan sekitar mata kaki serta di samping leher .
- Bila memungkinkan, masukkan penderita ke dalam bak berisi
air dingin dan tambahkan es ke dalamnya.
- Rujuk ke fasilitas kesehatan
473. Paparan Dingin ( Hipotermia )
Paparan terhadap dingin dapat menyebabkan suhu tubuh menurun < 35° C.
Tubuh akan berusaha menuruninya dengan cara gemetar , suatu respon
bawah sadar untuk meningkatkan suhu tubuh melalui aktivitas otot.
Hipotermia dapat terjadi akibat penderita berada dialam terbuka dalam
waktu yang lama. Ada beberapa hal yang adapt memperburuk hipotermia
yaitu :suhu rendah, angin, air , usia penderita, kesehatan penderita,
penyakit yang diderita, alcohol, penyalah gunaan obat dan kekurangan
makanan.
Waspadai Gejala dan Tandanya!
- Menggigil/gemetar
- Terasa melayang
- Pernapasan cepat nadi lambat
- Gangguan penglihatan
- Reaksi mata lambat
- Alat gerak kaku
- Pupil mata melebar dan tidak bereaksi
- Kesadaran menurun
Cara menanganinya
Rawat penderita dengan hati hati, berikan rasa nyaman.
- Penilaian dini dan pemeriksaan penderita.
- Pindahkan penderita dari lingkungan dingin.
- Jaga jalan napas dan berikan oksigen bila ada.
- Ganti pakaian yang basah, selimuti penderita, upayakan agar
tetap kering.
- Bila penderita sadar dapat diberikan minuman hangat secara
pelan-pelan.
- Pantau tanda vital secara berkala.
- Rujuk ke fasilitas kesehatan.
48
KERACUNAN
493. Paparan Dingin ( Hipotermia )
Paparan terhadap dingin dapat menyebabkan suhu tubuh menurun < 35° C.
Tubuh akan berusaha menuruninya dengan cara gemetar , suatu respon
bawah sadar untuk meningkatkan suhu tubuh melalui aktivitas otot.
Hipotermia dapat terjadi akibat penderita berada dialam terbuka dalam
waktu yang lama. Ada beberapa hal yang adapt memperburuk hipotermia
yaitu :suhu rendah, angin, air , usia penderita, kesehatan penderita,
penyakit yang diderita, alcohol, penyalah gunaan obat dan kekurangan
makanan.
Waspadai Gejala dan Tandanya!
- Menggigil/gemetar
- Terasa melayang
- Pernapasan cepat nadi lambat
- Gangguan penglihatan
- Reaksi mata lambat
- Alat gerak kaku
- Pupil mata melebar dan tidak bereaksi
- Kesadaran menurun
Cara menanganinya
Rawat penderita dengan hati hati, berikan rasa nyaman.
- Penilaian dini dan pemeriksaan penderita.
- Pindahkan penderita dari lingkungan dingin.
- Jaga jalan napas dan berikan oksigen bila ada.
- Ganti pakaian yang basah, selimuti penderita, upayakan agar
tetap kering.
- Bila penderita sadar dapat diberikan minuman hangat secara
pelan-pelan.
- Pantau tanda vital secara berkala.
- Rujuk ke fasilitas kesehatan.
48
KERACUNAN
49KERACUNAN
Pengertian Racun
uatu zat yang bila masuk dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat
menyebabkan reaksi tubuh yang tidak diinginkan bahkan dapat
Smenimbulkan kematian. Reaksi kimianya merusak jaringan tubuh atau
mengganggu fungsi tubuh. Harus dibedakan dengan reaksi obat karena reaksi
obat dalam tubuh memang diinginkan, namun ada kalanya terjadi reaksi obat
yang tidak di inginkan .
Beberapa contoh zat yang berupa racun : insektisida, sianida (pada singkong
beracun), racun binatang (ular , kalajengking, dll).
Keracunan pada manusia dapat terjadi karena faktor-faktor berikut :
- Sengaja (Bunuh diri)
- Tidak sengaja (makanan,minuman, udara beracun)
- Penyalahgunaan obat
Bagaimana cara racun masuk ke dalam tubuh kita?
Berdasarkan jalur masuknya racun kedalam tubuh manusia, keracunan dibagi
menjadi empat :
1. Keracunan melaui mulut/alat pencernaan
Gejala :
- Mual muntah
- Nyeri perut
- Diare
- Napas berbau
- Suara parau
- Luka bakar pada daerah mulut
- Adanya sisa racun didaerah mulut
- Mulut berbusa
Penanganan :
- Beri minum anti racun umum (norit, susu, putih telur , air kelapa,
air mineral).
- Usahakan si penderita muntah.
Jangan muntahkan bila menelan asam/basa kuat, minyak,
penderita kejang, penderita tidak sadar .
50 51
2. Keracunan melalui pernapasan
Gejala :
- Sesak napas
- Kulit kebiruan (sianosis)
- Napas berbau
- Batuk
- Suara parau
Penanganan :
- Beri oksigen bila ada
- Rujuk ke fasilitas kesehatan segera
3. Keracunan melalui kontak/penyerapan (kulit)
Gejala :
- Kulit daerah kontak berwarna kemerahan
- Nyeri
- Melepuh dan meluas
Penanganan :
- Buka baju penderita
- Bila racun berupa serbuk sikat sampai bersih
- Siram bagian yang terkena racun dengan air (minimal 20 Menit)
- Jangan siram kulit dengan air yang terkena soda api
4. Keracunan melalui suntik/gigitan
Gejala :
- Luka didaerah suntikan/gigitan
- Nyeri pada daerah gigitan
- Kemerahan
- Perubahan warna kulit
Penanganan :
- Rujuk ke fasilitas kesehatan
Waspadai Keracunan! Gejala dan Tanda Umumnya :
- Penurunan kesadaran, gangguan status mental (gelisah, ketakutan)
- Gangguan pernapasan
- Nyeri kepala, pusing, gangguan penglihatan
- Mual, muntah, mulut berbusa
- Lemas, lumpuh, kesemutan
- Pucat, kebiruan (sianosis)
- Kejang-kejang
- Syok
- Denyut nadi tak beraturanKERACUNAN
Pengertian Racun
uatu zat yang bila masuk dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat
menyebabkan reaksi tubuh yang tidak diinginkan bahkan dapat
Smenimbulkan kematian. Reaksi kimianya merusak jaringan tubuh atau
mengganggu fungsi tubuh. Harus dibedakan dengan reaksi obat karena reaksi
obat dalam tubuh memang diinginkan, namun ada kalanya terjadi reaksi obat
yang tidak di inginkan .
Beberapa contoh zat yang berupa racun : insektisida, sianida (pada singkong
beracun), racun binatang (ular , kalajengking, dll).
Keracunan pada manusia dapat terjadi karena faktor-faktor berikut :
- Sengaja (Bunuh diri)
- Tidak sengaja (makanan,minuman, udara beracun)
- Penyalahgunaan obat
Bagaimana cara racun masuk ke dalam tubuh kita?
Berdasarkan jalur masuknya racun kedalam tubuh manusia, keracunan dibagi
menjadi empat :
1. Keracunan melaui mulut/alat pencernaan
Gejala :
- Mual muntah
- Nyeri perut
- Diare
- Napas berbau
- Suara parau
- Luka bakar pada daerah mulut
- Adanya sisa racun didaerah mulut
- Mulut berbusa
Penanganan :
- Beri minum anti racun umum (norit, susu, putih telur , air kelapa,
air mineral).
- Usahakan si penderita muntah.
Jangan muntahkan bila menelan asam/basa kuat, minyak,
penderita kejang, penderita tidak sadar .
50 51
2. Keracunan melalui pernapasan
Gejala :
- Sesak napas
- Kulit kebiruan (sianosis)
- Napas berbau
- Batuk
- Suara parau
Penanganan :
- Beri oksigen bila ada
- Rujuk ke fasilitas kesehatan segera
3. Keracunan melalui kontak/penyerapan (kulit)
Gejala :
- Kulit daerah kontak berwarna kemerahan
- Nyeri
- Melepuh dan meluas
Penanganan :
- Buka baju penderita
- Bila racun berupa serbuk sikat sampai bersih
- Siram bagian yang terkena racun dengan air (minimal 20 Menit)
- Jangan siram kulit dengan air yang terkena soda api
4. Keracunan melalui suntik/gigitan
Gejala :
- Luka didaerah suntikan/gigitan
- Nyeri pada daerah gigitan
- Kemerahan
- Perubahan warna kulit
Penanganan :
- Rujuk ke fasilitas kesehatan
Waspadai Keracunan! Gejala dan Tanda Umumnya :
- Penurunan kesadaran, gangguan status mental (gelisah, ketakutan)
- Gangguan pernapasan
- Nyeri kepala, pusing, gangguan penglihatan
- Mual, muntah, mulut berbusa
- Lemas, lumpuh, kesemutan
- Pucat, kebiruan (sianosis)
- Kejang-kejang
- Syok
- Denyut nadi tak beraturanReferensi
1. 50 Quick Team Building Games, Brian Cole Miller
2. Bermain, Menghayati, dan Belajar , YIS
3. Buku-buku pelatihan terbitan PMI Pusat: Pertolongan Pertama, Perawatan Keluarga,
Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat, Kesehatan Remaja
4. Character Building untuk Anak-anak, Barbara A. Lewis, Karisma
5. Character Building untuk Remaja, Barbara A. Lewis, Karisma
6. Child-led Disaster Risk Reduction: A Practical Guide, Save the Children
7. Community Challenge, Australian Red Cross
8. Exploring Humanitarian Law, ICRC
9. Friends Tell Friends on the Street, Thai Red Cross
10. Ketrampilan Komunitas Menghadapi Konflik, Prof. Mari Fitzduff, British Council
11. Kisah Sebuah Gagasan, ICRC
12. Living Values An Educational Program Educator Training Guide, Diane Tillman and Pilar Quera
Colomina, Grasindo
13. Menemukan Sekolah yang Membebaskan, Komunitas Sekolah Alam, Kawan Pustaka
14. Mengembangkan Kemampuan Adaptasi Anak Menghadapi Stress Psikososial, Drs. Made Rustika,
MSi
15. Menjaga Diri Sendiri, Claire Llewellyn, Tiga Serangkai
16. Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences, Linda Campbell, Bruce Campbell,
Dee Dickinson, Intuisi Press
17. Mind Map untuk Anak, Tony Buzan, Gramedia Pustaka Utama
18. PHAST Step by Step Guide: A Participatory Approach for the Control of Diarrhoeal Disease,
WHO, SIDA, UNDP
19. Psikologi untuk Anak dan Remaja II, Jonni Kincher , Karisma
20. Seven Steps for Seven Principle, IFRC
21. The 6 Most Important Decisions You'll Ever Make, Sean Covey
22. Totto-Chan Gadis Cilik di Jendela, Tetsuko Kuroyanagi, Gramedia Pustaka Utama
23. Tujuh Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif, Sean Covey
Gigitan Ular
Bila seseorang penderita luka gigitan ular menunjukkan gejala dan tanda
maka berarti keadaannya serius dan perlu penanganan khusus.
Beberapa gejala dan tandanya!
- Demam
- Mual dan muntah
- Pingsan
- Lemah
- Nadi cepat dan lemah
- Kejang
- Gangguan pernapasan
Cara menangani gigitan ular
- Amankan diri penolong dan tempat kejadian
- Tenangkan penderita
- Lakukan penilaian dini
- Rawat luka, bila perlu pasang bidai.
- Rujuk ke fasilitas kesehatan
Alternatif lain yang bisa digunakan
- Pemakaian pembalut elastis
- Identifikasi ular bila memungkinkan
JANGAN MEMAKAI TORNIKET
52Referensi
1. 50 Quick Team Building Games, Brian Cole Miller
2. Bermain, Menghayati, dan Belajar , YIS
3. Buku-buku pelatihan terbitan PMI Pusat: Pertolongan Pertama, Perawatan Keluarga,
Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat, Kesehatan Remaja
4. Character Building untuk Anak-anak, Barbara A. Lewis, Karisma
5. Character Building untuk Remaja, Barbara A. Lewis, Karisma
6. Child-led Disaster Risk Reduction: A Practical Guide, Save the Children
7. Community Challenge, Australian Red Cross
8. Exploring Humanitarian Law, ICRC
9. Friends Tell Friends on the Street, Thai Red Cross
10. Ketrampilan Komunitas Menghadapi Konflik, Prof. Mari Fitzduff, British Council
11. Kisah Sebuah Gagasan, ICRC
12. Living Values An Educational Program Educator Training Guide, Diane Tillman and Pilar Quera
Colomina, Grasindo
13. Menemukan Sekolah yang Membebaskan, Komunitas Sekolah Alam, Kawan Pustaka
14. Mengembangkan Kemampuan Adaptasi Anak Menghadapi Stress Psikososial, Drs. Made Rustika,
MSi
15. Menjaga Diri Sendiri, Claire Llewellyn, Tiga Serangkai
16. Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences, Linda Campbell, Bruce Campbell,
Dee Dickinson, Intuisi Press
17. Mind Map untuk Anak, Tony Buzan, Gramedia Pustaka Utama
18. PHAST Step by Step Guide: A Participatory Approach for the Control of Diarrhoeal Disease,
WHO, SIDA, UNDP
19. Psikologi untuk Anak dan Remaja II, Jonni Kincher , Karisma
20. Seven Steps for Seven Principle, IFRC
21. The 6 Most Important Decisions You'll Ever Make, Sean Covey
22. Totto-Chan Gadis Cilik di Jendela, Tetsuko Kuroyanagi, Gramedia Pustaka Utama
23. Tujuh Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif, Sean Covey
Gigitan Ular
Bila seseorang penderita luka gigitan ular menunjukkan gejala dan tanda
maka berarti keadaannya serius dan perlu penanganan khusus.
Beberapa gejala dan tandanya!
- Demam
- Mual dan muntah
- Pingsan
- Lemah
- Nadi cepat dan lemah
- Kejang
- Gangguan pernapasan
Cara menangani gigitan ular
- Amankan diri penolong dan tempat kejadian
- Tenangkan penderita
- Lakukan penilaian dini
- Rawat luka, bila perlu pasang bidai.
- Rujuk ke fasilitas kesehatan
Alternatif lain yang bisa digunakan
- Pemakaian pembalut elastis
- Identifikasi ular bila memungkinkan
JANGAN MEMAKAI TORNIKET
52Meningkatkan Keterampilan Hidup Sehat
Ingin jadi remaja yang berkarakter bersih dan sehat? Bener banget kalau
temen-temen milih gabung di PMR. Karena di PMR kita belajar tentang
pertolongan pertama, remaja sehat peduli sesama, kesehatan remaja, ayo
siaga bencana, dan donor darah.
Berkarya dan Berbakti di Masyarakat
Karena kita makhluk sosial, maka kehidupan kita gak akan pernah lepas
dengan orang lain. Udah tahukan kalo ngebantu sesama itu penting? Dan yang
lebih penting, membantu sesama itu menyenangkan lho. Nggak salah lagi kalo
temen-temen gabung PMR, karena disitu memang tempat berkumpulnya
remaja yang peduli, kreatif dan bersahat. Di PMR kita bisa bareng-bareng
bantu sesama.
Mempererat Persahabatan Nasional dan International
Pengen punya banyak teman? Apalagi punya teman dari daerah bahkan negara
yang berbeda?
Aku punya berapa teman. Buanyak deh. Apalagi sejak gabung PMR. Aku punya
temen dari Papua, Toraja, Aceh, Palembang, juga dari Belanda, Jepang,
Denmark, Australia, Malaysia, Singapore, Philipina,...gak terhitung lagi.
Dengan gabung PMR, kita akan belajar bagaimana menjalin persahabatan
dengan orang lain. Bisa nasional bisa international. Asyiiik!!
Tri Bakti PMRMeningkatkan Keterampilan Hidup Sehat
Ingin jadi remaja yang berkarakter bersih dan sehat? Bener banget kalau
temen-temen milih gabung di PMR. Karena di PMR kita belajar tentang
pertolongan pertama, remaja sehat peduli sesama, kesehatan remaja, ayo
siaga bencana, dan donor darah.
Berkarya dan Berbakti di Masyarakat
Karena kita makhluk sosial, maka kehidupan kita gak akan pernah lepas
dengan orang lain. Udah tahukan kalo ngebantu sesama itu penting? Dan yang
lebih penting, membantu sesama itu menyenangkan lho. Nggak salah lagi kalo
temen-temen gabung PMR, karena disitu memang tempat berkumpulnya
remaja yang peduli, kreatif dan bersahat. Di PMR kita bisa bareng-bareng
bantu sesama.
Mempererat Persahabatan Nasional dan International
Pengen punya banyak teman? Apalagi punya teman dari daerah bahkan negara
yang berbeda?
Aku punya berapa teman. Buanyak deh. Apalagi sejak gabung PMR. Aku punya
temen dari Papua, Toraja, Aceh, Palembang, juga dari Belanda, Jepang,
Denmark, Australia, Malaysia, Singapore, Philipina,...gak terhitung lagi.
Dengan gabung PMR, kita akan belajar bagaimana menjalin persahabatan
dengan orang lain. Bisa nasional bisa international. Asyiiik!!
Tri Bakti PMR9 789793 575414 >
ISBN 979357541-7
Senin, 14 Desember 2015
Sejarah Kepalangmerahan
20082008Mengenal Gerakan Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah Internasional
Edisi I. Jakarta: JUNI 2008
Edisi Pertama : Juni 2008
Hak Cipta © Palang Merah Indonesia Pusat
Pengarah :
dr . Hj. Ulla Nuchrawaty Usman, MM
Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya Relawan
Penyusun :
Juliati Susilo (Markas Pusat PMI)
Asep Mulyadi (Markas Pusat PMI)
Rina Utami (Markas Pusat PMI)
Kontributor :
Dheni Prasetyo (Markas Pusat PMI)
Doddy Alfitra (Markas Pusat PMI)
Endra Setiawan (TSR MP PMI)
Fitri Sidikha (Markas Pusat PMI)
Nursalam AS (Markas Pusat PMI)
Freddy Nggadas (ICRC)
Ricki Berhitu (PMI Daerah Maluku)
Rudi Surya (PMI Daerah NAD)
Taufan Kristanto (PMI Daerah Bali)
Mayang Puspita Bastian (PMI Daerah Bangka Belitung)
Editor :
Endra Setiawan (TSR MP PMI)
Rina Utami (Markas Pusat PMI)
Desain & Layout :
Fajar Bakri (PMI Daerah Sulawesi Selatan)
Disusun atas dukungan :
International Committee of The Red Cross (ICRC)
Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC)
Palang Merah Denmark
Palang Merah Jepang
Palang Merah Jerman
ISBN : 978-979-3575-37-7
IFRC
i
KATA PENGANTAR
Dalam rangka meningkatkan kemampuan Anggota Remaja PMI (Palang
Merah Indonesia) untuk mewujudkan cita-cita dan semangat pengabdian kepada
sesama manusia, PMI telah menerbitkan berbagai buku pedoman sebagai
pegangan bagi anggota PMR Mula, Madya dan Wira. Pada tahun 2008 telah
diterbitkan buku pedoman untuk PMR antara lain: Mengenal Gerakan Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, Pertolongan Pertama, Ayo Siaga
Bencana, PMR Relawan Masa Depan, Remaja Sehat Peduli Sesama, Kesehatan
dan Kesejahteraan Remaja untuk pendidik sebaya serta media KIE Donor Darah.
Ciri-ciri PMR yang senantiasa ceria, cerdas, kreatif, jujur , berbagi, bersahabat dan bertanggung
jawab merupakan kekuatan yang positif dalam membentuk generasi muda bangsa Indonesia yang peduli
untuk menolong sesama serta peka pada situasi dan kondisi di lingkungannya.
Pada Akhirnya dengan mengetahui, memahami dan melaksanakan pengetahuan dan keterampilan
kepalangmerahan yang diwujudkan dalam kegiatan Tri Bakti PMR para anggota PMR akan menjadi teladan di
lingkungannya (peer leader) serta kader dan relawan PMI di masa mendatang...
Jakarta, Juni 2008
Pengurus Pusat
PALANG MERAH INDONESIA
dr . Hj. Ulla Nuchrawaty Usman, MM
Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya PMR dan Relawan Mengenal Gerakan Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah Internasional
Edisi I. Jakarta: JUNI 2008
Edisi Pertama : Juni 2008
Hak Cipta © Palang Merah Indonesia Pusat
Pengarah :
dr . Hj. Ulla Nuchrawaty Usman, MM
Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya Relawan
Penyusun :
Juliati Susilo (Markas Pusat PMI)
Asep Mulyadi (Markas Pusat PMI)
Rina Utami (Markas Pusat PMI)
Kontributor :
Dheni Prasetyo (Markas Pusat PMI)
Doddy Alfitra (Markas Pusat PMI)
Endra Setiawan (TSR MP PMI)
Fitri Sidikha (Markas Pusat PMI)
Nursalam AS (Markas Pusat PMI)
Freddy Nggadas (ICRC)
Ricki Berhitu (PMI Daerah Maluku)
Rudi Surya (PMI Daerah NAD)
Taufan Kristanto (PMI Daerah Bali)
Mayang Puspita Bastian (PMI Daerah Bangka Belitung)
Editor :
Endra Setiawan (TSR MP PMI)
Rina Utami (Markas Pusat PMI)
Desain & Layout :
Fajar Bakri (PMI Daerah Sulawesi Selatan)
Disusun atas dukungan :
International Committee of The Red Cross (ICRC)
Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC)
Palang Merah Denmark
Palang Merah Jepang
Palang Merah Jerman
ISBN : 978-979-3575-37-7
IFRC
i
KATA PENGANTAR
Dalam rangka meningkatkan kemampuan Anggota Remaja PMI (Palang
Merah Indonesia) untuk mewujudkan cita-cita dan semangat pengabdian kepada
sesama manusia, PMI telah menerbitkan berbagai buku pedoman sebagai
pegangan bagi anggota PMR Mula, Madya dan Wira. Pada tahun 2008 telah
diterbitkan buku pedoman untuk PMR antara lain: Mengenal Gerakan Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, Pertolongan Pertama, Ayo Siaga
Bencana, PMR Relawan Masa Depan, Remaja Sehat Peduli Sesama, Kesehatan
dan Kesejahteraan Remaja untuk pendidik sebaya serta media KIE Donor Darah.
Ciri-ciri PMR yang senantiasa ceria, cerdas, kreatif, jujur , berbagi, bersahabat dan bertanggung
jawab merupakan kekuatan yang positif dalam membentuk generasi muda bangsa Indonesia yang peduli
untuk menolong sesama serta peka pada situasi dan kondisi di lingkungannya.
Pada Akhirnya dengan mengetahui, memahami dan melaksanakan pengetahuan dan keterampilan
kepalangmerahan yang diwujudkan dalam kegiatan Tri Bakti PMR para anggota PMR akan menjadi teladan di
lingkungannya (peer leader) serta kader dan relawan PMI di masa mendatang...
Jakarta, Juni 2008
Pengurus Pusat
PALANG MERAH INDONESIA
dr . Hj. Ulla Nuchrawaty Usman, MM
Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya PMR dan Relawan “Jika remaja hidup dalam ketakutan
ia akan terbiasa merasa cemas”
“Namun jika remaja hidup dengan persahabatan,
ia akan belajar bahwa dunia adalah tempat
yang indah untuk hidup”
-Dorothy Law Nolte
Kata Pengantar
Daftar Isi
Tri Bakti PMR
Gerakan Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah Internasional
Perhimpunan Nasional
Lambang
Palang Merah Indonesia
Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah Internasional
Penugasan
i
iii
1
3
8
12
14
18
20
DAFTAR ISI
iii“Jika remaja hidup dalam ketakutan
ia akan terbiasa merasa cemas”
“Namun jika remaja hidup dengan persahabatan,
ia akan belajar bahwa dunia adalah tempat
yang indah untuk hidup”
-Dorothy Law Nolte
Kata Pengantar
Daftar Isi
Tri Bakti PMR
Gerakan Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah Internasional
Perhimpunan Nasional
Lambang
Palang Merah Indonesia
Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah Internasional
Penugasan
i
iii
1
3
8
12
14
18
20
DAFTAR ISI
iii“Gerakan Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah Internasional tidak hanya
sekedar menghafal 7 Prinsip Dasar , tetapi
bagaimana kemauan kita untuk
menerapkannya”
1
Hai ! aku PMR. aku mau ngajak kamu gabung di PMR
kamu bisa jadi remaja yang berkarakter
untuk
membi
man lainya, juga dapat m didik sebaya.
Tahu’
agar
R itu wada“Gerakan Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah Internasional tidak hanya
sekedar menghafal 7 Prinsip Dasar , tetapi
bagaimana kemauan kita untuk
menerapkannya”
1
Hai ! aku PMR. aku mau ngajak kamu gabung di PMR
kamu bisa jadi remaja yang berkarakter
untuk
membi
man lainya, juga dapat m didik sebaya.
Tahu’
agar
R itu wadaGERAKAN
PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH
INTERNASIONAL
Meningkatkan Keterampilan Hidup Sehat
Ingin jadi remaja yang berkarakter bersih dan sehat? Bener banget kalau
temen-temen milih gabung di PMR. Karena di PMR kita belajar tentang
pertolongan pertama, remaja sehat peduli sesama, kesehatan remaja, ayo
siaga bencana, dan donor darah.
Berkarya dan Berbakti di Masyarakat
Karena kita makhluk sosial, maka kehidupan kita gak akan pernah lepas
dengan orang lain. Udah tahukan kalo ngebantu sesama itu penting? Dan yang
lebih penting, membantu sesama itu menyenangkan lho. Nggak salah lagi kalo
temen-temen gabung PMR, karena disitu memang tempat berkumpulnya
remaja yang peduli, kreatif dan bersahat. Di PMR kita bisa bareng-bareng
bantu sesama.
Mempererat Persahabatan Nasional dan International
Pengen punya banyak teman? Apalagi punya teman dari daerah bahkan negara
yang berbeda?
Aku punya berapa teman. Buanyak deh. Apalagi sejak gabung PMR. Aku punya
temen dari Papua, Toraja, Aceh, Palembang, juga dari Belanda, Jepang,
Denmark, Australia, Malaysia, Singapore, Philipina,...gak terhitung lagi.
Dengan gabung PMR, kita akan belajar bagaimana menjalin persahabatan
dengan orang lain. Bisa nasional bisa international. Asyiiik!!
Tri Bakti PMR
2GERAKAN
PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH
INTERNASIONAL
Meningkatkan Keterampilan Hidup Sehat
Ingin jadi remaja yang berkarakter bersih dan sehat? Bener banget kalau
temen-temen milih gabung di PMR. Karena di PMR kita belajar tentang
pertolongan pertama, remaja sehat peduli sesama, kesehatan remaja, ayo
siaga bencana, dan donor darah.
Berkarya dan Berbakti di Masyarakat
Karena kita makhluk sosial, maka kehidupan kita gak akan pernah lepas
dengan orang lain. Udah tahukan kalo ngebantu sesama itu penting? Dan yang
lebih penting, membantu sesama itu menyenangkan lho. Nggak salah lagi kalo
temen-temen gabung PMR, karena disitu memang tempat berkumpulnya
remaja yang peduli, kreatif dan bersahat. Di PMR kita bisa bareng-bareng
bantu sesama.
Mempererat Persahabatan Nasional dan International
Pengen punya banyak teman? Apalagi punya teman dari daerah bahkan negara
yang berbeda?
Aku punya berapa teman. Buanyak deh. Apalagi sejak gabung PMR. Aku punya
temen dari Papua, Toraja, Aceh, Palembang, juga dari Belanda, Jepang,
Denmark, Australia, Malaysia, Singapore, Philipina,...gak terhitung lagi.
Dengan gabung PMR, kita akan belajar bagaimana menjalin persahabatan
dengan orang lain. Bisa nasional bisa international. Asyiiik!!
Tri Bakti PMR
2GERAKAN Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah internasional
KISAH SEBUAH GAGASAN 4 5GERAKAN Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah internasional
KISAH SEBUAH GAGASAN 4 56 76 7Perhimpunan Nasional
erhimpunan Nasional berada di setiap negara anggota
penandatangan Konvensi Jenewa. Masing-masing negara hanya
Pmemiliki satu Perhimpunan Nasional di negaranya.
Untuk dapat diakui, suatu Perhimpunan Nasional harus memenuhi
syarat sebagai berikut:
è Didirikan disatu negara penandatangan Konvensi Jenewa 1949.
è Merupakan satu-satunya Perhimpunan Nasional Palang Merah,
Bulan Sabit Merah atau Kristal Merah di negaranya.
è Diakui oleh pemerintah yang sah dinegaranya dengan dasar
Konvensi Jenewa dan Undang-Undang Nasional.
è Bersifat mandiri atau mempunyai status otonomi yang
memungkinkan untuk bergerak sesuai dengan Prinsip Dasar
Gerakan.
è Memakai nama dan lambang Palang Merah , Bulan Sabit Merah
atau Kristal Merah.
è Terorganisasi dalam menjalankan tugasnya dan dilaksanakan
diseluruh wilayah negaranya
è Memperluas kegiatannya ke seluruh wilayah negaranya.
è Menerima anggota dan staf tanpa membedakan ras, jenis kelamin,
kelas ekonomi, agama atau pandangan politik.
è Menyetujui dan taat pada statuta gerakan.
è Menghormati Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan dan menjalankan
tugasnya sesuai dengan prinsip-prinsip Hukum Humaniter
Internasional.
Apa saja kegiatan Perhimpunan Nasional ?
.................................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
8
1. Bagaimana dengan Bom Atom Nagasaki dan Hirosima? Penggunaan
Ranjau darat pada pertikaian bersenjata di Kamboja? Sengketa yang
terjadi di beberapa wilayah di tanah air? Apakah Hukum Humaniter
Internasional (HHI) dapat diterapkan dalam perang-perang
tersebut. Diskusikannlah dengan teman-teman anggota PMR!
2. Bentuklah beberapa kelompok beranggotakan 3-5 orang. Buatlah
kliping berita pertikaian bersenjata internasional dan non-
international yang menurut kalian melanggar Hukum Humaniter
Internasional (HHI). Diskusikan dengan fasilitator dan teman-teman
yang lain, mengapa dianggap melanggar Hukum Humaniter
Internasional (HHI)….
3. Buatlah desain Poster , Kartu Pos, T-shirt yang menyerukan
perdaiaman untuk di tukar dengan Unit PMR yang lain…..atau kita
lombakan yuuk...
9Perhimpunan Nasional
erhimpunan Nasional berada di setiap negara anggota
penandatangan Konvensi Jenewa. Masing-masing negara hanya
Pmemiliki satu Perhimpunan Nasional di negaranya.
Untuk dapat diakui, suatu Perhimpunan Nasional harus memenuhi
syarat sebagai berikut:
è Didirikan disatu negara penandatangan Konvensi Jenewa 1949.
è Merupakan satu-satunya Perhimpunan Nasional Palang Merah,
Bulan Sabit Merah atau Kristal Merah di negaranya.
è Diakui oleh pemerintah yang sah dinegaranya dengan dasar
Konvensi Jenewa dan Undang-Undang Nasional.
è Bersifat mandiri atau mempunyai status otonomi yang
memungkinkan untuk bergerak sesuai dengan Prinsip Dasar
Gerakan.
è Memakai nama dan lambang Palang Merah , Bulan Sabit Merah
atau Kristal Merah.
è Terorganisasi dalam menjalankan tugasnya dan dilaksanakan
diseluruh wilayah negaranya
è Memperluas kegiatannya ke seluruh wilayah negaranya.
è Menerima anggota dan staf tanpa membedakan ras, jenis kelamin,
kelas ekonomi, agama atau pandangan politik.
è Menyetujui dan taat pada statuta gerakan.
è Menghormati Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan dan menjalankan
tugasnya sesuai dengan prinsip-prinsip Hukum Humaniter
Internasional.
Apa saja kegiatan Perhimpunan Nasional ?
.................................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
8
1. Bagaimana dengan Bom Atom Nagasaki dan Hirosima? Penggunaan
Ranjau darat pada pertikaian bersenjata di Kamboja? Sengketa yang
terjadi di beberapa wilayah di tanah air? Apakah Hukum Humaniter
Internasional (HHI) dapat diterapkan dalam perang-perang
tersebut. Diskusikannlah dengan teman-teman anggota PMR!
2. Bentuklah beberapa kelompok beranggotakan 3-5 orang. Buatlah
kliping berita pertikaian bersenjata internasional dan non-
international yang menurut kalian melanggar Hukum Humaniter
Internasional (HHI). Diskusikan dengan fasilitator dan teman-teman
yang lain, mengapa dianggap melanggar Hukum Humaniter
Internasional (HHI)….
3. Buatlah desain Poster , Kartu Pos, T-shirt yang menyerukan
perdaiaman untuk di tukar dengan Unit PMR yang lain…..atau kita
lombakan yuuk...
9LAMBANG
ambang dipakai sebagai identitas atau tanda pengenal bagi orang-orang di
suatu kelompok, daerah, negara atau apapun. Lambang adalah suatu ciri
Lkhas, termasuk Lambang Palang Merah. Sebelum Lambang Gerakan
diadopsi, setiap pelayanan medis kemiliteran - setidaknya di Eropa, memiliki tanda
pengenal tersendiri. Austria misalnya, menggunakan bendera putih, Perancis
bendera merah, atau Spanyol bendera kuning. Banyaknya tanda yang digunakan,
menimbulkan akibat yang tragis. Walaupun tentara tahu apa tanda pengenal dari
personel medisnya, namun biasanya mereka tidak tahu apa tanda pengenal medis
lawan mereka dan karena tanda-tanda pengenal yang dipakai itu bukanlah lambang
yang universal serta tidak dipandang sebagai suatu hal yang netral.
1. Lambang Palang Merah
Tahun 1863, konferensi internasional diselenggarakan di Jenewa dan
mengadopsi Lambang Palang Merah di atas dasar putih sebagai tanda
pengenal Perhimpunan Nasional Palang Merah yang merupakan kebalikan dari
bendera nasional Swiss. Tahun 1864, Konvensi Jenewa yang pertama
menyatakan bahwa lambang Palang Merah diatas dasar putih secara resmi
diakui sebagai tanda pengenal pelayanan medis angkatan bersenjata. Pada
Konven si Jenewa tahun 1906, waktu peninjauan kembali terhadap
Konve nsi Jenewa Tahun 1864, barulah ditetapkan lambang Palang
Merah tersebut sebagai
2. Lambang Bulan Sabit Merah
Tahun 1876 saat Balkan dilanda
perang, sejumlah pekerja sosial yang
tertangkap oleh Ottoman dibunuh
semata-mata karena mereka memakai
ban lengan dengan gambar palang merah.
penghormatan terhadap
Negara Swiss.
10
Tanda Palang Merah,
Bulan Sabit Merah dan
Kristal Merah diatas
dasar putih ditetapkan
sebagai lambang
khusus untuk
perlindungan, dimana
setiap negara hanya
boleh menggunakan
satu lambang
LAMBANG
Banyak yang mengira jika Lambang Palang Merah
ada hubungannya dengan simbol agama, padahal
sama sekali tidak ada hubungannya...
Ketika pemerintah Turki diminta penjelasan mengenai hal ini,
mereka menekankan kepekaan tentara muslim terhadap bentuk
palang/salib dan mengajukan agar perhimpunan nasional serta
pelayanan medis militer mereka, diperbolehkan untuk
menggunakan lambang yang berbeda yaitu Bulan Sabit Merah.
Gagasan ini perlahan-pelahan mulai diterima, memperoleh
semacam pengesahan dalam bentuk 'reservasi' dan diadopsi
sebagai lambang yang sederajat dengan lambang palang merah
dalam konvensi tahun 1929. Lambang Bulan Sabit Merah di atas
dasar putih yang saat itu dipilih oleh Persia (sekarang Iran) diakui
sebagai lambang pembeda dengan fungsi dan tujuan yang sama
dengan lambang palang merah, dan singa dan matahari merah
sebagaimana tercantum pada Konvensi-konvensi Jenewa 1949
dan protokol tambahan I dan II 1977
3. Lambang Kristal Merah
Tahun 2005 Kristal Merah diatas dasar putih diadopsi
menjadi lambang alternatif apabila di suatu negara terjadi
konflik bersenjata/perang atau bencana, maka negara yang
menggunakan Lambang Palang Merah atau Bulan Sabit
Merah, ICRC dan IFRC dapat menggunakannya secara khusus
untuk kegiatan kepalangmerahan yang dilaksanakan di
daerah tersebut.
11LAMBANG
ambang dipakai sebagai identitas atau tanda pengenal bagi orang-orang di
suatu kelompok, daerah, negara atau apapun. Lambang adalah suatu ciri
Lkhas, termasuk Lambang Palang Merah. Sebelum Lambang Gerakan
diadopsi, setiap pelayanan medis kemiliteran - setidaknya di Eropa, memiliki tanda
pengenal tersendiri. Austria misalnya, menggunakan bendera putih, Perancis
bendera merah, atau Spanyol bendera kuning. Banyaknya tanda yang digunakan,
menimbulkan akibat yang tragis. Walaupun tentara tahu apa tanda pengenal dari
personel medisnya, namun biasanya mereka tidak tahu apa tanda pengenal medis
lawan mereka dan karena tanda-tanda pengenal yang dipakai itu bukanlah lambang
yang universal serta tidak dipandang sebagai suatu hal yang netral.
1. Lambang Palang Merah
Tahun 1863, konferensi internasional diselenggarakan di Jenewa dan
mengadopsi Lambang Palang Merah di atas dasar putih sebagai tanda
pengenal Perhimpunan Nasional Palang Merah yang merupakan kebalikan dari
bendera nasional Swiss. Tahun 1864, Konvensi Jenewa yang pertama
menyatakan bahwa lambang Palang Merah diatas dasar putih secara resmi
diakui sebagai tanda pengenal pelayanan medis angkatan bersenjata. Pada
Konven si Jenewa tahun 1906, waktu peninjauan kembali terhadap
Konve nsi Jenewa Tahun 1864, barulah ditetapkan lambang Palang
Merah tersebut sebagai
2. Lambang Bulan Sabit Merah
Tahun 1876 saat Balkan dilanda
perang, sejumlah pekerja sosial yang
tertangkap oleh Ottoman dibunuh
semata-mata karena mereka memakai
ban lengan dengan gambar palang merah.
penghormatan terhadap
Negara Swiss.
10
Tanda Palang Merah,
Bulan Sabit Merah dan
Kristal Merah diatas
dasar putih ditetapkan
sebagai lambang
khusus untuk
perlindungan, dimana
setiap negara hanya
boleh menggunakan
satu lambang
LAMBANG
Banyak yang mengira jika Lambang Palang Merah
ada hubungannya dengan simbol agama, padahal
sama sekali tidak ada hubungannya...
Ketika pemerintah Turki diminta penjelasan mengenai hal ini,
mereka menekankan kepekaan tentara muslim terhadap bentuk
palang/salib dan mengajukan agar perhimpunan nasional serta
pelayanan medis militer mereka, diperbolehkan untuk
menggunakan lambang yang berbeda yaitu Bulan Sabit Merah.
Gagasan ini perlahan-pelahan mulai diterima, memperoleh
semacam pengesahan dalam bentuk 'reservasi' dan diadopsi
sebagai lambang yang sederajat dengan lambang palang merah
dalam konvensi tahun 1929. Lambang Bulan Sabit Merah di atas
dasar putih yang saat itu dipilih oleh Persia (sekarang Iran) diakui
sebagai lambang pembeda dengan fungsi dan tujuan yang sama
dengan lambang palang merah, dan singa dan matahari merah
sebagaimana tercantum pada Konvensi-konvensi Jenewa 1949
dan protokol tambahan I dan II 1977
3. Lambang Kristal Merah
Tahun 2005 Kristal Merah diatas dasar putih diadopsi
menjadi lambang alternatif apabila di suatu negara terjadi
konflik bersenjata/perang atau bencana, maka negara yang
menggunakan Lambang Palang Merah atau Bulan Sabit
Merah, ICRC dan IFRC dapat menggunakannya secara khusus
untuk kegiatan kepalangmerahan yang dilaksanakan di
daerah tersebut.
11LAMBANG
Lambang memiliki dua fungsi yaitu sebagai
Tanda Pengenal dan Tanda Perlindungan.
Sebagai Tanda Pengenal,
Sebagai Tanda Perlindungan,
Lambang digunakan pada masa
damai atau pada saat tidak terjadi konflik, perang atau pada
saat tidak terjadi bencana. Gunanya adalah sebagai tanda
pengenal:
- Identitas; bahwa seseorang adalah anggota
Gerakan, staff, personel Perhimpunan Nasional,
ICRC dan IFRC.
- Hak milik; bahwa sesuatu seperti fasilitas, sarana,
peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam
kegiatan adalah milik Gerakan (ICRC, Perhimpunan
Nasional, IFRC).
Dengan seizin Perhimpunan Nasional, tanda pengenal
lambang dapat digunakan oleh pihak lain untuk tujuan
mendukung kegiatan kepalangmerahan.
Lambang digunakan ketika
konflik, perang atau saat bencana terjadi. Fungsinya, untuk
memberitahukan bahwa seseorang adalah anggota Gerakan
dan menandai personel medis militer , sehingga harus
dilindungi. Tanda perlindungan juga digunakan untuk
menandai fasilitas medis militer (bangunan, peralatan,
kendaraan termasuk kapal dan rumah sakit). Untuk tujuan
ini, dalam pembuatan Lambang, tidak boleh ada sesuatu pun
yang ditambahkan padanya, baik terhadap Palang Merah,
Bulan Sabit Merah atau Kristal Merah atau pada dasar
putihnya. Lambang tersebut harus berukuran besar dan
mudah terlihat.
12
Penyalahgunaan Lambang:
Lambang yang tidak digunakan secara benar , disebut dengan
penyalahgunaan lambang. Ada beberapa macam
penyalahgunaan yaitu:
1. Peniruan
Penggunaan tanda-tanda yang mirip dengan Lambang
Palang Merah, namun sebenarnya bukanlah Lambang
Gerakan Palang Merah. Tentu saja hal itu dapat disalah
mengerti sebagai Lambang untuk Gerakan Palang Merah
atau Bulan Sabit Merah.
2. Penggunaan yang Tidak tepat
Yaitu Penggunaan Lambang Palang Merah atau Bulan
Sabit Merah oleh kelompok atau perorangan terutama
untuk tujuan komersial. Penggunaan oleh sesorang atau
kelompok yang berhak namun tidak sesuai dengan
Prinsip Dasar Gerakan.
3. Pelanggaran Berat
Penggunaan lambang Palang Merah atau Bulan Sabit
Merah dalam masa perang untuk melindungi personel
militer atau perlengkapan militer dianggap sebagai
kejahatan perang.
Penggunaan lambang Palang
Hijau milik Departemen
Kesehatan, bukanlah
merupakan penyalahgunaan
Lambang.
13LAMBANG
Lambang memiliki dua fungsi yaitu sebagai
Tanda Pengenal dan Tanda Perlindungan.
Sebagai Tanda Pengenal,
Sebagai Tanda Perlindungan,
Lambang digunakan pada masa
damai atau pada saat tidak terjadi konflik, perang atau pada
saat tidak terjadi bencana. Gunanya adalah sebagai tanda
pengenal:
- Identitas; bahwa seseorang adalah anggota
Gerakan, staff, personel Perhimpunan Nasional,
ICRC dan IFRC.
- Hak milik; bahwa sesuatu seperti fasilitas, sarana,
peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam
kegiatan adalah milik Gerakan (ICRC, Perhimpunan
Nasional, IFRC).
Dengan seizin Perhimpunan Nasional, tanda pengenal
lambang dapat digunakan oleh pihak lain untuk tujuan
mendukung kegiatan kepalangmerahan.
Lambang digunakan ketika
konflik, perang atau saat bencana terjadi. Fungsinya, untuk
memberitahukan bahwa seseorang adalah anggota Gerakan
dan menandai personel medis militer , sehingga harus
dilindungi. Tanda perlindungan juga digunakan untuk
menandai fasilitas medis militer (bangunan, peralatan,
kendaraan termasuk kapal dan rumah sakit). Untuk tujuan
ini, dalam pembuatan Lambang, tidak boleh ada sesuatu pun
yang ditambahkan padanya, baik terhadap Palang Merah,
Bulan Sabit Merah atau Kristal Merah atau pada dasar
putihnya. Lambang tersebut harus berukuran besar dan
mudah terlihat.
12
Penyalahgunaan Lambang:
Lambang yang tidak digunakan secara benar , disebut dengan
penyalahgunaan lambang. Ada beberapa macam
penyalahgunaan yaitu:
1. Peniruan
Penggunaan tanda-tanda yang mirip dengan Lambang
Palang Merah, namun sebenarnya bukanlah Lambang
Gerakan Palang Merah. Tentu saja hal itu dapat disalah
mengerti sebagai Lambang untuk Gerakan Palang Merah
atau Bulan Sabit Merah.
2. Penggunaan yang Tidak tepat
Yaitu Penggunaan Lambang Palang Merah atau Bulan
Sabit Merah oleh kelompok atau perorangan terutama
untuk tujuan komersial. Penggunaan oleh sesorang atau
kelompok yang berhak namun tidak sesuai dengan
Prinsip Dasar Gerakan.
3. Pelanggaran Berat
Penggunaan lambang Palang Merah atau Bulan Sabit
Merah dalam masa perang untuk melindungi personel
militer atau perlengkapan militer dianggap sebagai
kejahatan perang.
Penggunaan lambang Palang
Hijau milik Departemen
Kesehatan, bukanlah
merupakan penyalahgunaan
Lambang.
13Palang Merah Indonesia
Teman-teman, sekarang waktunya kita kenalan dengan
Palang Merah Indonesia dan kegiatan apa saja yang
dilaksanakan!
Saat Perang Kemerdekaan
Peperangan, menimbulkan korban manusia. Pada
masa penjajahan Belanda di Indonesia, banyaknya
korban yang berjatuhan memunculkan usulan untuk
mendirikan Perhimpunan Palang Merah Indonesia.
Usulan tersebut diajukan oleh Dr . RCL Senduk dan
Dr . Bahder Djohan kepada pemerintah Belanda pada
tahun 1932 . Pada masa penjajahan Belanda, kegiatan
kepalangmerahan dijalankan oleh Palang Merah
Belanda cabang Hindia atau NERKAI (Nederlands Rode
Kruis Afdeling Indie) yang terbentuk tanggal 21
Oktober 1873. Usulan mendirikan palang merah bagi
Indonesia oleh dr . RCL Senduk dan dr . Bahder Djohan
mendapat sambutan. Saat sidang konferensi NERKAI
yang berlangsung tahun 1940 usulan mereka dibahas.
Namun sayang usulan itu ditolak oleh pemerintah
Belanda karena menganggap rakyat Indonesia belum
mampu mengatur organisasi palang merahnya sendiri.
Membentuk perhimpunan Palang Merah memerlukan
keahlian dan banyak persiapan yang tidak mudah.
Meskipun ditolak, cita-cita dr . RCL Senduk dan dr .
Bahder Djohan tidak surut. Mereka terus mengadakan
sosialisasi dan konsolidasi ke berbagai pihak.
14
Setelah Indonesia Merdeka
Akhirnya... Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 3 September 1945 Presiden Soekarno
memerintahkan Menteri Kesehatan saat itu, Dr Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk
Perhimpunan Nasional Palang Merah.
Atas perintah Presiden, pada tanggal 5 September 1945 dibentuklah susunan kepanitiaan
beranggotakan 5 orang. Selanjutnya disebut dengan Panitia Lima. Mereka mempunyai tugas
menyusun rencana pembentukan Palang Merah Nasional yaitu Palang Merah Indonesia.
Ketua : Dr . R. Mochtar
Penulis : Dr . Bahder Johan
Anggota : Dr . Djoehana
Dr . Marzuki
Dr . Sitanala
Satu bulan setelah Indonesia merdeka, tepatnya tanggal 17 September 1945, lahirlah PMI atau
Palang Merah Indonesia dengan ketua umum Drs. Moch Hatta yang sekaligus merupakan Wakil
Presiden RI pertama.
15Palang Merah Indonesia
Teman-teman, sekarang waktunya kita kenalan dengan
Palang Merah Indonesia dan kegiatan apa saja yang
dilaksanakan!
Saat Perang Kemerdekaan
Peperangan, menimbulkan korban manusia. Pada
masa penjajahan Belanda di Indonesia, banyaknya
korban yang berjatuhan memunculkan usulan untuk
mendirikan Perhimpunan Palang Merah Indonesia.
Usulan tersebut diajukan oleh Dr . RCL Senduk dan
Dr . Bahder Djohan kepada pemerintah Belanda pada
tahun 1932 . Pada masa penjajahan Belanda, kegiatan
kepalangmerahan dijalankan oleh Palang Merah
Belanda cabang Hindia atau NERKAI (Nederlands Rode
Kruis Afdeling Indie) yang terbentuk tanggal 21
Oktober 1873. Usulan mendirikan palang merah bagi
Indonesia oleh dr . RCL Senduk dan dr . Bahder Djohan
mendapat sambutan. Saat sidang konferensi NERKAI
yang berlangsung tahun 1940 usulan mereka dibahas.
Namun sayang usulan itu ditolak oleh pemerintah
Belanda karena menganggap rakyat Indonesia belum
mampu mengatur organisasi palang merahnya sendiri.
Membentuk perhimpunan Palang Merah memerlukan
keahlian dan banyak persiapan yang tidak mudah.
Meskipun ditolak, cita-cita dr . RCL Senduk dan dr .
Bahder Djohan tidak surut. Mereka terus mengadakan
sosialisasi dan konsolidasi ke berbagai pihak.
14
Setelah Indonesia Merdeka
Akhirnya... Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 3 September 1945 Presiden Soekarno
memerintahkan Menteri Kesehatan saat itu, Dr Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk
Perhimpunan Nasional Palang Merah.
Atas perintah Presiden, pada tanggal 5 September 1945 dibentuklah susunan kepanitiaan
beranggotakan 5 orang. Selanjutnya disebut dengan Panitia Lima. Mereka mempunyai tugas
menyusun rencana pembentukan Palang Merah Nasional yaitu Palang Merah Indonesia.
Ketua : Dr . R. Mochtar
Penulis : Dr . Bahder Johan
Anggota : Dr . Djoehana
Dr . Marzuki
Dr . Sitanala
Satu bulan setelah Indonesia merdeka, tepatnya tanggal 17 September 1945, lahirlah PMI atau
Palang Merah Indonesia dengan ketua umum Drs. Moch Hatta yang sekaligus merupakan Wakil
Presiden RI pertama.
15Kegiatan Palang Merah Indonesia
Pada saat PMI baru terbentuk, banyak
kesulitan yang dihadapi. Kurangnya dana,
peralatan dan sumber daya manusia
membuat gerak langkah PMI sedikit
terhambat. Namun hambatan ini teratasi
dengan banyaknya sukarelawan yang
bersedia bergabung dan membantu PMI.
Berbagai kesulitan yang ada, sedikit demi
sedikit dapat teratasi.
Sebagai kegiatan awal, dibentuklah
Pasukan Penolong Pertama (Mobile
Colone) oleh cabang-cabang PMI. Saat itu
baru terbentuk 40 cabang PMI di seluruh
Indonesia. Anggota Pasukan Penolong
Pertama direkrut dari pelajar sekolah
tinggi dan menengah.Pada permulaan
tahun 1946, terkumpul 60 orang pelajar
wanita yang dididik untuk menjadi
pembantu juru rawat. Mereka dilatih dan
diasramakan di Gedung Chr .HBS Salemba,
Jakarta.
Setelah menyelesaikan pelatihannya,
sukarelawan itu dikirim ke berbagai
daerah di luar Jakarta, termasuk ke
daerah-daerah yang masih dilanda
pertempuran kecil. Sejak saat itu, Palang
Merah Indonesia semakin menunjukan
keberadaannya sebagai lembaga yang
melakukan kegiatan kepalangmerahan di
Indonesia.
Agar kegiatan PMI mendapat keleluasaan
dalam bertindak, maka PMI perlu
mendapat perlindungan hukum dari
negara. Perlindungan hukum itu juga
merupakan syarat yang harus diberikan
oleh negara, yang diatur oleh hukum
internasional, sebagaimana telah
disepakati oleh seluruh negara di dunia,
bahwa satu negara hanya boleh memiliki
satu badan kepalangmerahan.
16 16
Ingat! Kegiatan Kepalangmerahan yang dilaksanakan anggota PMR disebut TRI BAKTI
Sebutkan kegiatan kepalangmerahan yang dapat dilakukan oleh
anggota PMR Mula, Madya, dan Wira!!!
Berapa jumlah PMI Daerah dan Cabang di seluruh Indonesia?
Apa saja kegiatan PMI Cabang diwilayahmu?
Datanglah ke markas PMI cabang terdekat dan buatlah cerita singkat
tentang kegiatan yang kalian ketahui...
Coba kalian catat dan daftar di negara mana saja terdapat perhimpunan
nasional, dan carilah informasi mengenai kegiatan PMR-nya.
Diskusikan dengan teman-teman dan fasilitatormu…
17Kegiatan Palang Merah Indonesia
Pada saat PMI baru terbentuk, banyak
kesulitan yang dihadapi. Kurangnya dana,
peralatan dan sumber daya manusia
membuat gerak langkah PMI sedikit
terhambat. Namun hambatan ini teratasi
dengan banyaknya sukarelawan yang
bersedia bergabung dan membantu PMI.
Berbagai kesulitan yang ada, sedikit demi
sedikit dapat teratasi.
Sebagai kegiatan awal, dibentuklah
Pasukan Penolong Pertama (Mobile
Colone) oleh cabang-cabang PMI. Saat itu
baru terbentuk 40 cabang PMI di seluruh
Indonesia. Anggota Pasukan Penolong
Pertama direkrut dari pelajar sekolah
tinggi dan menengah.Pada permulaan
tahun 1946, terkumpul 60 orang pelajar
wanita yang dididik untuk menjadi
pembantu juru rawat. Mereka dilatih dan
diasramakan di Gedung Chr .HBS Salemba,
Jakarta.
Setelah menyelesaikan pelatihannya,
sukarelawan itu dikirim ke berbagai
daerah di luar Jakarta, termasuk ke
daerah-daerah yang masih dilanda
pertempuran kecil. Sejak saat itu, Palang
Merah Indonesia semakin menunjukan
keberadaannya sebagai lembaga yang
melakukan kegiatan kepalangmerahan di
Indonesia.
Agar kegiatan PMI mendapat keleluasaan
dalam bertindak, maka PMI perlu
mendapat perlindungan hukum dari
negara. Perlindungan hukum itu juga
merupakan syarat yang harus diberikan
oleh negara, yang diatur oleh hukum
internasional, sebagaimana telah
disepakati oleh seluruh negara di dunia,
bahwa satu negara hanya boleh memiliki
satu badan kepalangmerahan.
16 16
Ingat! Kegiatan Kepalangmerahan yang dilaksanakan anggota PMR disebut TRI BAKTI
Sebutkan kegiatan kepalangmerahan yang dapat dilakukan oleh
anggota PMR Mula, Madya, dan Wira!!!
Berapa jumlah PMI Daerah dan Cabang di seluruh Indonesia?
Apa saja kegiatan PMI Cabang diwilayahmu?
Datanglah ke markas PMI cabang terdekat dan buatlah cerita singkat
tentang kegiatan yang kalian ketahui...
Coba kalian catat dan daftar di negara mana saja terdapat perhimpunan
nasional, dan carilah informasi mengenai kegiatan PMR-nya.
Diskusikan dengan teman-teman dan fasilitatormu…
17PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN
BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL
Gerakan Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah mempunyai dasar dan
t u j u a n y a n g s ama d a l am
pengabdiannya.
Dalam menjalankan misinya Gerakan
tidak boleh terpengaruh oleh
kepentingan apapun. Oleh karena itu
sangat diperlukan adanya prinsip
dasar yang dapat dijadikan pedoman
dan landasan moril bagi kehidupan
organisasi yang diakui dan dihormati
secara internasional. Pada tahun
1921, Komite Internasional Palang
Merah atau ICRC mencoba menyusun
Prinsip Dasar yang dirasa perlu
sebagai dasar dalam setiap tindakan
gerakan. Teks inilah yang menjelma
menjadi prinsip-prinsip dasar
Gerakan Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah Internasional yang
diproklamirkan dalam konferensi
internasional Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah Internasional di Wina-
Austria tahun 1965, yaitu:
? KEMANUSIAAN,
? KESAMAAN,
? KENETRALAN,
? KEMANDIRIAN,
? KESUKARELAAN,
? KESATUAN dan
? KESEMESTAAN.
18
PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN
BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL
19
gambar : www.rodekruis.nl (palang Merah Belanda) ilustrasi PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN
BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL
Gerakan Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah mempunyai dasar dan
t u j u a n y a n g s ama d a l am
pengabdiannya.
Dalam menjalankan misinya Gerakan
tidak boleh terpengaruh oleh
kepentingan apapun. Oleh karena itu
sangat diperlukan adanya prinsip
dasar yang dapat dijadikan pedoman
dan landasan moril bagi kehidupan
organisasi yang diakui dan dihormati
secara internasional. Pada tahun
1921, Komite Internasional Palang
Merah atau ICRC mencoba menyusun
Prinsip Dasar yang dirasa perlu
sebagai dasar dalam setiap tindakan
gerakan. Teks inilah yang menjelma
menjadi prinsip-prinsip dasar
Gerakan Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah Internasional yang
diproklamirkan dalam konferensi
internasional Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah Internasional di Wina-
Austria tahun 1965, yaitu:
? KEMANUSIAAN,
? KESAMAAN,
? KENETRALAN,
? KEMANDIRIAN,
? KESUKARELAAN,
? KESATUAN dan
? KESEMESTAAN.
18
PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN
BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL
19
gambar : www.rodekruis.nl (palang Merah Belanda) ilustrasi Bentuklah kelompok beranggotakan 7-10 orang. Buatlah rencana kegiatan
yang dapat kalian lakukan, sebagai bentuk penerapan 7 prinsip.
Mintalah bantuan kepada fasilitator , pembina PMR, dan staf PMI cabang
untuk proses perencanaan hingga pelaksaannya.
Libatkan mereka dalam proses monitoring dan evaluasinya.......
PENUGASAN
20
Ayo kita
gambar kegiatan
PMR saat
menerapkan tiap
Prinsip
21
Nah, sekarang teman-teman sudah kenal dengan Palang Merah
Selanjutnya kita juga akan mengenal tentang
1. Kepemimpinan
Teman-teman akan belajar kepemimpinan. Nantinya, dari pengetahuan yang
didapatkan, diharapkan teman-teman dapat menjadi contoh yang positif bagi
teman-teman lainnya sehingga mereka juga bisa menjadi lebih baik, atau bahkan
menjadi yang terbaik. Selain itu juga menjadi peduli dengan teman, kreatif dan
pandai bekerjasama dengan siapapun.
2. Pertolongan Pertama
Memberikan pertolongan pertama tidak hanya dibutuhkan pada saat terjadi
kecelakaan dijalan raya, tetapi teman-teman juga bisa melakukannya kapan saja
jika dibutuhkan. Misal ketika tangan kakak teriris pisau, adek demam sedangkan
Bapak/Ibu tidak ada dirumah. Kira-kira apa ya yang dapat teman-teman lakukan?
Dengan belajar pertolongan pertama teman-teman akan membangun karakter yang
peduli dan mampu memberikan pertolongan pertama kepada keluarga dirumah dan
teman-teman disekolah. Oh iya, kita bisa membantu teman-teman yang sakit
disekolah melalui UKS.
3. Remaja Sehat Peduli Sesama
Apakah teman-teman sudah merasa bersih dan sehat? Bagaimana rasanya punya
kakek-nenek angkat di panti jompo? Apa saja kandungan gizi makanan kita hari ini?
Membantu pos yandu? Merawat adik yang sedang demam? Yuk kita cari tahu tentang
Remaja Sehat Peduli Sesama.
4. Siaga Bencana
Apa yang bisa kita lakukan sebelum musim hujan? Mengapa kita harus menjaga
kelestarian hutan? Apakah yang dapat kita lakukan bagi teman-teman kita yang
terkena bencana? Menghibur? Bagaimana caranya…? Gampang aja, lewat PMR
teman-teman akan mempelajarinya..kok.
5. Kesehatan Remaja
Kok suaraku berubah ? Kok aku masih “ngompol” yah? Di PMR kita bisa mencari tahu
mengapa itu semua terjadi. Dengan mengetahui semua serba-serbi tentang
kesehatan reproduksi kita bisa hidup lebih sehat.
6. Donor Darah
Waktu kakak sakit, Ayah perlu darah
untuk kakak, untuk apa ya? Siapa aja
yang bisa menyumbangkan darahnya?
Yuuuk, kita ajak ibu, bapak, tante, om,
dan guru-guru untuk jadi donor darah
sukarela.
Mau tahu lebih banyak, gabung
PMR biar teman-teman bisa
baca buku-buku PMR, dan
sesekali datang ke Kantor PMI,
dong...
21Bentuklah kelompok beranggotakan 7-10 orang. Buatlah rencana kegiatan
yang dapat kalian lakukan, sebagai bentuk penerapan 7 prinsip.
Mintalah bantuan kepada fasilitator , pembina PMR, dan staf PMI cabang
untuk proses perencanaan hingga pelaksaannya.
Libatkan mereka dalam proses monitoring dan evaluasinya.......
PENUGASAN
20
Ayo kita
gambar kegiatan
PMR saat
menerapkan tiap
Prinsip
21
Nah, sekarang teman-teman sudah kenal dengan Palang Merah
Selanjutnya kita juga akan mengenal tentang
1. Kepemimpinan
Teman-teman akan belajar kepemimpinan. Nantinya, dari pengetahuan yang
didapatkan, diharapkan teman-teman dapat menjadi contoh yang positif bagi
teman-teman lainnya sehingga mereka juga bisa menjadi lebih baik, atau bahkan
menjadi yang terbaik. Selain itu juga menjadi peduli dengan teman, kreatif dan
pandai bekerjasama dengan siapapun.
2. Pertolongan Pertama
Memberikan pertolongan pertama tidak hanya dibutuhkan pada saat terjadi
kecelakaan dijalan raya, tetapi teman-teman juga bisa melakukannya kapan saja
jika dibutuhkan. Misal ketika tangan kakak teriris pisau, adek demam sedangkan
Bapak/Ibu tidak ada dirumah. Kira-kira apa ya yang dapat teman-teman lakukan?
Dengan belajar pertolongan pertama teman-teman akan membangun karakter yang
peduli dan mampu memberikan pertolongan pertama kepada keluarga dirumah dan
teman-teman disekolah. Oh iya, kita bisa membantu teman-teman yang sakit
disekolah melalui UKS.
3. Remaja Sehat Peduli Sesama
Apakah teman-teman sudah merasa bersih dan sehat? Bagaimana rasanya punya
kakek-nenek angkat di panti jompo? Apa saja kandungan gizi makanan kita hari ini?
Membantu pos yandu? Merawat adik yang sedang demam? Yuk kita cari tahu tentang
Remaja Sehat Peduli Sesama.
4. Siaga Bencana
Apa yang bisa kita lakukan sebelum musim hujan? Mengapa kita harus menjaga
kelestarian hutan? Apakah yang dapat kita lakukan bagi teman-teman kita yang
terkena bencana? Menghibur? Bagaimana caranya…? Gampang aja, lewat PMR
teman-teman akan mempelajarinya..kok.
5. Kesehatan Remaja
Kok suaraku berubah ? Kok aku masih “ngompol” yah? Di PMR kita bisa mencari tahu
mengapa itu semua terjadi. Dengan mengetahui semua serba-serbi tentang
kesehatan reproduksi kita bisa hidup lebih sehat.
6. Donor Darah
Waktu kakak sakit, Ayah perlu darah
untuk kakak, untuk apa ya? Siapa aja
yang bisa menyumbangkan darahnya?
Yuuuk, kita ajak ibu, bapak, tante, om,
dan guru-guru untuk jadi donor darah
sukarela.
Mau tahu lebih banyak, gabung
PMR biar teman-teman bisa
baca buku-buku PMR, dan
sesekali datang ke Kantor PMI,
dong...
21Referensi
1. 50 Quick Team Building Games, Brian Cole Miller
2. Bermain, Menghayati, dan Belajar , YIS
3. Buku-buku pelatihan terbitan PMI Pusat: Pertolongan Pertama, Perawatan Keluarga,
Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat, Kesehatan Remaja
4. Character Building untuk Anak-anak, Barbara A. Lewis, Karisma
5. Character Building untuk Remaja, Barbara A. Lewis, Karisma
6. Child-led Disaster Risk Reduction: A Practical Guide, Save the Children
7. Community Challenge, Australian Red Cross
8. Exploring Humanitarian Law, ICRC
9. Friends Tell Friends on the Street, Thai Red Cross
10. Ketrampilan Komunitas Menghadapi Konflik, Prof. Mari Fitzduff, British Council
11. Kisah Sebuah Gagasan, ICRC
12. Living Values An Educational Program Educator Training Guide, Diane Tillman and Pilar Quera
Colomina, Grasindo
13. Menemukan Sekolah yang Membebaskan, Komunitas Sekolah Alam, Kawan Pustaka
14. Mengembangkan Kemampuan Adaptasi Anak Menghadapi Stress Psikososial, Drs. Made Rustika,
MSi
15. Menjaga Diri Sendiri, Claire Llewellyn, Tiga Serangkai
16. Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences, Linda Campbell, Bruce Campbell,
Dee Dickinson, Intuisi Press
17. Mind Map untuk Anak, Tony Buzan, Gramedia Pustaka Utama
18. PHAST Step by Step Guide: A Participatory Approach for the Control of Diarrhoeal Disease,
WHO, SIDA, UNDP
19. Psikologi untuk Anak dan Remaja II, Jonni Kincher , Karisma
20. Seven Steps for Seven Principle, IFRC
21. The 6 Most Important Decisions You'll Ever Make, Sean Covey
22. Totto-Chan Gadis Cilik di Jendela, Tetsuko Kuroyanagi, Gramedia Pustaka Utama
23. Tujuh Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif, Sean CoveyReferensi
1. 50 Quick Team Building Games, Brian Cole Miller
2. Bermain, Menghayati, dan Belajar , YIS
3. Buku-buku pelatihan terbitan PMI Pusat: Pertolongan Pertama, Perawatan Keluarga,
Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat, Kesehatan Remaja
4. Character Building untuk Anak-anak, Barbara A. Lewis, Karisma
5. Character Building untuk Remaja, Barbara A. Lewis, Karisma
6. Child-led Disaster Risk Reduction: A Practical Guide, Save the Children
7. Community Challenge, Australian Red Cross
8. Exploring Humanitarian Law, ICRC
9. Friends Tell Friends on the Street, Thai Red Cross
10. Ketrampilan Komunitas Menghadapi Konflik, Prof. Mari Fitzduff, British Council
11. Kisah Sebuah Gagasan, ICRC
12. Living Values An Educational Program Educator Training Guide, Diane Tillman and Pilar Quera
Colomina, Grasindo
13. Menemukan Sekolah yang Membebaskan, Komunitas Sekolah Alam, Kawan Pustaka
14. Mengembangkan Kemampuan Adaptasi Anak Menghadapi Stress Psikososial, Drs. Made Rustika,
MSi
15. Menjaga Diri Sendiri, Claire Llewellyn, Tiga Serangkai
16. Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences, Linda Campbell, Bruce Campbell,
Dee Dickinson, Intuisi Press
17. Mind Map untuk Anak, Tony Buzan, Gramedia Pustaka Utama
18. PHAST Step by Step Guide: A Participatory Approach for the Control of Diarrhoeal Disease,
WHO, SIDA, UNDP
19. Psikologi untuk Anak dan Remaja II, Jonni Kincher , Karisma
20. Seven Steps for Seven Principle, IFRC
21. The 6 Most Important Decisions You'll Ever Make, Sean Covey
22. Totto-Chan Gadis Cilik di Jendela, Tetsuko Kuroyanagi, Gramedia Pustaka Utama
23. Tujuh Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif, Sean Covey9 789793 575377
ISBN 979357537-9
Bulan Sabit Merah Internasional
Edisi I. Jakarta: JUNI 2008
Edisi Pertama : Juni 2008
Hak Cipta © Palang Merah Indonesia Pusat
Pengarah :
dr . Hj. Ulla Nuchrawaty Usman, MM
Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya Relawan
Penyusun :
Juliati Susilo (Markas Pusat PMI)
Asep Mulyadi (Markas Pusat PMI)
Rina Utami (Markas Pusat PMI)
Kontributor :
Dheni Prasetyo (Markas Pusat PMI)
Doddy Alfitra (Markas Pusat PMI)
Endra Setiawan (TSR MP PMI)
Fitri Sidikha (Markas Pusat PMI)
Nursalam AS (Markas Pusat PMI)
Freddy Nggadas (ICRC)
Ricki Berhitu (PMI Daerah Maluku)
Rudi Surya (PMI Daerah NAD)
Taufan Kristanto (PMI Daerah Bali)
Mayang Puspita Bastian (PMI Daerah Bangka Belitung)
Editor :
Endra Setiawan (TSR MP PMI)
Rina Utami (Markas Pusat PMI)
Desain & Layout :
Fajar Bakri (PMI Daerah Sulawesi Selatan)
Disusun atas dukungan :
International Committee of The Red Cross (ICRC)
Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC)
Palang Merah Denmark
Palang Merah Jepang
Palang Merah Jerman
ISBN : 978-979-3575-37-7
IFRC
i
KATA PENGANTAR
Dalam rangka meningkatkan kemampuan Anggota Remaja PMI (Palang
Merah Indonesia) untuk mewujudkan cita-cita dan semangat pengabdian kepada
sesama manusia, PMI telah menerbitkan berbagai buku pedoman sebagai
pegangan bagi anggota PMR Mula, Madya dan Wira. Pada tahun 2008 telah
diterbitkan buku pedoman untuk PMR antara lain: Mengenal Gerakan Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, Pertolongan Pertama, Ayo Siaga
Bencana, PMR Relawan Masa Depan, Remaja Sehat Peduli Sesama, Kesehatan
dan Kesejahteraan Remaja untuk pendidik sebaya serta media KIE Donor Darah.
Ciri-ciri PMR yang senantiasa ceria, cerdas, kreatif, jujur , berbagi, bersahabat dan bertanggung
jawab merupakan kekuatan yang positif dalam membentuk generasi muda bangsa Indonesia yang peduli
untuk menolong sesama serta peka pada situasi dan kondisi di lingkungannya.
Pada Akhirnya dengan mengetahui, memahami dan melaksanakan pengetahuan dan keterampilan
kepalangmerahan yang diwujudkan dalam kegiatan Tri Bakti PMR para anggota PMR akan menjadi teladan di
lingkungannya (peer leader) serta kader dan relawan PMI di masa mendatang...
Jakarta, Juni 2008
Pengurus Pusat
PALANG MERAH INDONESIA
dr . Hj. Ulla Nuchrawaty Usman, MM
Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya PMR dan Relawan Mengenal Gerakan Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah Internasional
Edisi I. Jakarta: JUNI 2008
Edisi Pertama : Juni 2008
Hak Cipta © Palang Merah Indonesia Pusat
Pengarah :
dr . Hj. Ulla Nuchrawaty Usman, MM
Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya Relawan
Penyusun :
Juliati Susilo (Markas Pusat PMI)
Asep Mulyadi (Markas Pusat PMI)
Rina Utami (Markas Pusat PMI)
Kontributor :
Dheni Prasetyo (Markas Pusat PMI)
Doddy Alfitra (Markas Pusat PMI)
Endra Setiawan (TSR MP PMI)
Fitri Sidikha (Markas Pusat PMI)
Nursalam AS (Markas Pusat PMI)
Freddy Nggadas (ICRC)
Ricki Berhitu (PMI Daerah Maluku)
Rudi Surya (PMI Daerah NAD)
Taufan Kristanto (PMI Daerah Bali)
Mayang Puspita Bastian (PMI Daerah Bangka Belitung)
Editor :
Endra Setiawan (TSR MP PMI)
Rina Utami (Markas Pusat PMI)
Desain & Layout :
Fajar Bakri (PMI Daerah Sulawesi Selatan)
Disusun atas dukungan :
International Committee of The Red Cross (ICRC)
Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC)
Palang Merah Denmark
Palang Merah Jepang
Palang Merah Jerman
ISBN : 978-979-3575-37-7
IFRC
i
KATA PENGANTAR
Dalam rangka meningkatkan kemampuan Anggota Remaja PMI (Palang
Merah Indonesia) untuk mewujudkan cita-cita dan semangat pengabdian kepada
sesama manusia, PMI telah menerbitkan berbagai buku pedoman sebagai
pegangan bagi anggota PMR Mula, Madya dan Wira. Pada tahun 2008 telah
diterbitkan buku pedoman untuk PMR antara lain: Mengenal Gerakan Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, Pertolongan Pertama, Ayo Siaga
Bencana, PMR Relawan Masa Depan, Remaja Sehat Peduli Sesama, Kesehatan
dan Kesejahteraan Remaja untuk pendidik sebaya serta media KIE Donor Darah.
Ciri-ciri PMR yang senantiasa ceria, cerdas, kreatif, jujur , berbagi, bersahabat dan bertanggung
jawab merupakan kekuatan yang positif dalam membentuk generasi muda bangsa Indonesia yang peduli
untuk menolong sesama serta peka pada situasi dan kondisi di lingkungannya.
Pada Akhirnya dengan mengetahui, memahami dan melaksanakan pengetahuan dan keterampilan
kepalangmerahan yang diwujudkan dalam kegiatan Tri Bakti PMR para anggota PMR akan menjadi teladan di
lingkungannya (peer leader) serta kader dan relawan PMI di masa mendatang...
Jakarta, Juni 2008
Pengurus Pusat
PALANG MERAH INDONESIA
dr . Hj. Ulla Nuchrawaty Usman, MM
Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya PMR dan Relawan “Jika remaja hidup dalam ketakutan
ia akan terbiasa merasa cemas”
“Namun jika remaja hidup dengan persahabatan,
ia akan belajar bahwa dunia adalah tempat
yang indah untuk hidup”
-Dorothy Law Nolte
Kata Pengantar
Daftar Isi
Tri Bakti PMR
Gerakan Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah Internasional
Perhimpunan Nasional
Lambang
Palang Merah Indonesia
Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah Internasional
Penugasan
i
iii
1
3
8
12
14
18
20
DAFTAR ISI
iii“Jika remaja hidup dalam ketakutan
ia akan terbiasa merasa cemas”
“Namun jika remaja hidup dengan persahabatan,
ia akan belajar bahwa dunia adalah tempat
yang indah untuk hidup”
-Dorothy Law Nolte
Kata Pengantar
Daftar Isi
Tri Bakti PMR
Gerakan Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah Internasional
Perhimpunan Nasional
Lambang
Palang Merah Indonesia
Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah Internasional
Penugasan
i
iii
1
3
8
12
14
18
20
DAFTAR ISI
iii“Gerakan Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah Internasional tidak hanya
sekedar menghafal 7 Prinsip Dasar , tetapi
bagaimana kemauan kita untuk
menerapkannya”
1
Hai ! aku PMR. aku mau ngajak kamu gabung di PMR
kamu bisa jadi remaja yang berkarakter
untuk
membi
man lainya, juga dapat m didik sebaya.
Tahu’
agar
R itu wada“Gerakan Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah Internasional tidak hanya
sekedar menghafal 7 Prinsip Dasar , tetapi
bagaimana kemauan kita untuk
menerapkannya”
1
Hai ! aku PMR. aku mau ngajak kamu gabung di PMR
kamu bisa jadi remaja yang berkarakter
untuk
membi
man lainya, juga dapat m didik sebaya.
Tahu’
agar
R itu wadaGERAKAN
PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH
INTERNASIONAL
Meningkatkan Keterampilan Hidup Sehat
Ingin jadi remaja yang berkarakter bersih dan sehat? Bener banget kalau
temen-temen milih gabung di PMR. Karena di PMR kita belajar tentang
pertolongan pertama, remaja sehat peduli sesama, kesehatan remaja, ayo
siaga bencana, dan donor darah.
Berkarya dan Berbakti di Masyarakat
Karena kita makhluk sosial, maka kehidupan kita gak akan pernah lepas
dengan orang lain. Udah tahukan kalo ngebantu sesama itu penting? Dan yang
lebih penting, membantu sesama itu menyenangkan lho. Nggak salah lagi kalo
temen-temen gabung PMR, karena disitu memang tempat berkumpulnya
remaja yang peduli, kreatif dan bersahat. Di PMR kita bisa bareng-bareng
bantu sesama.
Mempererat Persahabatan Nasional dan International
Pengen punya banyak teman? Apalagi punya teman dari daerah bahkan negara
yang berbeda?
Aku punya berapa teman. Buanyak deh. Apalagi sejak gabung PMR. Aku punya
temen dari Papua, Toraja, Aceh, Palembang, juga dari Belanda, Jepang,
Denmark, Australia, Malaysia, Singapore, Philipina,...gak terhitung lagi.
Dengan gabung PMR, kita akan belajar bagaimana menjalin persahabatan
dengan orang lain. Bisa nasional bisa international. Asyiiik!!
Tri Bakti PMR
2GERAKAN
PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH
INTERNASIONAL
Meningkatkan Keterampilan Hidup Sehat
Ingin jadi remaja yang berkarakter bersih dan sehat? Bener banget kalau
temen-temen milih gabung di PMR. Karena di PMR kita belajar tentang
pertolongan pertama, remaja sehat peduli sesama, kesehatan remaja, ayo
siaga bencana, dan donor darah.
Berkarya dan Berbakti di Masyarakat
Karena kita makhluk sosial, maka kehidupan kita gak akan pernah lepas
dengan orang lain. Udah tahukan kalo ngebantu sesama itu penting? Dan yang
lebih penting, membantu sesama itu menyenangkan lho. Nggak salah lagi kalo
temen-temen gabung PMR, karena disitu memang tempat berkumpulnya
remaja yang peduli, kreatif dan bersahat. Di PMR kita bisa bareng-bareng
bantu sesama.
Mempererat Persahabatan Nasional dan International
Pengen punya banyak teman? Apalagi punya teman dari daerah bahkan negara
yang berbeda?
Aku punya berapa teman. Buanyak deh. Apalagi sejak gabung PMR. Aku punya
temen dari Papua, Toraja, Aceh, Palembang, juga dari Belanda, Jepang,
Denmark, Australia, Malaysia, Singapore, Philipina,...gak terhitung lagi.
Dengan gabung PMR, kita akan belajar bagaimana menjalin persahabatan
dengan orang lain. Bisa nasional bisa international. Asyiiik!!
Tri Bakti PMR
2GERAKAN Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah internasional
KISAH SEBUAH GAGASAN 4 5GERAKAN Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah internasional
KISAH SEBUAH GAGASAN 4 56 76 7Perhimpunan Nasional
erhimpunan Nasional berada di setiap negara anggota
penandatangan Konvensi Jenewa. Masing-masing negara hanya
Pmemiliki satu Perhimpunan Nasional di negaranya.
Untuk dapat diakui, suatu Perhimpunan Nasional harus memenuhi
syarat sebagai berikut:
è Didirikan disatu negara penandatangan Konvensi Jenewa 1949.
è Merupakan satu-satunya Perhimpunan Nasional Palang Merah,
Bulan Sabit Merah atau Kristal Merah di negaranya.
è Diakui oleh pemerintah yang sah dinegaranya dengan dasar
Konvensi Jenewa dan Undang-Undang Nasional.
è Bersifat mandiri atau mempunyai status otonomi yang
memungkinkan untuk bergerak sesuai dengan Prinsip Dasar
Gerakan.
è Memakai nama dan lambang Palang Merah , Bulan Sabit Merah
atau Kristal Merah.
è Terorganisasi dalam menjalankan tugasnya dan dilaksanakan
diseluruh wilayah negaranya
è Memperluas kegiatannya ke seluruh wilayah negaranya.
è Menerima anggota dan staf tanpa membedakan ras, jenis kelamin,
kelas ekonomi, agama atau pandangan politik.
è Menyetujui dan taat pada statuta gerakan.
è Menghormati Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan dan menjalankan
tugasnya sesuai dengan prinsip-prinsip Hukum Humaniter
Internasional.
Apa saja kegiatan Perhimpunan Nasional ?
.................................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
8
1. Bagaimana dengan Bom Atom Nagasaki dan Hirosima? Penggunaan
Ranjau darat pada pertikaian bersenjata di Kamboja? Sengketa yang
terjadi di beberapa wilayah di tanah air? Apakah Hukum Humaniter
Internasional (HHI) dapat diterapkan dalam perang-perang
tersebut. Diskusikannlah dengan teman-teman anggota PMR!
2. Bentuklah beberapa kelompok beranggotakan 3-5 orang. Buatlah
kliping berita pertikaian bersenjata internasional dan non-
international yang menurut kalian melanggar Hukum Humaniter
Internasional (HHI). Diskusikan dengan fasilitator dan teman-teman
yang lain, mengapa dianggap melanggar Hukum Humaniter
Internasional (HHI)….
3. Buatlah desain Poster , Kartu Pos, T-shirt yang menyerukan
perdaiaman untuk di tukar dengan Unit PMR yang lain…..atau kita
lombakan yuuk...
9Perhimpunan Nasional
erhimpunan Nasional berada di setiap negara anggota
penandatangan Konvensi Jenewa. Masing-masing negara hanya
Pmemiliki satu Perhimpunan Nasional di negaranya.
Untuk dapat diakui, suatu Perhimpunan Nasional harus memenuhi
syarat sebagai berikut:
è Didirikan disatu negara penandatangan Konvensi Jenewa 1949.
è Merupakan satu-satunya Perhimpunan Nasional Palang Merah,
Bulan Sabit Merah atau Kristal Merah di negaranya.
è Diakui oleh pemerintah yang sah dinegaranya dengan dasar
Konvensi Jenewa dan Undang-Undang Nasional.
è Bersifat mandiri atau mempunyai status otonomi yang
memungkinkan untuk bergerak sesuai dengan Prinsip Dasar
Gerakan.
è Memakai nama dan lambang Palang Merah , Bulan Sabit Merah
atau Kristal Merah.
è Terorganisasi dalam menjalankan tugasnya dan dilaksanakan
diseluruh wilayah negaranya
è Memperluas kegiatannya ke seluruh wilayah negaranya.
è Menerima anggota dan staf tanpa membedakan ras, jenis kelamin,
kelas ekonomi, agama atau pandangan politik.
è Menyetujui dan taat pada statuta gerakan.
è Menghormati Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan dan menjalankan
tugasnya sesuai dengan prinsip-prinsip Hukum Humaniter
Internasional.
Apa saja kegiatan Perhimpunan Nasional ?
.................................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
.................................................................................................
8
1. Bagaimana dengan Bom Atom Nagasaki dan Hirosima? Penggunaan
Ranjau darat pada pertikaian bersenjata di Kamboja? Sengketa yang
terjadi di beberapa wilayah di tanah air? Apakah Hukum Humaniter
Internasional (HHI) dapat diterapkan dalam perang-perang
tersebut. Diskusikannlah dengan teman-teman anggota PMR!
2. Bentuklah beberapa kelompok beranggotakan 3-5 orang. Buatlah
kliping berita pertikaian bersenjata internasional dan non-
international yang menurut kalian melanggar Hukum Humaniter
Internasional (HHI). Diskusikan dengan fasilitator dan teman-teman
yang lain, mengapa dianggap melanggar Hukum Humaniter
Internasional (HHI)….
3. Buatlah desain Poster , Kartu Pos, T-shirt yang menyerukan
perdaiaman untuk di tukar dengan Unit PMR yang lain…..atau kita
lombakan yuuk...
9LAMBANG
ambang dipakai sebagai identitas atau tanda pengenal bagi orang-orang di
suatu kelompok, daerah, negara atau apapun. Lambang adalah suatu ciri
Lkhas, termasuk Lambang Palang Merah. Sebelum Lambang Gerakan
diadopsi, setiap pelayanan medis kemiliteran - setidaknya di Eropa, memiliki tanda
pengenal tersendiri. Austria misalnya, menggunakan bendera putih, Perancis
bendera merah, atau Spanyol bendera kuning. Banyaknya tanda yang digunakan,
menimbulkan akibat yang tragis. Walaupun tentara tahu apa tanda pengenal dari
personel medisnya, namun biasanya mereka tidak tahu apa tanda pengenal medis
lawan mereka dan karena tanda-tanda pengenal yang dipakai itu bukanlah lambang
yang universal serta tidak dipandang sebagai suatu hal yang netral.
1. Lambang Palang Merah
Tahun 1863, konferensi internasional diselenggarakan di Jenewa dan
mengadopsi Lambang Palang Merah di atas dasar putih sebagai tanda
pengenal Perhimpunan Nasional Palang Merah yang merupakan kebalikan dari
bendera nasional Swiss. Tahun 1864, Konvensi Jenewa yang pertama
menyatakan bahwa lambang Palang Merah diatas dasar putih secara resmi
diakui sebagai tanda pengenal pelayanan medis angkatan bersenjata. Pada
Konven si Jenewa tahun 1906, waktu peninjauan kembali terhadap
Konve nsi Jenewa Tahun 1864, barulah ditetapkan lambang Palang
Merah tersebut sebagai
2. Lambang Bulan Sabit Merah
Tahun 1876 saat Balkan dilanda
perang, sejumlah pekerja sosial yang
tertangkap oleh Ottoman dibunuh
semata-mata karena mereka memakai
ban lengan dengan gambar palang merah.
penghormatan terhadap
Negara Swiss.
10
Tanda Palang Merah,
Bulan Sabit Merah dan
Kristal Merah diatas
dasar putih ditetapkan
sebagai lambang
khusus untuk
perlindungan, dimana
setiap negara hanya
boleh menggunakan
satu lambang
LAMBANG
Banyak yang mengira jika Lambang Palang Merah
ada hubungannya dengan simbol agama, padahal
sama sekali tidak ada hubungannya...
Ketika pemerintah Turki diminta penjelasan mengenai hal ini,
mereka menekankan kepekaan tentara muslim terhadap bentuk
palang/salib dan mengajukan agar perhimpunan nasional serta
pelayanan medis militer mereka, diperbolehkan untuk
menggunakan lambang yang berbeda yaitu Bulan Sabit Merah.
Gagasan ini perlahan-pelahan mulai diterima, memperoleh
semacam pengesahan dalam bentuk 'reservasi' dan diadopsi
sebagai lambang yang sederajat dengan lambang palang merah
dalam konvensi tahun 1929. Lambang Bulan Sabit Merah di atas
dasar putih yang saat itu dipilih oleh Persia (sekarang Iran) diakui
sebagai lambang pembeda dengan fungsi dan tujuan yang sama
dengan lambang palang merah, dan singa dan matahari merah
sebagaimana tercantum pada Konvensi-konvensi Jenewa 1949
dan protokol tambahan I dan II 1977
3. Lambang Kristal Merah
Tahun 2005 Kristal Merah diatas dasar putih diadopsi
menjadi lambang alternatif apabila di suatu negara terjadi
konflik bersenjata/perang atau bencana, maka negara yang
menggunakan Lambang Palang Merah atau Bulan Sabit
Merah, ICRC dan IFRC dapat menggunakannya secara khusus
untuk kegiatan kepalangmerahan yang dilaksanakan di
daerah tersebut.
11LAMBANG
ambang dipakai sebagai identitas atau tanda pengenal bagi orang-orang di
suatu kelompok, daerah, negara atau apapun. Lambang adalah suatu ciri
Lkhas, termasuk Lambang Palang Merah. Sebelum Lambang Gerakan
diadopsi, setiap pelayanan medis kemiliteran - setidaknya di Eropa, memiliki tanda
pengenal tersendiri. Austria misalnya, menggunakan bendera putih, Perancis
bendera merah, atau Spanyol bendera kuning. Banyaknya tanda yang digunakan,
menimbulkan akibat yang tragis. Walaupun tentara tahu apa tanda pengenal dari
personel medisnya, namun biasanya mereka tidak tahu apa tanda pengenal medis
lawan mereka dan karena tanda-tanda pengenal yang dipakai itu bukanlah lambang
yang universal serta tidak dipandang sebagai suatu hal yang netral.
1. Lambang Palang Merah
Tahun 1863, konferensi internasional diselenggarakan di Jenewa dan
mengadopsi Lambang Palang Merah di atas dasar putih sebagai tanda
pengenal Perhimpunan Nasional Palang Merah yang merupakan kebalikan dari
bendera nasional Swiss. Tahun 1864, Konvensi Jenewa yang pertama
menyatakan bahwa lambang Palang Merah diatas dasar putih secara resmi
diakui sebagai tanda pengenal pelayanan medis angkatan bersenjata. Pada
Konven si Jenewa tahun 1906, waktu peninjauan kembali terhadap
Konve nsi Jenewa Tahun 1864, barulah ditetapkan lambang Palang
Merah tersebut sebagai
2. Lambang Bulan Sabit Merah
Tahun 1876 saat Balkan dilanda
perang, sejumlah pekerja sosial yang
tertangkap oleh Ottoman dibunuh
semata-mata karena mereka memakai
ban lengan dengan gambar palang merah.
penghormatan terhadap
Negara Swiss.
10
Tanda Palang Merah,
Bulan Sabit Merah dan
Kristal Merah diatas
dasar putih ditetapkan
sebagai lambang
khusus untuk
perlindungan, dimana
setiap negara hanya
boleh menggunakan
satu lambang
LAMBANG
Banyak yang mengira jika Lambang Palang Merah
ada hubungannya dengan simbol agama, padahal
sama sekali tidak ada hubungannya...
Ketika pemerintah Turki diminta penjelasan mengenai hal ini,
mereka menekankan kepekaan tentara muslim terhadap bentuk
palang/salib dan mengajukan agar perhimpunan nasional serta
pelayanan medis militer mereka, diperbolehkan untuk
menggunakan lambang yang berbeda yaitu Bulan Sabit Merah.
Gagasan ini perlahan-pelahan mulai diterima, memperoleh
semacam pengesahan dalam bentuk 'reservasi' dan diadopsi
sebagai lambang yang sederajat dengan lambang palang merah
dalam konvensi tahun 1929. Lambang Bulan Sabit Merah di atas
dasar putih yang saat itu dipilih oleh Persia (sekarang Iran) diakui
sebagai lambang pembeda dengan fungsi dan tujuan yang sama
dengan lambang palang merah, dan singa dan matahari merah
sebagaimana tercantum pada Konvensi-konvensi Jenewa 1949
dan protokol tambahan I dan II 1977
3. Lambang Kristal Merah
Tahun 2005 Kristal Merah diatas dasar putih diadopsi
menjadi lambang alternatif apabila di suatu negara terjadi
konflik bersenjata/perang atau bencana, maka negara yang
menggunakan Lambang Palang Merah atau Bulan Sabit
Merah, ICRC dan IFRC dapat menggunakannya secara khusus
untuk kegiatan kepalangmerahan yang dilaksanakan di
daerah tersebut.
11LAMBANG
Lambang memiliki dua fungsi yaitu sebagai
Tanda Pengenal dan Tanda Perlindungan.
Sebagai Tanda Pengenal,
Sebagai Tanda Perlindungan,
Lambang digunakan pada masa
damai atau pada saat tidak terjadi konflik, perang atau pada
saat tidak terjadi bencana. Gunanya adalah sebagai tanda
pengenal:
- Identitas; bahwa seseorang adalah anggota
Gerakan, staff, personel Perhimpunan Nasional,
ICRC dan IFRC.
- Hak milik; bahwa sesuatu seperti fasilitas, sarana,
peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam
kegiatan adalah milik Gerakan (ICRC, Perhimpunan
Nasional, IFRC).
Dengan seizin Perhimpunan Nasional, tanda pengenal
lambang dapat digunakan oleh pihak lain untuk tujuan
mendukung kegiatan kepalangmerahan.
Lambang digunakan ketika
konflik, perang atau saat bencana terjadi. Fungsinya, untuk
memberitahukan bahwa seseorang adalah anggota Gerakan
dan menandai personel medis militer , sehingga harus
dilindungi. Tanda perlindungan juga digunakan untuk
menandai fasilitas medis militer (bangunan, peralatan,
kendaraan termasuk kapal dan rumah sakit). Untuk tujuan
ini, dalam pembuatan Lambang, tidak boleh ada sesuatu pun
yang ditambahkan padanya, baik terhadap Palang Merah,
Bulan Sabit Merah atau Kristal Merah atau pada dasar
putihnya. Lambang tersebut harus berukuran besar dan
mudah terlihat.
12
Penyalahgunaan Lambang:
Lambang yang tidak digunakan secara benar , disebut dengan
penyalahgunaan lambang. Ada beberapa macam
penyalahgunaan yaitu:
1. Peniruan
Penggunaan tanda-tanda yang mirip dengan Lambang
Palang Merah, namun sebenarnya bukanlah Lambang
Gerakan Palang Merah. Tentu saja hal itu dapat disalah
mengerti sebagai Lambang untuk Gerakan Palang Merah
atau Bulan Sabit Merah.
2. Penggunaan yang Tidak tepat
Yaitu Penggunaan Lambang Palang Merah atau Bulan
Sabit Merah oleh kelompok atau perorangan terutama
untuk tujuan komersial. Penggunaan oleh sesorang atau
kelompok yang berhak namun tidak sesuai dengan
Prinsip Dasar Gerakan.
3. Pelanggaran Berat
Penggunaan lambang Palang Merah atau Bulan Sabit
Merah dalam masa perang untuk melindungi personel
militer atau perlengkapan militer dianggap sebagai
kejahatan perang.
Penggunaan lambang Palang
Hijau milik Departemen
Kesehatan, bukanlah
merupakan penyalahgunaan
Lambang.
13LAMBANG
Lambang memiliki dua fungsi yaitu sebagai
Tanda Pengenal dan Tanda Perlindungan.
Sebagai Tanda Pengenal,
Sebagai Tanda Perlindungan,
Lambang digunakan pada masa
damai atau pada saat tidak terjadi konflik, perang atau pada
saat tidak terjadi bencana. Gunanya adalah sebagai tanda
pengenal:
- Identitas; bahwa seseorang adalah anggota
Gerakan, staff, personel Perhimpunan Nasional,
ICRC dan IFRC.
- Hak milik; bahwa sesuatu seperti fasilitas, sarana,
peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam
kegiatan adalah milik Gerakan (ICRC, Perhimpunan
Nasional, IFRC).
Dengan seizin Perhimpunan Nasional, tanda pengenal
lambang dapat digunakan oleh pihak lain untuk tujuan
mendukung kegiatan kepalangmerahan.
Lambang digunakan ketika
konflik, perang atau saat bencana terjadi. Fungsinya, untuk
memberitahukan bahwa seseorang adalah anggota Gerakan
dan menandai personel medis militer , sehingga harus
dilindungi. Tanda perlindungan juga digunakan untuk
menandai fasilitas medis militer (bangunan, peralatan,
kendaraan termasuk kapal dan rumah sakit). Untuk tujuan
ini, dalam pembuatan Lambang, tidak boleh ada sesuatu pun
yang ditambahkan padanya, baik terhadap Palang Merah,
Bulan Sabit Merah atau Kristal Merah atau pada dasar
putihnya. Lambang tersebut harus berukuran besar dan
mudah terlihat.
12
Penyalahgunaan Lambang:
Lambang yang tidak digunakan secara benar , disebut dengan
penyalahgunaan lambang. Ada beberapa macam
penyalahgunaan yaitu:
1. Peniruan
Penggunaan tanda-tanda yang mirip dengan Lambang
Palang Merah, namun sebenarnya bukanlah Lambang
Gerakan Palang Merah. Tentu saja hal itu dapat disalah
mengerti sebagai Lambang untuk Gerakan Palang Merah
atau Bulan Sabit Merah.
2. Penggunaan yang Tidak tepat
Yaitu Penggunaan Lambang Palang Merah atau Bulan
Sabit Merah oleh kelompok atau perorangan terutama
untuk tujuan komersial. Penggunaan oleh sesorang atau
kelompok yang berhak namun tidak sesuai dengan
Prinsip Dasar Gerakan.
3. Pelanggaran Berat
Penggunaan lambang Palang Merah atau Bulan Sabit
Merah dalam masa perang untuk melindungi personel
militer atau perlengkapan militer dianggap sebagai
kejahatan perang.
Penggunaan lambang Palang
Hijau milik Departemen
Kesehatan, bukanlah
merupakan penyalahgunaan
Lambang.
13Palang Merah Indonesia
Teman-teman, sekarang waktunya kita kenalan dengan
Palang Merah Indonesia dan kegiatan apa saja yang
dilaksanakan!
Saat Perang Kemerdekaan
Peperangan, menimbulkan korban manusia. Pada
masa penjajahan Belanda di Indonesia, banyaknya
korban yang berjatuhan memunculkan usulan untuk
mendirikan Perhimpunan Palang Merah Indonesia.
Usulan tersebut diajukan oleh Dr . RCL Senduk dan
Dr . Bahder Djohan kepada pemerintah Belanda pada
tahun 1932 . Pada masa penjajahan Belanda, kegiatan
kepalangmerahan dijalankan oleh Palang Merah
Belanda cabang Hindia atau NERKAI (Nederlands Rode
Kruis Afdeling Indie) yang terbentuk tanggal 21
Oktober 1873. Usulan mendirikan palang merah bagi
Indonesia oleh dr . RCL Senduk dan dr . Bahder Djohan
mendapat sambutan. Saat sidang konferensi NERKAI
yang berlangsung tahun 1940 usulan mereka dibahas.
Namun sayang usulan itu ditolak oleh pemerintah
Belanda karena menganggap rakyat Indonesia belum
mampu mengatur organisasi palang merahnya sendiri.
Membentuk perhimpunan Palang Merah memerlukan
keahlian dan banyak persiapan yang tidak mudah.
Meskipun ditolak, cita-cita dr . RCL Senduk dan dr .
Bahder Djohan tidak surut. Mereka terus mengadakan
sosialisasi dan konsolidasi ke berbagai pihak.
14
Setelah Indonesia Merdeka
Akhirnya... Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 3 September 1945 Presiden Soekarno
memerintahkan Menteri Kesehatan saat itu, Dr Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk
Perhimpunan Nasional Palang Merah.
Atas perintah Presiden, pada tanggal 5 September 1945 dibentuklah susunan kepanitiaan
beranggotakan 5 orang. Selanjutnya disebut dengan Panitia Lima. Mereka mempunyai tugas
menyusun rencana pembentukan Palang Merah Nasional yaitu Palang Merah Indonesia.
Ketua : Dr . R. Mochtar
Penulis : Dr . Bahder Johan
Anggota : Dr . Djoehana
Dr . Marzuki
Dr . Sitanala
Satu bulan setelah Indonesia merdeka, tepatnya tanggal 17 September 1945, lahirlah PMI atau
Palang Merah Indonesia dengan ketua umum Drs. Moch Hatta yang sekaligus merupakan Wakil
Presiden RI pertama.
15Palang Merah Indonesia
Teman-teman, sekarang waktunya kita kenalan dengan
Palang Merah Indonesia dan kegiatan apa saja yang
dilaksanakan!
Saat Perang Kemerdekaan
Peperangan, menimbulkan korban manusia. Pada
masa penjajahan Belanda di Indonesia, banyaknya
korban yang berjatuhan memunculkan usulan untuk
mendirikan Perhimpunan Palang Merah Indonesia.
Usulan tersebut diajukan oleh Dr . RCL Senduk dan
Dr . Bahder Djohan kepada pemerintah Belanda pada
tahun 1932 . Pada masa penjajahan Belanda, kegiatan
kepalangmerahan dijalankan oleh Palang Merah
Belanda cabang Hindia atau NERKAI (Nederlands Rode
Kruis Afdeling Indie) yang terbentuk tanggal 21
Oktober 1873. Usulan mendirikan palang merah bagi
Indonesia oleh dr . RCL Senduk dan dr . Bahder Djohan
mendapat sambutan. Saat sidang konferensi NERKAI
yang berlangsung tahun 1940 usulan mereka dibahas.
Namun sayang usulan itu ditolak oleh pemerintah
Belanda karena menganggap rakyat Indonesia belum
mampu mengatur organisasi palang merahnya sendiri.
Membentuk perhimpunan Palang Merah memerlukan
keahlian dan banyak persiapan yang tidak mudah.
Meskipun ditolak, cita-cita dr . RCL Senduk dan dr .
Bahder Djohan tidak surut. Mereka terus mengadakan
sosialisasi dan konsolidasi ke berbagai pihak.
14
Setelah Indonesia Merdeka
Akhirnya... Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 3 September 1945 Presiden Soekarno
memerintahkan Menteri Kesehatan saat itu, Dr Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk
Perhimpunan Nasional Palang Merah.
Atas perintah Presiden, pada tanggal 5 September 1945 dibentuklah susunan kepanitiaan
beranggotakan 5 orang. Selanjutnya disebut dengan Panitia Lima. Mereka mempunyai tugas
menyusun rencana pembentukan Palang Merah Nasional yaitu Palang Merah Indonesia.
Ketua : Dr . R. Mochtar
Penulis : Dr . Bahder Johan
Anggota : Dr . Djoehana
Dr . Marzuki
Dr . Sitanala
Satu bulan setelah Indonesia merdeka, tepatnya tanggal 17 September 1945, lahirlah PMI atau
Palang Merah Indonesia dengan ketua umum Drs. Moch Hatta yang sekaligus merupakan Wakil
Presiden RI pertama.
15Kegiatan Palang Merah Indonesia
Pada saat PMI baru terbentuk, banyak
kesulitan yang dihadapi. Kurangnya dana,
peralatan dan sumber daya manusia
membuat gerak langkah PMI sedikit
terhambat. Namun hambatan ini teratasi
dengan banyaknya sukarelawan yang
bersedia bergabung dan membantu PMI.
Berbagai kesulitan yang ada, sedikit demi
sedikit dapat teratasi.
Sebagai kegiatan awal, dibentuklah
Pasukan Penolong Pertama (Mobile
Colone) oleh cabang-cabang PMI. Saat itu
baru terbentuk 40 cabang PMI di seluruh
Indonesia. Anggota Pasukan Penolong
Pertama direkrut dari pelajar sekolah
tinggi dan menengah.Pada permulaan
tahun 1946, terkumpul 60 orang pelajar
wanita yang dididik untuk menjadi
pembantu juru rawat. Mereka dilatih dan
diasramakan di Gedung Chr .HBS Salemba,
Jakarta.
Setelah menyelesaikan pelatihannya,
sukarelawan itu dikirim ke berbagai
daerah di luar Jakarta, termasuk ke
daerah-daerah yang masih dilanda
pertempuran kecil. Sejak saat itu, Palang
Merah Indonesia semakin menunjukan
keberadaannya sebagai lembaga yang
melakukan kegiatan kepalangmerahan di
Indonesia.
Agar kegiatan PMI mendapat keleluasaan
dalam bertindak, maka PMI perlu
mendapat perlindungan hukum dari
negara. Perlindungan hukum itu juga
merupakan syarat yang harus diberikan
oleh negara, yang diatur oleh hukum
internasional, sebagaimana telah
disepakati oleh seluruh negara di dunia,
bahwa satu negara hanya boleh memiliki
satu badan kepalangmerahan.
16 16
Ingat! Kegiatan Kepalangmerahan yang dilaksanakan anggota PMR disebut TRI BAKTI
Sebutkan kegiatan kepalangmerahan yang dapat dilakukan oleh
anggota PMR Mula, Madya, dan Wira!!!
Berapa jumlah PMI Daerah dan Cabang di seluruh Indonesia?
Apa saja kegiatan PMI Cabang diwilayahmu?
Datanglah ke markas PMI cabang terdekat dan buatlah cerita singkat
tentang kegiatan yang kalian ketahui...
Coba kalian catat dan daftar di negara mana saja terdapat perhimpunan
nasional, dan carilah informasi mengenai kegiatan PMR-nya.
Diskusikan dengan teman-teman dan fasilitatormu…
17Kegiatan Palang Merah Indonesia
Pada saat PMI baru terbentuk, banyak
kesulitan yang dihadapi. Kurangnya dana,
peralatan dan sumber daya manusia
membuat gerak langkah PMI sedikit
terhambat. Namun hambatan ini teratasi
dengan banyaknya sukarelawan yang
bersedia bergabung dan membantu PMI.
Berbagai kesulitan yang ada, sedikit demi
sedikit dapat teratasi.
Sebagai kegiatan awal, dibentuklah
Pasukan Penolong Pertama (Mobile
Colone) oleh cabang-cabang PMI. Saat itu
baru terbentuk 40 cabang PMI di seluruh
Indonesia. Anggota Pasukan Penolong
Pertama direkrut dari pelajar sekolah
tinggi dan menengah.Pada permulaan
tahun 1946, terkumpul 60 orang pelajar
wanita yang dididik untuk menjadi
pembantu juru rawat. Mereka dilatih dan
diasramakan di Gedung Chr .HBS Salemba,
Jakarta.
Setelah menyelesaikan pelatihannya,
sukarelawan itu dikirim ke berbagai
daerah di luar Jakarta, termasuk ke
daerah-daerah yang masih dilanda
pertempuran kecil. Sejak saat itu, Palang
Merah Indonesia semakin menunjukan
keberadaannya sebagai lembaga yang
melakukan kegiatan kepalangmerahan di
Indonesia.
Agar kegiatan PMI mendapat keleluasaan
dalam bertindak, maka PMI perlu
mendapat perlindungan hukum dari
negara. Perlindungan hukum itu juga
merupakan syarat yang harus diberikan
oleh negara, yang diatur oleh hukum
internasional, sebagaimana telah
disepakati oleh seluruh negara di dunia,
bahwa satu negara hanya boleh memiliki
satu badan kepalangmerahan.
16 16
Ingat! Kegiatan Kepalangmerahan yang dilaksanakan anggota PMR disebut TRI BAKTI
Sebutkan kegiatan kepalangmerahan yang dapat dilakukan oleh
anggota PMR Mula, Madya, dan Wira!!!
Berapa jumlah PMI Daerah dan Cabang di seluruh Indonesia?
Apa saja kegiatan PMI Cabang diwilayahmu?
Datanglah ke markas PMI cabang terdekat dan buatlah cerita singkat
tentang kegiatan yang kalian ketahui...
Coba kalian catat dan daftar di negara mana saja terdapat perhimpunan
nasional, dan carilah informasi mengenai kegiatan PMR-nya.
Diskusikan dengan teman-teman dan fasilitatormu…
17PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN
BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL
Gerakan Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah mempunyai dasar dan
t u j u a n y a n g s ama d a l am
pengabdiannya.
Dalam menjalankan misinya Gerakan
tidak boleh terpengaruh oleh
kepentingan apapun. Oleh karena itu
sangat diperlukan adanya prinsip
dasar yang dapat dijadikan pedoman
dan landasan moril bagi kehidupan
organisasi yang diakui dan dihormati
secara internasional. Pada tahun
1921, Komite Internasional Palang
Merah atau ICRC mencoba menyusun
Prinsip Dasar yang dirasa perlu
sebagai dasar dalam setiap tindakan
gerakan. Teks inilah yang menjelma
menjadi prinsip-prinsip dasar
Gerakan Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah Internasional yang
diproklamirkan dalam konferensi
internasional Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah Internasional di Wina-
Austria tahun 1965, yaitu:
? KEMANUSIAAN,
? KESAMAAN,
? KENETRALAN,
? KEMANDIRIAN,
? KESUKARELAAN,
? KESATUAN dan
? KESEMESTAAN.
18
PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN
BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL
19
gambar : www.rodekruis.nl (palang Merah Belanda) ilustrasi PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN
BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL
Gerakan Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah mempunyai dasar dan
t u j u a n y a n g s ama d a l am
pengabdiannya.
Dalam menjalankan misinya Gerakan
tidak boleh terpengaruh oleh
kepentingan apapun. Oleh karena itu
sangat diperlukan adanya prinsip
dasar yang dapat dijadikan pedoman
dan landasan moril bagi kehidupan
organisasi yang diakui dan dihormati
secara internasional. Pada tahun
1921, Komite Internasional Palang
Merah atau ICRC mencoba menyusun
Prinsip Dasar yang dirasa perlu
sebagai dasar dalam setiap tindakan
gerakan. Teks inilah yang menjelma
menjadi prinsip-prinsip dasar
Gerakan Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah Internasional yang
diproklamirkan dalam konferensi
internasional Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah Internasional di Wina-
Austria tahun 1965, yaitu:
? KEMANUSIAAN,
? KESAMAAN,
? KENETRALAN,
? KEMANDIRIAN,
? KESUKARELAAN,
? KESATUAN dan
? KESEMESTAAN.
18
PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN
BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL
19
gambar : www.rodekruis.nl (palang Merah Belanda) ilustrasi Bentuklah kelompok beranggotakan 7-10 orang. Buatlah rencana kegiatan
yang dapat kalian lakukan, sebagai bentuk penerapan 7 prinsip.
Mintalah bantuan kepada fasilitator , pembina PMR, dan staf PMI cabang
untuk proses perencanaan hingga pelaksaannya.
Libatkan mereka dalam proses monitoring dan evaluasinya.......
PENUGASAN
20
Ayo kita
gambar kegiatan
PMR saat
menerapkan tiap
Prinsip
21
Nah, sekarang teman-teman sudah kenal dengan Palang Merah
Selanjutnya kita juga akan mengenal tentang
1. Kepemimpinan
Teman-teman akan belajar kepemimpinan. Nantinya, dari pengetahuan yang
didapatkan, diharapkan teman-teman dapat menjadi contoh yang positif bagi
teman-teman lainnya sehingga mereka juga bisa menjadi lebih baik, atau bahkan
menjadi yang terbaik. Selain itu juga menjadi peduli dengan teman, kreatif dan
pandai bekerjasama dengan siapapun.
2. Pertolongan Pertama
Memberikan pertolongan pertama tidak hanya dibutuhkan pada saat terjadi
kecelakaan dijalan raya, tetapi teman-teman juga bisa melakukannya kapan saja
jika dibutuhkan. Misal ketika tangan kakak teriris pisau, adek demam sedangkan
Bapak/Ibu tidak ada dirumah. Kira-kira apa ya yang dapat teman-teman lakukan?
Dengan belajar pertolongan pertama teman-teman akan membangun karakter yang
peduli dan mampu memberikan pertolongan pertama kepada keluarga dirumah dan
teman-teman disekolah. Oh iya, kita bisa membantu teman-teman yang sakit
disekolah melalui UKS.
3. Remaja Sehat Peduli Sesama
Apakah teman-teman sudah merasa bersih dan sehat? Bagaimana rasanya punya
kakek-nenek angkat di panti jompo? Apa saja kandungan gizi makanan kita hari ini?
Membantu pos yandu? Merawat adik yang sedang demam? Yuk kita cari tahu tentang
Remaja Sehat Peduli Sesama.
4. Siaga Bencana
Apa yang bisa kita lakukan sebelum musim hujan? Mengapa kita harus menjaga
kelestarian hutan? Apakah yang dapat kita lakukan bagi teman-teman kita yang
terkena bencana? Menghibur? Bagaimana caranya…? Gampang aja, lewat PMR
teman-teman akan mempelajarinya..kok.
5. Kesehatan Remaja
Kok suaraku berubah ? Kok aku masih “ngompol” yah? Di PMR kita bisa mencari tahu
mengapa itu semua terjadi. Dengan mengetahui semua serba-serbi tentang
kesehatan reproduksi kita bisa hidup lebih sehat.
6. Donor Darah
Waktu kakak sakit, Ayah perlu darah
untuk kakak, untuk apa ya? Siapa aja
yang bisa menyumbangkan darahnya?
Yuuuk, kita ajak ibu, bapak, tante, om,
dan guru-guru untuk jadi donor darah
sukarela.
Mau tahu lebih banyak, gabung
PMR biar teman-teman bisa
baca buku-buku PMR, dan
sesekali datang ke Kantor PMI,
dong...
21Bentuklah kelompok beranggotakan 7-10 orang. Buatlah rencana kegiatan
yang dapat kalian lakukan, sebagai bentuk penerapan 7 prinsip.
Mintalah bantuan kepada fasilitator , pembina PMR, dan staf PMI cabang
untuk proses perencanaan hingga pelaksaannya.
Libatkan mereka dalam proses monitoring dan evaluasinya.......
PENUGASAN
20
Ayo kita
gambar kegiatan
PMR saat
menerapkan tiap
Prinsip
21
Nah, sekarang teman-teman sudah kenal dengan Palang Merah
Selanjutnya kita juga akan mengenal tentang
1. Kepemimpinan
Teman-teman akan belajar kepemimpinan. Nantinya, dari pengetahuan yang
didapatkan, diharapkan teman-teman dapat menjadi contoh yang positif bagi
teman-teman lainnya sehingga mereka juga bisa menjadi lebih baik, atau bahkan
menjadi yang terbaik. Selain itu juga menjadi peduli dengan teman, kreatif dan
pandai bekerjasama dengan siapapun.
2. Pertolongan Pertama
Memberikan pertolongan pertama tidak hanya dibutuhkan pada saat terjadi
kecelakaan dijalan raya, tetapi teman-teman juga bisa melakukannya kapan saja
jika dibutuhkan. Misal ketika tangan kakak teriris pisau, adek demam sedangkan
Bapak/Ibu tidak ada dirumah. Kira-kira apa ya yang dapat teman-teman lakukan?
Dengan belajar pertolongan pertama teman-teman akan membangun karakter yang
peduli dan mampu memberikan pertolongan pertama kepada keluarga dirumah dan
teman-teman disekolah. Oh iya, kita bisa membantu teman-teman yang sakit
disekolah melalui UKS.
3. Remaja Sehat Peduli Sesama
Apakah teman-teman sudah merasa bersih dan sehat? Bagaimana rasanya punya
kakek-nenek angkat di panti jompo? Apa saja kandungan gizi makanan kita hari ini?
Membantu pos yandu? Merawat adik yang sedang demam? Yuk kita cari tahu tentang
Remaja Sehat Peduli Sesama.
4. Siaga Bencana
Apa yang bisa kita lakukan sebelum musim hujan? Mengapa kita harus menjaga
kelestarian hutan? Apakah yang dapat kita lakukan bagi teman-teman kita yang
terkena bencana? Menghibur? Bagaimana caranya…? Gampang aja, lewat PMR
teman-teman akan mempelajarinya..kok.
5. Kesehatan Remaja
Kok suaraku berubah ? Kok aku masih “ngompol” yah? Di PMR kita bisa mencari tahu
mengapa itu semua terjadi. Dengan mengetahui semua serba-serbi tentang
kesehatan reproduksi kita bisa hidup lebih sehat.
6. Donor Darah
Waktu kakak sakit, Ayah perlu darah
untuk kakak, untuk apa ya? Siapa aja
yang bisa menyumbangkan darahnya?
Yuuuk, kita ajak ibu, bapak, tante, om,
dan guru-guru untuk jadi donor darah
sukarela.
Mau tahu lebih banyak, gabung
PMR biar teman-teman bisa
baca buku-buku PMR, dan
sesekali datang ke Kantor PMI,
dong...
21Referensi
1. 50 Quick Team Building Games, Brian Cole Miller
2. Bermain, Menghayati, dan Belajar , YIS
3. Buku-buku pelatihan terbitan PMI Pusat: Pertolongan Pertama, Perawatan Keluarga,
Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat, Kesehatan Remaja
4. Character Building untuk Anak-anak, Barbara A. Lewis, Karisma
5. Character Building untuk Remaja, Barbara A. Lewis, Karisma
6. Child-led Disaster Risk Reduction: A Practical Guide, Save the Children
7. Community Challenge, Australian Red Cross
8. Exploring Humanitarian Law, ICRC
9. Friends Tell Friends on the Street, Thai Red Cross
10. Ketrampilan Komunitas Menghadapi Konflik, Prof. Mari Fitzduff, British Council
11. Kisah Sebuah Gagasan, ICRC
12. Living Values An Educational Program Educator Training Guide, Diane Tillman and Pilar Quera
Colomina, Grasindo
13. Menemukan Sekolah yang Membebaskan, Komunitas Sekolah Alam, Kawan Pustaka
14. Mengembangkan Kemampuan Adaptasi Anak Menghadapi Stress Psikososial, Drs. Made Rustika,
MSi
15. Menjaga Diri Sendiri, Claire Llewellyn, Tiga Serangkai
16. Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences, Linda Campbell, Bruce Campbell,
Dee Dickinson, Intuisi Press
17. Mind Map untuk Anak, Tony Buzan, Gramedia Pustaka Utama
18. PHAST Step by Step Guide: A Participatory Approach for the Control of Diarrhoeal Disease,
WHO, SIDA, UNDP
19. Psikologi untuk Anak dan Remaja II, Jonni Kincher , Karisma
20. Seven Steps for Seven Principle, IFRC
21. The 6 Most Important Decisions You'll Ever Make, Sean Covey
22. Totto-Chan Gadis Cilik di Jendela, Tetsuko Kuroyanagi, Gramedia Pustaka Utama
23. Tujuh Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif, Sean CoveyReferensi
1. 50 Quick Team Building Games, Brian Cole Miller
2. Bermain, Menghayati, dan Belajar , YIS
3. Buku-buku pelatihan terbitan PMI Pusat: Pertolongan Pertama, Perawatan Keluarga,
Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat, Kesehatan Remaja
4. Character Building untuk Anak-anak, Barbara A. Lewis, Karisma
5. Character Building untuk Remaja, Barbara A. Lewis, Karisma
6. Child-led Disaster Risk Reduction: A Practical Guide, Save the Children
7. Community Challenge, Australian Red Cross
8. Exploring Humanitarian Law, ICRC
9. Friends Tell Friends on the Street, Thai Red Cross
10. Ketrampilan Komunitas Menghadapi Konflik, Prof. Mari Fitzduff, British Council
11. Kisah Sebuah Gagasan, ICRC
12. Living Values An Educational Program Educator Training Guide, Diane Tillman and Pilar Quera
Colomina, Grasindo
13. Menemukan Sekolah yang Membebaskan, Komunitas Sekolah Alam, Kawan Pustaka
14. Mengembangkan Kemampuan Adaptasi Anak Menghadapi Stress Psikososial, Drs. Made Rustika,
MSi
15. Menjaga Diri Sendiri, Claire Llewellyn, Tiga Serangkai
16. Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences, Linda Campbell, Bruce Campbell,
Dee Dickinson, Intuisi Press
17. Mind Map untuk Anak, Tony Buzan, Gramedia Pustaka Utama
18. PHAST Step by Step Guide: A Participatory Approach for the Control of Diarrhoeal Disease,
WHO, SIDA, UNDP
19. Psikologi untuk Anak dan Remaja II, Jonni Kincher , Karisma
20. Seven Steps for Seven Principle, IFRC
21. The 6 Most Important Decisions You'll Ever Make, Sean Covey
22. Totto-Chan Gadis Cilik di Jendela, Tetsuko Kuroyanagi, Gramedia Pustaka Utama
23. Tujuh Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif, Sean Covey9 789793 575377
ISBN 979357537-9
Senin, 07 Desember 2015
PMR
MATERI KEPALANGMERAHAN RELAWAN (KSR – TSR ) :
Untuk memanage para relawan PMI, maka PMI mengeluarkan beberapa Pedoman diantaranya :
1. Pedoman Manajemen Relawan
2. Pedoman Indentitas PMI
Berikut ini adalah Materi Dasar Kepalangmerahan yang diberikan kepada para Relawan PMI ( KSR dan TSR ) dalam menjalankan tugasnya, materi pelatihan dapat anda download diantaranya:
1. Gerakan Palang Merah dan HPI
2. Organisasi PMI
3. Kepemimpinan
4. Konsep Dasar Pendekatan PRS – HIV AIDS
5. Pertolongan Pertama (PP)
6. Perawatan Keluarga (PK)
7. Management Penanggulangan Bencana (PB)
8. Assesment
9. Penampungan Sementara
10. Dapur Umum
11. Logistik
12. TMS – Restoring Familly Link (RFL)
13. Water and Sanitation (Watsan)
14. Pengantar Community Based (CB)
Untuk menyemangati dalam melaksanakan Gerakan Palang Merah, PMI mempunyai beberapa Lagu yang merupakan bagian yang tidak bisa terlepaskan sebagai tanda jati diri jiwa Palang Merah diantaranya :
1. Mars PMI
2. Hymne PMI
3. Bakti Remaja
MATERI KEPALANGMERAHAN PMR :
Sebagai tindak lanjut upaya pengembangan Relawan PMI khususnya anggota Remaja PMI yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR), materi – materi yang diberikan pada anggota Remaja PMR (bisa di download) antara lain:
Materi Manajemen PMR :
* Pedoman Manajemen PMR
Materi Pokok PMR :
1. Gerakan PM (Mengenal Gerakan) PMR
2.Pertolongan Pertama (PP) PMR
* Pedoman PP Madya
* Pedoman PP Wira
* Pedoman PP Mula
3. Kepemimpinan PMR
4. Donor Darah PMR
5. Remaja Sehat Peduli Sesama PMR
6. Kesehatan Remaja PMR
7. Kesiapsiagaan Bencana PMR :
* Ayo Siaga Bencana Mula
* Ayo Siaga Bencana Madya
* Ayo Siaga Bencana Wira
Materi Tambahan :
1. Buku Saku Pembina PMR
2. Syarat Kecakapan PMR (Markas)
3. Youth Center (download)
4. Pengurangan Resiko Berbasis Remaja :
* Pengurangan Resiko Berbasis Remaja Mula
* Pengurangan Resiko Berbasis Remaja Madya
* Pengurangan Resiko Berbasis Remaja Wira
Panduan Fasilitator :
1. Gerakan dan Kepemimpinan
2. Pertolongan Pertama, Donor Darah, Kesehatan Remaja, RSPS
3. Ayo Siaga Bencana :
* Ayo Siaga Bencana Mula
* Ayo Siaga Bencana Madya
* Ayo Siaga Bencana Wira
Sebagai referensi materi penunjang kegiatan pendidikan bagi anggota Remaja Palang Merah, saya akan memasukan beberapa materi rujukan yang dapat dijadikan referensi pedoman bagi anggota PMR, diantaranya :
1. Pedoman Perawatan Keluarga (PK)
2. Pendidikan Remaja Sebaya ( PRS )
3. Kesiapsiagaan Bencana
Syarat Kecakapan PMR :
Untuk meningkatkan kapasitas dan penghargaan PMI terhadap PMR maka diterapkanlah sistem aturan Tanda Kecakapan anggota PMR dan Pembina PMR,. Untuk lebih memahami aturan ini silahkan download yaitu :
1. Syarat Kecakapan PMR (untuk Markas)
2. Tanda Kecakapan PMR (untuk PMR)
3. Pin Kecakapan
Untuk memanage para relawan PMI, maka PMI mengeluarkan beberapa Pedoman diantaranya :
1. Pedoman Manajemen Relawan
2. Pedoman Indentitas PMI
Berikut ini adalah Materi Dasar Kepalangmerahan yang diberikan kepada para Relawan PMI ( KSR dan TSR ) dalam menjalankan tugasnya, materi pelatihan dapat anda download diantaranya:
1. Gerakan Palang Merah dan HPI
2. Organisasi PMI
3. Kepemimpinan
4. Konsep Dasar Pendekatan PRS – HIV AIDS
5. Pertolongan Pertama (PP)
6. Perawatan Keluarga (PK)
7. Management Penanggulangan Bencana (PB)
8. Assesment
9. Penampungan Sementara
10. Dapur Umum
11. Logistik
12. TMS – Restoring Familly Link (RFL)
13. Water and Sanitation (Watsan)
14. Pengantar Community Based (CB)
Untuk menyemangati dalam melaksanakan Gerakan Palang Merah, PMI mempunyai beberapa Lagu yang merupakan bagian yang tidak bisa terlepaskan sebagai tanda jati diri jiwa Palang Merah diantaranya :
1. Mars PMI
2. Hymne PMI
3. Bakti Remaja
MATERI KEPALANGMERAHAN PMR :
Sebagai tindak lanjut upaya pengembangan Relawan PMI khususnya anggota Remaja PMI yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR), materi – materi yang diberikan pada anggota Remaja PMR (bisa di download) antara lain:
Materi Manajemen PMR :
* Pedoman Manajemen PMR
Materi Pokok PMR :
1. Gerakan PM (Mengenal Gerakan) PMR
2.Pertolongan Pertama (PP) PMR
* Pedoman PP Madya
* Pedoman PP Wira
* Pedoman PP Mula
3. Kepemimpinan PMR
4. Donor Darah PMR
5. Remaja Sehat Peduli Sesama PMR
6. Kesehatan Remaja PMR
7. Kesiapsiagaan Bencana PMR :
* Ayo Siaga Bencana Mula
* Ayo Siaga Bencana Madya
* Ayo Siaga Bencana Wira
Materi Tambahan :
1. Buku Saku Pembina PMR
2. Syarat Kecakapan PMR (Markas)
3. Youth Center (download)
4. Pengurangan Resiko Berbasis Remaja :
* Pengurangan Resiko Berbasis Remaja Mula
* Pengurangan Resiko Berbasis Remaja Madya
* Pengurangan Resiko Berbasis Remaja Wira
Panduan Fasilitator :
1. Gerakan dan Kepemimpinan
2. Pertolongan Pertama, Donor Darah, Kesehatan Remaja, RSPS
3. Ayo Siaga Bencana :
* Ayo Siaga Bencana Mula
* Ayo Siaga Bencana Madya
* Ayo Siaga Bencana Wira
Sebagai referensi materi penunjang kegiatan pendidikan bagi anggota Remaja Palang Merah, saya akan memasukan beberapa materi rujukan yang dapat dijadikan referensi pedoman bagi anggota PMR, diantaranya :
1. Pedoman Perawatan Keluarga (PK)
2. Pendidikan Remaja Sebaya ( PRS )
3. Kesiapsiagaan Bencana
Syarat Kecakapan PMR :
Untuk meningkatkan kapasitas dan penghargaan PMI terhadap PMR maka diterapkanlah sistem aturan Tanda Kecakapan anggota PMR dan Pembina PMR,. Untuk lebih memahami aturan ini silahkan download yaitu :
1. Syarat Kecakapan PMR (untuk Markas)
2. Tanda Kecakapan PMR (untuk PMR)
3. Pin Kecakapan
Langganan:
Postingan (Atom)